Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Cinta Sejati

Awal pertemuanku dengannya di sebuah halte bus. Waktu itu, aku dan temanku urip melintas di depan halte bus jalan pramuka. Urip yang membawa motornya dan aku membonceng di belakang, aku melihat ada dua orang cewek memakai...

Diary Terakhirku

Alunan waktu terus berputar. Jarum merah terpanjang telah melewati 00.00. Kupandangi jam dindingku tanpa henti. Sesekali dinginnya angin malam masuk melalui celah angin-angin yang menusuk pori-poriku. Suasana hening terasa...

Secercah Harapan

Hari yang berbeda dari biasanya. Mama dan papa tidak ada di rumah. Di rumah hanya ada aku, Kak Dinda dan bibi. “Adek, ayo sarapan. Makanannya udah ada di meja tuh” “Iya kakak…” Saat di meja makan, “Kak, mama...

Midnight Clown (Part 2)

Mengapa aku tidak bisa melihat masa lalu dan masa depanku sendiri, lantas buat apa Tuhan memberikanku suatu kelebihan, jika aku tidak bisa menolong diriku sendiri, pikiranku pun masih terbang melayang entah kemana. Setiba...

Pohon Muda dan Paginya

Siapa menyangka ia akan sepagi ini. Ditemani sinar rembulan hilang. Di sapa deburan kasat mata. Baru kemarin ia keluar dari rumah keduanya, di antar ibu dan ayah. Rumah itu ia bayar setiap hari, untuk kelas nomor satu. Ia...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

2 Responses to Catatan Ayah

  1. edy 4 August, 2012 at 12:58 am | | Reply

    sipppp…

  2. Fitri R 26 July, 2013 at 5:15 am | | Reply

    Baguss Bangett.. Bikin sedihh..

Leave a Reply