Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Gelang Emas Untuk Bunda

“Lind, besok kan Bunda ultah, kita kasih kado apa ya?” ucap Dila pada adiknya, Linda. “emm… bagaimana kalau gelang emas kak? Kan dari dulu, bunda ingin sekali membeli sebuah gelang emas,” saran Linda. “em…...

Ketika Ibu Menangis

Aku adalah anak terakhir dari 5 bersaudara, keempat kakak ku semuanya sudah menikah dan bekerja di luar kota. Kini rumah terasa begitu sepi semenjak kepergiaan Ayah 2 tahun silam. Di rumah hanya ada aku dan ibu. Setiap hari,...

ich Liebe Zahra

“Kau suka padanya?” tanya Reizh membuyarkan anganku. “Tidak!” “Tapi, kenapa kau menatapnya begitu dalam…” “Ah, perasaanmu saja….” “Benarkah?” Reizh meledekku. “Tapi, sepertinya dia juga suka...

Futsal

Saat masa perkembangannya, Bayu pernah mencintai futsal lebih dari segalanya. Ia memulai bermain futsal di ruang terbuka, di halaman rumah yang berdebu, di tanah lapang bekas persawahan, di tanah berkerikil yang menyakitkan....

Nasi Goreng Malapetaka

hari itu hari Minggu, 29 juli 2012. Saat itu semua keluarga Anneke berpuasa kecuali Anneke. Yah,,, maklum lah masalah perempuan. Saat semua orang sahur, Anneke tidak ikut terjaga dan terus melanjutkan tidur. Alarm yang biasa...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

2 Responses to Catatan Ayah

  1. edy 4 August, 2012 at 12:58 am | | Reply

    sipppp…

  2. Fitri R 26 July, 2013 at 5:15 am | | Reply

    Baguss Bangett.. Bikin sedihh..

Leave a Reply