Cita-Citaku

Judul Cerpen Cita-Citaku
Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Pengorbanan, Cerpen Rohani
Lolos moderasi pada: 19 August 2013

Semua orang pasti memiliki cita-cita. Termasuk aku. Aku mempunyai cita-cita yang sangaat tinggi. Hanya saja, cita-citaku ini akan membuat orang di sekitarku merasa sedih, tetapi membuatku bahagia.

Minggu pagi.
“Kriing..! Kriiingg…!” Suara yang tak asing lagi bagiku. Kubuka mataku perlahan dan kumatikan jam wekerku. Aku kembali memejamkan mata berharap dapat kembali tidur. Dan… Berhasil!
“thaataaa! Ayoo banguunn!” Lagi lagi mama membawaku ke alam nyata.
‘ihh.. Sebel dehh!’ gerutuku dalam hati. “apa ma?” tanyaku malas dengan mata yang masih tertutup. “kamu, kan sudah janji sama mama untuk temenin mama ke daily’s supermarket. Hayoo.” jelas mama saat di kamarku.
“ya udah deh..” jawabku pasrah karena waktu itu aku sendiri yang berjanji.
Akupun bersiap siap. Setelah itu, barulah aku dan mama pergi.

Mama memarkirkan mobil pribadi kami yang bewarna merah mengkilap ke halaman parkir daily’s supermarket. Sehabis itu, kami turun dari mobil dan masuk ke supermarket yang bernama ‘daily’s supermarket’. Mama sibuk mencari barang-barang kebutuhan di rumah yang sudah habis. Sedangkan aku, hanya bertugas menemani mama.
Karena bosan, “ma, thata ke lantai 2 dulu ya. Mau beli buku terbaru!” kataku. Mama mengangguk tanda memperbolehkan.
Baru beberapa langkah ku pergi.
“tunggu..” ucap seseorang menghentikan langkahku. “apa, ma?” tanyaku pada mama. “nggak, ini uangnya untuk beli buku..” jawabnya sambil menyodorkan uang kepadaku.
“oh, iya yah” kataku malu sambil mengambil uang yang diberikan mama. Aku melangkah pergi menuju lantai 2.

Di lantai 2
Kulihat buku-buku terbaru tersusun rapi di rak buku yang bewarna hijau tua. Tak ada yang menarik bagiku. Kulihat buku yang berjudul ‘cita-citaku’. Menarik. Kubaca seikit dan kututup kembali buku itu. Aku mengambilnya dan membayarnya ke kasir terdekat. Setelah itu, aku segera ke lantai dasar untuk menghampiri mama.

“mama!” seruku saat melihat mama yang sedang membeli manisan di luar supermarket.
Mama mengalihkan pandangan ke arahku sambil tersenyum dan berkata,
“bukunya udah?”
“udah ma” jawabku. “ma, buku ini sama seperti cita-citaku ma. Semuanya sama. Mirip ba…” perkataanku terhenti saat melihat sebuah motor melaju kencang hendak menabrak mama.
“aawwaass!” ucapku seraya mendorong mama. Mama terhindar dan… “Brruuukk!” Buku yang ku genggam terjatuh begitu pula denganku. Aku merasakan kepalaku menghantam batu yang cukup besar.
Seketika semuanya gelap…

Mataku terbuka perlahan. Kulihat sekelilingku tak ada apa apa. Semuanya serba hitam. ‘tempat apa ini?’ tanyaku menyendiri. Seketika kulihat cahaya bewarna putih terang di ujung sana. ‘Siapa dia?’ Ia menarik tanganku lembut dan membawaku ke suatu tempat yang ku inginkan. Tempat inilah cita-citaku berada. Aku sampai. Ya, aku sampai!
Aku sampai di tempat ini… “Surga firdaus!”

Cerpen Karangan: Hannisa Tsabitah Aura
maaf kalo critanya ga nyambung…

Cerita Cita-Citaku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Perfect Nancy

Oleh:
Aku tak pernah menganggap dunia itu adil. Mungkin ini pikiran yang paling jahat karena aku telah mengecewakan Tuhan (aku bukan atheis, lho!) tapi itu disebabkan oleh keadaan sekelilingku. Kalian

Kekasih Untuk Sahabatku

Oleh:
Dia yang aku cintai selama ini dia adalah Doni dan kami pun saling menyukai satu sama lain tapi di sisi lain sahabatku Rita ternyata menyukai Doni sehingga aku pun

Burung Pipit dan Seekor Singa (Part 1)

Oleh:
Sangat sulit menjelaskan mengapa aku sangat mencintainya. Kesempurnaan yang begitu nyata dari segi fisiknya. Namun, pengorbanan yang tak begitu tulus membuatku selalu mengalah. Tapi aku yakin suatu saat nanti

Gara Gara Telat

Oleh:
Pada saat liburan kenaikan kelas, keluarga Ratna, anak perempuan yang duduk di bangku kelas 5 SD, merencanakan sebuah liburan keluarga sekaligus merayakan ulang tahun Ratna. “Bagaimana kalau kita pergi

Pelajaran Untuk Kakak

Oleh:
Ketukan air rintikan hujan yang jatuh dari atap rumah berbunyi layaknya alunan musik yang indah di pagi itu membuat Dika susah untuk bangun dari tidurnya. Lembutnya hawa dingin pun

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Cita-Citaku”

  1. Heru Cakiel says:

    saya suka dengan cerpen ini. salam buat sang penulisnya. ending yang sama sekali tak terduga…

Leave a Reply