Curahan Hati Buat Ayah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 4 July 2016

Keluarga adalah suatu elemen terpenting dari suatu kehidupan, banyak di antara kita yang masih kurang beruntung. Memiliki Orangtua yang sudah tidak sempurna baik yatim maupun piatu tentu bukan yang kita harapkan, Namun tidak sedikit dari kita yang memiliki orangtua yang masih lengkap namun tidak memaksimalkan waktu luang untuk bersama dan membiarkan itu semua berlalu.

“Ayah sebenarnya kenapa ayah bekerja dari pagi hari hingga petang” Tanya Anak.
“Yah, Ayah bekerja bukan lain hanya untuk kebahagiaan kalian” Jawab Ayah.
“Tapi apakah ayah yakin kami akan bahagia dengan itu?” Tanya anak lagi.
“Yah tentu, sebab jika ayah sudah punya banyak uang maka apa yang ingin kalian beli bisa kalian beli” Jawab ayah lagi.
Sang anak pun terdiam dan memandang ayahnya, Lalu berkata
“Ayah, Bagaimana caranya ayah sebegitu yakin dengan pernyataan ayah” tanya anak.
“Karena ayah sudah melihat bagaimana anak-anak teman ayah yang terlihat bahagia, jika mereka ingin belanja maupun pergi liburan kamana-mana mereka bisa mewujudkan impian anak mereka tersebut” Jawab ayah
“Tapi ayah bukannya semua manusia itu berbeda?” tanya anak
“Yeah kamu benar sekali” jawab ayah
Dan lagi anak itu bertanya “Terus kenapa ayah bisa bilang demikian?” tanya anak
Ayah yang merasa capek karena habis bekerja menjawab dengan nada yang agak keras.
“Kamu ditanya berapa kali? Kan ayah sudah bilang kamu bisa bersenang-senang dengan semua uang yang sudah ayah kumpulkan demi kebahagian mu” Jawab ayah.
“Hmm… Mungkin ayah bertanya-tanya kenapa saya bertanya itu-itu terus. Itu karena saya ingin ayah tau kita sudah punya harta berlimpah dan kekayaan yang sangat banyak. Tapi yang saya butuhkan sekarang bukanlah kekayaan harta saja, tapi kekayaan bersamaan” jawab anak
“Memang kita kaya tapi saya pribadi merasakan miskin di hati yaitu kemiskinan kebersaan dan kasih sayang. Aku ingin semua ini kita nikmati bersama, mana mungkin saya bisa bersenang senang padahal ayah yang susah payah banting tulang” Kata anak.

Dear Father
Kami tidak akan selalu memerlukan kekayaan materi saja, Tapi kami akan selalu memerlukan kekayaan batin (Kebersamaan dan kasih sayang

TTD
Rudiath

Cerpen Karangan: Rudiath Benthar
Facebook: Bhentar Generasi D-tBrac Community
Nama saya Rudiath Cuman saya lebih suka di panggil Benthar Umur saya sekarang 17 tahun dan karya pertama saya menulis Cerpen yang berjudul CURAHAN HATI BUAT AYAH…

Cerpen Curahan Hati Buat Ayah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Saranghae Appa

Oleh:
“Ayahku bilang, Ada sesuatu yang lebih berharga dari pada harta, kebahagiaan dan segala-galanya. Dia bilang orang yang menyayangi kitalah yang paling berharga. Tapi, akankah aku sebagai anaknya menjadi yang

Cerita Mas Danu

Oleh:
“Udah dapet belum yang di cari. Hampir sore ntar dicariin ayah di rumah!” kataku sembari menepuk bahu seorang anak laki-laki disampingku. Aku melihat ke seberang rak buku. Anak perempuan

Program Penurunan Berat Manja

Oleh:
Melihat aksi tanteku yang lagi sibuk kejar-kejaran dengan Ifha, putrinya yang kelas dua SD, karena susah sekali disuruh mengerjakan PR, diriku teringat pada tulisanku yang akan Anda baca ini.

Senyum Ayah

Oleh:
Nadela melihat pemandangan kota New York yang indah dari jendela pesawat. Semua orang mengira bahwa hati Nadela sangat senang saat ini karena menerima penghargaan dari luar negri sebagai penyanyi

Harapan Untuk Ibu

Oleh:
Fyuh! Nilai, nilai, nilai. Kenapa kau terus membuatku dimarahi orangtuaku? Hasil ulangan MTK-ku yang di bawah 6 membuatku tidak diberi uang saku selama 3 hari. Sudah biasa sebenarnya, tapi

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *