Catatan Ayah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Kehidupan, Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 30 July 2012

” Seorang AYAH selalu ingin yang terbaik buat ANAKNYA ”

Sabtu selalu menjadi hari kebebasan buatku , lepas dari segala rutinitas yang membuatku selalu ingin berdiam diri di kamar sepanjang hari.
Jam weker telah menunjukkan pukul 6pagi , tapi rasanya untuk beranjak meninggalkan kamar masih terasa malas.
Dengan berat kulangkahkan kaki menuju ruang depan, kira-kira bibi masak apa ya utk sarapan pagi ini pikirku.
tanpa berpikir panjang kulangkahkan kaki menuju meja makan , tapi belum sampai di meja makan kulihat sebuah agenda di meja kerja ayah , ada rasa tertarik untuk melihatnya karena bukan suatu kebiasaan ayah meletakkan buku apapun di meja itu jika ayah tidak ada di rumah.

“Agenda ini belum pernah saya lihat sebelumnya ” gumamku
saat tanganku mulai membuka halaman pertama… jantungku berdegup “catatan ayah ” bisikku

05 january
” bun , ayah selalu berharap suatu hari bunda membaca catatan ini. ayah berharap bunda tetap bisa tau perkembangan risa. mungkin tidak sekarang , tapi mungkin nanti, ayah pun berharap risa merasakan kasih seorang ibu.
Hari ini Ayah bingung, Ayah harus melihat risa turun dari panggung dan berlari sambil menangis saat tau yang menjemputnya bukan bunda.
Padahl sebelumnya Ayah janji jika Risa menang di lompa pentas ini, bunda akan datang menjemputnya.
satu janji yang entah kapan terpenuhi ”

“Ayah ” bisikku ,
Saya ingat kejadian itu , iyaaa saat pertunjukan usai semua teman-teman berlari dengan gembira menghampiri Ibu mereka masing-masing sambil memberikan setangkai mawar & ucapan Aku sayang Ibu. Sebelum saya turun dari panggung , saya berusaha mencari bunda , melihat kesekeliling dalam harapan bunda ada , namun saat kulihat Ayah …saya berlari menangis.. menahan kekecewaan seorang anak kecil berusia 5tahun yang harapannya tak terpenuhi, Ayah memelukku erat . ” maafin Ayah sayang, kali ini bunda belum bisa datang ” pinta ayah saat itu
saya hanya menangis tanpa menghiraukan ucapan Ayah.

07 January
“bun, ingin rasanya ayah membawa risa ke RS , tapi ayah takut risa semakin kecewa klo melihat bunda yang dipenuhi dengan selang-selang infust. Ayah bingung , tadi pagi risa sempat membuat susu tumpah di meja makan , karena ingin sekali bundanya yang menyediakn untuknya … ”

Air mataku tah tertahan lagi mengalir di pipihku, saat kembali teringat kejadian pagi itu

” ini risa cantik susu coklat sudah bibi buat , di minum yuk sayang sebelum risa sekolah ya ” ucap bibi sambil menyodorkan segelas susu coklat hangat padaku.
tapi tanganku menyenggol gelas dan tumpah di meja makan saat saya mencoba menolak
” ga mau bibi, ga mauuuuuuuuuu… pokoknya risa mau sama bunda, risa maunya bunda yg buatinnnnnn , bunda ga sayang sama risaaaa ” teriak ku sambil menampik tangan bibi dan menangis saat itu .
Ayah yang melihat kejadian itu langsung menghampiriku dan memelukku … saat itu ayah tidak berkata apa-apa, tapi saya sempat merasakan air mata ayah, yang semakin mempererat pelukannya. saya kaget dan mencoba melepas pelukan ayah
” Ayah menangis “tanyaku seketika heran
walaupun ayah mencoba menutupi dengan cepat-cepat menghapusnya dan berkata
” enggak sayang, kan yang nangis risa ” jawab ayah sambil tersenyum saat itu.
” Oya , kan hari ini risa ga les balet . nanti pulang sekolah ke Poli ya sayang , biar nanti bisa main sama Anti yaa ” mendengar ucapan ayah , saat itu saya hanya mampu menggelengkan kepala. karena ayah tau saya paling senang jika bisa bermain dengan Anti (panggilan buat salah satu perawat di poli saat itu ) yang tulus sekali sayangnya padaku

10 January
“Bun saat ini pikiran ayah cemas , hari ini kondisi bunda semakin buruk. tapi tadi sore saat sempat melihat risa tertawa lepas bersama anti di poli rasanya kecemasan itu hilang . hingga ayah semakin yakin bunda akan kembali puli dan melihat risa tumbuh dewasa ”

membaca catatn ini semakin membuatku menangis dan tak sanggup melanjutkan membaca agenda ayah.
kututup agenda ayah dan kutaruh seperti semula.
“Ayah maafin risa yang sudah membacanya”

ayah…demi risa, ayah selalu berharap dan berharap klo keajaiban itu ada, Ayah selalu ingin yang terbaik buat risa …makasih ayah… risa sayang ayah.
Bunda pun pasti sayang ayah, betapa besar kesetiaan dan pengorbanan ayah untuk risa.

Nama Penulis: Rusma
Blog: http://harapanrisa.blogspot.com

Cerpen Catatan Ayah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kaca Mata Kuda

Oleh:
Angin sepoi menghidangkan asa baru di tengah hiruk pikuk suatu pola. Orang perorangan memperjuangkan kehendak melangkahi karma. Kejengkelan membludak mendesak keluar di tengah sesakan kios toko di pasar seni

Karena Orangtuaku Sayang Padaku

Oleh:
“Di mana aku?” kanan-kiriku tak ada seorang pun, pada siapa aku bertanya? “Ah, mungkin di sana,” kataku pada diriku sendiri. Dalam gelap aku menyusuri lorong gelap yang lembab ini.

1 Promise

Oleh:
“Felly! Lo nggak pulang?!,” tanya Riska yang tengah asik mengemasi barang-barangnya dari lemari asrama putri. “Liburan ini, gue akan pulang telat.” “Kenapa bisa begitu?! Ada urusan sama produser?!,” tanya

Juara Pertama Yang Berkesan

Oleh:
Pagi ini, adalah hari pengambilan raport di salah satu SD yang berada di desa Sriwangi. Para wali murid telah berdatangan memadati halaman sekolah, untuk mengambilkan raport anaknya. Tak hanya

Beginikah Keluarga?

Oleh:
Sulit untuk dipahami, bagaimana aku bisa menerima semua ini, bagaimana bisa aku harus memilih. Aku benar-benar gerah dengan semua ini, aku tidak tau harus mengungkapkan kata-kata apa. Kenapa? kenapa

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 responses to “Catatan Ayah”

  1. edy says:

    sipppp…

  2. Fitri R says:

    Baguss Bangett.. Bikin sedihh..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *