Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Hidup Kedua

Aku jeo, dulu aku seorang pemuda berandal. Hampir setiap hari aku tak pernah di rumah, jika pulang ke rumah hanya sekedar minta duit sama orangtuaku, itu pun dengan cara yang tidak sopan. Suatu hari, aku pulang ke rumah dalam...

Ayah dan Burung-Burung di Sawah

Seorang petani tinggal di rumah kecil di sebuah desa bersama seorang anak laki-lakinya bernama Jaka. Meski hidup serba kekurangan Jaka tidak pernah mengeluh. Ia selalu ceria membantu ayah merawat sawah dan senang bermain...

Izinkan Aku Menangis dalam Senyummu

Langit begitu muram, membakar awan hingga tampak merah menganga. Menyulut hingga dasar hatiku, membakat rongga-rongga dada hingga jantungku. Membuat hatiku murka pada Kekuatan Abadi yang memaksa bapakku kembali ke haribaan-Nya....

Hadiah Terakhir

Bukan pilihan mudah menjadi penulis cerpen atau cerbung, dari banyaknya kalimat hanya beberapa kata yang mendapat pujian selebihnya sampah. Banyaknya ide usang yang sengaja ku pendam rapat memang terlihat bodoh di tengah...

Sayap Merpati

Sudah lama aku tidak merasakan hangatnya senyum Merpati di sekolah. Gadis manis itu memang sangat menarik hatiku. Rambutnya panjang menghitam. Matanya indah bulat dan selalu berkaca-kaca. Bibirnya selalu berwarna merah muda...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

Leave a Reply