Cara Tuhan Membalas Kebaikan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 10 December 2015

“tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini” kata Ibu mengelus rambutku. Aku hanya menatap Ibuku dengan bingung.
“Ibu, tapi aku… aku.. mmm.. Ah, kok bau gosong bu?” jawabku sambil mengendus bau gosong.
“haduh!!! gorenganku” sejenak Ibu terlihat bingung, lalu mendengus.
“untung kamu ngingetin.. haah, kamu udah belajar?”
“sudah, bu”

“apa ada masalah? kamu masih murung, sayang… hem?” kata Ibu mengangkat alisnya.
“mmm, nggak. Cuman tadi aku ngasih makan pengemis, tapi…” ucapanku terpotong oleh Ibuku.
“tapi apa, nduk?”
“lauknya abis” kataku sambil nyengir.
“weeladalah, jadi kue toh yang ngabisin” aku hanya mengangguk lalu berdendang kecil.

Keesokan harinya aku terbiasa dengan pemandangan ini di dekat jendela aku memandangi anak sekolah.
“bu, aku pingin sekolah.”
“nak ngerti dong kita di mana. Kita nggak bisa ke luar dari sini. Karena dikunci sama Ayahmu, lagi pula kamu nggak bisa jalan kan?” kata Ibu sambil tersenyum. Lalu aku ketakutan seolah guntur menggelegar. “bu, Ayah bu! tutup jendelanya!”

BRAAK!!

Ayah mendobrak pintu dengan keras. Lalu menjambak rambut Ibuku. “sudah ku bilang! jangan buka jendelanya!” lalu Ayah menampar pipi Ibu, Ibu hanya menagis dan mengusap darah di pipinya. Aku geregetan, mendekat pada Ayah dan menggigit lengannya. BRUUK!! aku terhempas ke luar rumah dan masuk ke dalam kembali. Dan aku panggil warga. Datanglah warga sekitar, dan menangkap Ayahku dan dibawa ke kantor polisi. Aku bebas, aku bisa sekolah yesss.

Dua bulan telah berlalu aku pun mengenakan seragam sekolah. Aku berjalan di sekitar sekolah tersenyum lega dan aku menikmati semuanya. Aku tiba-tiba menabrak seseorang.
“maaf, aku nggak sengaja. mmm, siapa namamu?”
“i..iya, namaku Liza,”
“oh Liza, kenalin aku Nata”

Aku bersahabat dengan Liza, dan ia juga senang curhat denganku. Aku anak terpandai bahasa inggris di kelas, walaupun aku kurang pintar matematika sih. Dan itulah teman, balasan Tuhan akan kebaikanku memberi makan pengemis, (walaupun lewat jendela dan ya ngabisin lauk dan bahan makanan yang dikasih Ayah hehehe.) dan sekarang ya aku bisa bernapas lega.

Cerpen Karangan: Dian Anjani
Facebook: Matahariku

Cerpen Cara Tuhan Membalas Kebaikan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hadiah Natal Buat Mama

Oleh:
“Ma, sinterklas itu memang ada ya?” “Iya, sayang. Sinterklas datang untuk membagi bagi hadiah kepada anak-anak yang baik pada orangtuanya” “Kalau gitu aku akan jadi anak yang baik supaya

Hari Pertama Pindah Sekolah

Oleh:
“Yana, ke kantin yuk?” “Eh, aku sudah bawa bekal” “Oh oke kalau gitu, kita ke kantin dulu ya” Aku mengangguk tersenyum. Ini hari pertama aku di sekolah baru, karena

Lilin 17 Tahun Ku (Part 2)

Oleh:
Tak terasa alarm di ponselku sudah berdering. Itu menunjukkan bahwa sudah pukul 04.00 WIB. Ini memang sudah menjadi kebiasaanku bangun jam 4 pagi. Aktivitas yang aku lakukan saat masih

Supercake

Oleh:
Lelah. Hanya itu yang dapat ku ungkapkan selama sehari penuh. Noda bekas cream cake, air, mentega, tepung, tumpahan telur, dan berbagai karya seni hari ini yang dapat ku buat

Kebahagiaan dan Kesedihan

Oleh:
Adzan Shubuh membangunkanku dari mimpi indahku. Hari ini aku sengaja bangun lebih pagi dari biasanya. Aku segera beranjak menuju kamar mandi. Hari ini adalah hari yang sangat aku nantikan,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *