Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Karma

“Tett… tett…” “Siapa Rai? Kok nggak di angkat?” Tanya Ray padaku mengomentari handphoneku yang berdering. “Oh, ini Mama Ray, tunggu ya aku angkat dulu.” Aku sedikit berbohong...

Sebelum Kau Pulang

Kau bilang duniaku ada di sana. Di sampingmu. Lalu biarkanlah aku menetap, di tepi. Pusing aku, semakin hari semakin bising. sama seperti hari-hari yang makin padat, kau tenggelam dalam kesibukan jam kerja yang jadi ketat....

Ikhlas

Aku terdiam menikmati heningnya malam, sembari duduk di tepi bangku panjang, tempatku biasa menunggu angkot menuju rumah. Beginilah kehidupan, ternyata hidup memang menyakitkan dengan segala cobaan dari Tuhan untuk semua...

Jeritan Hati Sang Sulung

Peristiwa hari itu benar-benar terasa menusuk hatiku, aku yang masih polos dan tak bisa berbuat apa-apa hanya mampu mengingat masa-masa itu, masa kelabu dimana aku dan adikku ditinggal bercerai oleh Ayah dan Ibuku. Pertengkaran...

Di Antara Dua Hati

“Aku mencintaimu, Lana.” Desir angin berhembus. “Tapi aku tidak bisa.” Sunyi. “Kenapa?” Detak jarum jam membuat suasana kamarku semakin terasa kesunyiannya. Aku menghela napas berkali-kali. Aku tidak tahu apa...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

Leave a Reply