Cinta

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 14 March 2017

Aku binggung dengan keadaan ini. Aku harus bagaimana agar bisa membahagiakan mereka, untuk membalas budi meraka selama ini. Kadang aku marah dengan tuhan, kenapa aku ditakdirkan separti ini, hey bukan aku tidak menyekukai keadaanku sekarang ini. Aku bahagia mempunyai keluarga yang sungguh saling menyayangi satu sama lain.

Ayahku orang yang terhebat, beliau sungguh kerja keras untuk mencukupi semua kebutuhan anak-anaknya, memyekolahkanku dan saudara-saudaraku dengan baik, beliau ayah yang sangat sempurna untuk kami.

Ibuku jangan ditanya lagi, beliau ibu dan istri yang sangat berbakti. Apapun yang ayah katakan dan putuskan beliau akan menurutinya karena beliau yakin bahwa apa yang diputuskan ayah itu yang terbaik untuk keluarga kami.

“Ibu maafkan aku yang belum bisa menbahagiakan ibu dan ayah” aku memegang tangan ibu dan menciumnya
“Kamu ngak boleh ngomong gitu sayang, ibu dan ayah sudah senang melihat kalian rukun satu sama lain. saling menyayangi” jelas ibuku
“Iya tapi, tapi belum bisa memberikanan sedikitpun apapun untuk kalian berdua. Kalian sudah membesarkan kami dengan baik| Jawabku
“Hey nak kami sebagai orang tua itu kewajiban kami untuk kalian, kami tak mengharapan apapun terutama dalam materi apabila itu yang kau maksudkan nak, kami hanya ingin melihat kalian rukun, saling membatu satu sama lain sebagai saudara, sampai nanti apabilah kami tidak ada nanti”, tutur ibuku sambil menggusap kepalaku.

Aku hanya bisa diam, air mata tak hisa kutahan lagi sehinga ia turun tanpa permisi.

Cerpen Karangan: Diah Lukman
Facebook: Diah Lukman

Cerpen Cinta merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pertemuan Dalam Mimpi

Oleh:
Kopi hitam pekat di depannya seakan-akan mencemooh Arief yang sejak tadi tak henti-hentinya meracau tentang mimpinya tadi malam. Pikirannya berkecamuk saat teringat puing-puing sisa mimpinya semalam. Tiap kali dia

Aku Pergi Ma, Pa

Oleh:
Semilir angin malam menembus jendela kamarku. Hingga tiba-tiba pintu kamarku terketuk pelan. “Hem pasti Tante Lia.” Gumam Ara. “Ra, ayo makan malem, semuanya udah pada kumpul di bawah.” ajak

Aku Rela Ibu

Oleh:
Resya, nama yang diberikan oleh orangtuanya sejak kecil. Resya sudah berusia 18 tahun. Resya memiliki seorang adik laki-laki yang bernama Andi, dan kini dia sedang duduk di bangku SMP.

Menjamput Toga

Oleh:
Perempuan berhijab itu namanya Bela. Gadis pendek namun supel, dia mempunyai banyak teman di sekolahannya. Bela lulusan SMA tahun ini. Usianya kini sudah menginjak 19 tahun dan sudah waktunya

Kado Dua Belas Jam

Oleh:
Hari yang menyebalkan bagi Rafa. Ia harus membatalkan double datenya demi menjemput seseorang yang merepotkan. Safa, gadis keriting berkulit putih yang merupakan saudara kembarnya. Baru beberapa bulan yang lalu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *