Coklat Untuk Adikku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Keluarga, Cerpen Penyesalan
Lolos moderasi pada: 15 October 2016

Dua hari yang lalu, aku dan adikku sedang bertengkar. Kami memang sering sekali bertengkar akhir-akhir ini. Entah karena masalah cemilan dan masalah lainnya yang sangat sepele. Oh ya, kenalkan! Namaku Aisya Junia. Atau panggil saja Aisya.

“Sya, jangan bertengkar terus sama Adikmu! Kata Pak Ustad, kalau kita bertengkar selama 3 hari itu dosa loh!” ucap Fitri saat berpapasan denganku. “Aku juga tau, fit! Tapi, mau gimana lagi.. adikku nakal banget!” sahutku kesal. Fitri hanya geleng-geleng kepala.

Saat tiba di rumah, aku dikagetkan dengan berserakannya mainan mobil-mobilan di dalam kamarku. Aku kesal lalu memanggil Adikku yang sedang menonton TV.
“Adri! Kamu ini..! Kenapa main di kamarku! Barang-barangmu berserakan tuh! Cepat bersihkan! Dasar menyebalkan!” ucapku marah. Adikku melongo. “Kak! Tapi bukan aku yang berantakin semuanya.. Itu kan…” ucapan Adikku terpotong karena disela olehku. “Alah! Kamu memang cuma bisa bohong! Mulai sekarang, kamu gak boleh masuk kamarku! Ingat itu!” celotehku lalu masuk ke kamarku kembali.

Keesokan harinya, aku kembali mendapati kamarku yang berantakan oleh mainan yang sama. Kali ini aku sangat kesal. Aku mendobrak pintu kamar adikku, lalu menumpahkan semua mainannya ke lantai kamarnya. Rasakan!
“Kak! Kakak ini kenapa sih? Bukan aku kak.. tapi…” lagi-lagi ucapannya terpotong olehku. “Tapi apa? Kucing yang berantakin? Atau kamu mau bilang mama sama papa yang berantakin? Aneh!” selaku sambil menendang mobil-mobilan itu. Adikku diam, pelan-pelan air matanya ke luar. “Nangis? Gak banget!” ucapku lagi dengan cuek.

Mama yang mendengar tangisan Adikku lalu berlari menuju kamar Adikku.
“Ada apa ini? Kok adikmu nangis, Sya?” tanya mama menggebu-gebu. “Udah 2 hari ini dia terus berantakin kamarku, Ma! Aku udah larang dia.. tapi dia gak mau dengar!” belaku. “Astagfirlah… yang selama ini berantakin kamar kamu itu Chipo. Chipo sepupu kamu! Kamu kok jadi tuduh-tuduh adikmu kayak gitu sih..” ucap Mama sambil menatapku jengkel. Aku terpaku. Kulihat mata Adikku sudah sembap oleh air matanya sendiri. Aku pun berlari membuat Mamaku kebingungan dan juga kesal.

Menjelang malam, aku baru kembali. Kulihat Papa yang sudah menatapku kesal. Mama juga begitu. Kualihkan pandangan itu, lalu mencari Adikku.
Kulihat dia ada di kamarnya, lalu aku menuju Adikku yang masih sedih.
“Hei, maafin aku ya, Dri! Aku memang salah. Aku memang bukan kakak yang baik. Aku hanya tukang tuduh orang..! Maafin aku ya.. ini coklat kesukaan kamu!” ucapku pelan sambil memberi coklat kesukaan Adikku. “Kakak dapat uang darimana?” tanya Adikku curiga. “Umm… dari uang tabungan kakak selama seminggu ini! Besok kakak mulai nabung lagi deh, tenang aja!” jawabku sambil tersenyum. Adikku tersenyum. Ia memelukku sambil berkata, “Makasih ya kak.. Kita makan sama-sama coklatnya ya!”
Aku tertawa. Oh… Miss you my brother

Cerpen Karangan: Baiq Aisya Junia Padma
Facebook: Ichaisya
Namaku Baiq Aisya Junia Padma. Lahir di Gunungsari, 16 Juni 2003. Sekarang aku baru saja menduduki kelas 1 SMP di MtSN 1 Mataram. Follow Instagramku : juniaaisya. Terima kasih…

Cerpen Coklat Untuk Adikku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Mrs. Perfect

Oleh:
Sempurna, itulah sebuah kata yang tepat untuk menggambarkan diriku ini. Setiap orang pasti mendambakan hidup seperti aku ini. Aku, seorang anak kecil yang lugu berumur 7 tahun. Hidupku sangatlah

Penyesalan Terbesar

Oleh:
Sabtu sore, sekitar jam 5 sore aku sama temen aku pulang kursus langsung jalan-jalan. Maksud kami ngilangin jenuh dan capek sehabis kursus.. Ternyata teman aku ketemuan sama cowoknya… Bete

Akhirnya Kau Kembali Meera

Oleh:
“Assalamualaikum!!!” salam Zulvita atau disapa Zulvi sesampai di depan rumahnya. Ia habis pulang sekolah. “Waalaikum salam!!!” jawab Revita, ibunda Zulvi yang biasa dipanggil Revi. Zulvi menghampiri Bumdanya. “Nda, kak

Bidadari Surga

Oleh:
Saat itu aku merasa semua akan baik-baik saja, aku akan tumbuh besar dan bisa menggapai cita-citaku, aku pikir kata kasih sayang hanya sebuah kata hiasan seperti seseorang yang bertindak

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *