Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Anak Kerbau

“Kasian juga aku liatnya, Mak.” ujarku. Isteriku tak menyahut, ia asik mengaduk nasi dalam periuk. Aku menghisap rokokku dan mengepulkannya ke atas. Daguku terangkat tinggi, kepalaku bersandar ke daun pintu yang...

Ayah, Aku Bangga Padamu! Catatan Putra Seorang Koruptor

Dua lelaki berpakaian coklat tua mengapit lelaki separuh baya menuju kamar tidur berkuota 5 orang tetapi sesak di jejali penghuni tiga kali lebih banyak dari kapasitas standar sebenarnya, saat salah satu dari lelaki berseragam...

Blue Eye

Hari demi hari kini Aku lewati tanpamu. Kamu, yang selalu mewarnai hariku dimana pun Aku berada. Namun kini… engkau pergi tanpa jejak yang tidak Aku ketahui pasti. Kak Reno, Aku merindukanmu. Mata biru indahmu…...

Salah Pikir

“two two four four yeah! six go!” Suara-suara itulah yang kudengar ketika aku sampai di rumah usai pulang sekolah. Aku melihat sesosok orang duduk di kursi depan komputer. Terkadang, juga kudengar suara “miss, great,...

Renungan “NASIB”

25 tahun yang lalu, Inikah nasib? Terlahir sebagai menantu bukan pilihan. Tapi aku dan Kania harus tetap menikah. Itu sebabnya kami ada di Kantor Catatan Sipil. Wali kami pun wali hakim. Dalam tiga puluh menit, prosesi pernikahan...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

2 Responses to Catatan Ayah

  1. edy 4 August, 2012 at 12:58 am | | Reply

    sipppp…

  2. Fitri R 26 July, 2013 at 5:15 am | | Reply

    Baguss Bangett.. Bikin sedihh..

Leave a Reply