Cerita Hati

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Galau, Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 15 January 2016

30 Desember 2015 di sini aku mulai cerita baruku dan memulai hidup baruku dengan suamiku. Aku bernama Putri dan suamiku Yohan kami mempunyai perbedaan agama dan status, aku seorang gadis dan dia seorang duda dengan 3 anak. Perbedaan umur kami pun cukup jauh 30 tahun tapi aku tidak pernah mempermasalahkan itu semua aku terima dia apa adanya.

Sejak saat menikah aku mulai berhenti bekerja dan hanya mengurus rumah karena sebelum menikah aku sudah hamil duluan. Terkadang di sini aku takut dengan keluargaku sendiri, kakak perempuanku dia tidak pernah suka dengan apa pun keputusanku dan seakan tidak pernah suka dengan apa pun yang aku lakukan selalu menyalahkanku. Selalu aku yang disalahkan tidak pernah peduli dengan keluarga.

Jujur di sini aku merasa sakit hati dan terkadang aku pun beranggapan aku tidak pernah punya seorang kakak sepertinya. Di sini ibuku sendiri pun ikut menyalahkan aku apalagi sekarang aku tidak bekerja seakan takut aku tidak bisa membantu biaya adikku. Terkadang aku bertanya-tanya anda sayang tidak sih denganku? Anda sayang denganku atau sayang dengan uangku. Hampir satu bulan aku tidak pernah telepon orangtuaku. Tapi aku selalu chat dengan adikku di sana bagaimana kabar dan keadaan mereka aku tetap peduli walau bagaimana pun mereka tetap orangtuaku, aku tetap sayang dan peduli dengannya.

Aku cuma ingin ibu, ayah telepon tanya kabarku bagaimana keadaanku, aku cuma ingin anda bertanya sedikit tentangku di sini. Tapi kenapa sampai saat ini pun tidak ada yang mau peduli denganku. Di sini aku rindu kalian aku ingin kasih sayang dan perhatian kalian. Ya Allah dalam hati ini yang paling dalam aku cuma ingin dukungan orangtuaku, semangat orangtua kenapa tidak bisa ku dapat dari mereka. Malah mereka menjauhiku dan menyalahkanku. Terkadang aku ingin marah karena hanya uangku yang mereka terima tapi mereka tidak pernah mau tahu kabar dan keadaanku saat ini.

Di sini aku baru bisa merasakan kasih sayang dan perhatian dari suamiku dia terima apa pun keadaanku tidak pernah mengeluh di depanku dengan semua kekuranganku. Kami coba jalani hidup bahagia dan sebentar lupakan semua masalah yang kami alami kita mencoba untuk buktikan untuk mereka kalau kami bisa membahagiakan mereka dengan cara kami. Walaupun kami tahu mereka tidak pernah suka dengan apa pun yang kami lakukan. Tapi berusaha untuk mencoba itu tidak pernah ada salahnya. Aku baru tahu seperti ini kasih sayang, seperti ini rasanya perhatian.

Sebelumnya aku hampir tidak percaya cinta, setia, kasih sayang. Hampir mati rasa tentang itu semua. Kini aku mulai tahu kasih sayang dan memiliki itu jauh lebih berharga dari uang. Walau terkadang aku merasa sedikit kasih sayangku mulai terbagi dengan anak-anaknya. Aku tahu di dunia ini tidak pernah ada mantan anak yang ada hanya mantan istri. Kadang aku terima, perhatian dia peduli dengan anaknya aku terima itu semua tapi di sisi lain kadang aku cemburu aku iri aku bisa terima mereka. Tapi seandainya mereka tahu apa mereka juga bisa menerima kehadiranku itu belum tentu mereka mau menerimaku.

Kadang aku ingin marah tapi aku tidak bisa menyalahkan dia. Sebenarnya aku cuma ingin apa pun yang terjadi jujur denganku mau anda telepon mau anda ingin tahu kabar mereka. Ku ingin semua itu terus terang di depanku. Aku tidak pernah peduli dengan semua masa lalumu mau itu buruk atau baik lupakan semua yang sudah terjadi dan bersikaplah menjadi lebih baik dari sekarang. Aku bukan cuma ingin terima kamu tapi aku juga ingin terima dan ingin tahu keluargamu, tapi kenapa seakan masih ada hal yang kamu sembunyikan dariku seakan aku tidak perlu tahu siapa keluargamu.

Mulai aku terkadang curiga, terkadang tidak percaya, terkadang kecewa, marah sedih apa kamu tahu itu? Sedikitlah mengerti apa yang aku rasakan dan apa yang aku inginkan. Di sini aku yang menemanimu susah, senang kita jalani bersama sedang mereka yang di sana tidak tahu apa yang kamu rasakan. Aku ini sekarang Istrimu satu-satunya atau istrimu yang kedua sebenarnya?

Terkadang aku berpikir aku hanya istri simpananmu walaupun sayangmu perhatianmu tidak pernah berubah. Tapi aku hanya minta jujur denganku apa pun yang terjadi. Aku ingin bahagia dan aku ingin jadi nomor satu di hatimu. Aku tidak ingin esok nanti anakku merasakan hal yang seperti ini merasakan kasih sayangnya dibagi dengan yang lain dan dijadikan yang kedua di hatimu.

Aku tidak ingin kehilangan kasih sayangmu dan perhatianmu cukup aku kehilangan kasih sayang dan perhatian dari orangtuaku. Aku berharap di sini kita hidup bersama sampai esok nanti bukan seperti cerita keluargamu yang dulu. Pimpinlah keluargamu yang sekarang ini jadi yang lebih baik dan bahagia, jangan pernah ada pertengkaran di antara kita. Jujurlah dengan keluargamu jangan pernah khianati kepercayaan yang sudah ada. Aku selalu sayang kamu dan akan selalu terima kamu dengan segala keadaanmu. I Love You. Tertanda, Putri Nofita.

Cerpen Karangan: Putri Nofita
Facebook: Putri Pesex

Cerpen Cerita Hati merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hujan Dalam Gelap

Oleh:
Rintik air menari di jemariku. Aku memandang langit berwarna kelabu sambil terus memainkan jari-jariku di tetesan hujan yang turun tanpa henti. Gelap, gelap! Ku katakan langit kelabu, ketika raja

Back Again

Oleh:
“Entah mengapa bayangan itu kembali datang, setelah aku berusaha teramat keras untuk melupakannya”, keluh Niya dalam hatinya. Siang ini dia dan lina pergi meninggalkan kelas untuk print out sebuah

Salah Penipu Menipu

Oleh:
“Kenapa kamu selalu berbohong? kamu tahu tidak, kenapa smsmu tidak pernah aku balas? Karena selama ini aku lebih paham tentang karakter kamu daripada kamu sendiri. Kamu lebih mementingkan hari

Mungkin Aku Masih Cinta

Oleh:
“Gimana kabar lo?” celetuk Tasya saat aku muncul di hadapannya setelah 10 tahun aku mati-matian menghindari mereka. “Lo bisa lihat sendiri kan? I’m very good.” Jawabku ketus. Do you

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *