Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Ayahku (bukan) Ustaz Badut

“Ayah lucu kayak badut!” ujar adikku yang terkecil. Sakit hatiku mendengar kalimat itu meluncur deras dari bibir mungil adik bungsuku yang belum mengerti apa-apa. “Bagaimana kalau kita panggil saja ustaz badut!” teriak...

Petaka

Sore itu hujan deras membasahi bumi, Guruh bersahut-sahutan. Dengan langkah tergesa Ghea berlari sembari melindungi kepalanya dengan tas ranselnya. “Ghea, kamu habis darimana dek? Kok gak minta jemput sih? Nanti masuk angin...

Bingkisan Untuk Mang Diran

DUA potong sarung dan dua stel baju sejenis kampret putih itu, terlepas dari genggaman tangan Narti. Jatuh begitu saja di atas tanah merah, tepat di depan rumah kontrakan yang di diami Mang Diran, yang sudah disesaki para...

Nasi Goreng Malapetaka

hari itu hari Minggu, 29 juli 2012. Saat itu semua keluarga Anneke berpuasa kecuali Anneke. Yah,,, maklum lah masalah perempuan. Saat semua orang sahur, Anneke tidak ikut terjaga dan terus melanjutkan tidur. Alarm yang biasa...

Alexandria

Dentuman keras membangunkanku dari tidur. Saat kubuka mata, kurasakan rumahku bergetar keras. Satu-satunya cermin mendiang ibu juga hancur berantakan. Lamat-lamat terdengar suara gemuruh jerit tangis menjadi satu dalam shimphony...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

2 Responses to Catatan Ayah

  1. edy 4 August, 2012 at 12:58 am | | Reply

    sipppp…

  2. Fitri R 26 July, 2013 at 5:15 am | | Reply

    Baguss Bangett.. Bikin sedihh..

Leave a Reply