Dady The Best

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 29 November 2017

Namaku Sanji, aku anak tertua dan termuda ayahku, sebut saja anak semata wayang. Aku tinggal bersama ayah, ayah yang sedari kecil merawatku sampai aku sebesar ini. Sekarang aku duduk di bangku SMA. Sebut saja aku gadis brutal dan susah diatur, ayahku pun selalu memijat pelipisnya bila ketahuan aku berbuat ulah.

Ayah bercerai saat aku berumur 5 tahun saat itu aku sangat butuh banyak perhatian. Ibuku dan ayahku bercerai karena ibuku selingkuh dengan teman ayahku, duda anak satu yang umur anaknya tak beda jauh dariku, ia lebih tua dariku. Ayahku saat itu sangat terpukul tapi ia kuat, bukan ayahku yang menuntut cerai tetapi ibulah yang memintai bercerai dan memutuskan menikah dengan duda itu.

Ayah sangat tegar meski dalam hati menangis, sering aku berfikir ibuku itu bodoh, ayah mapan, hidup sudah terjamin bahagia, tapi yang namanya perasaan dan egoislah. Aku juga sering membantu ayah di kantor, meski aku masih SMA aku harus belajar. Meski brutal dan susah diatur aku tetap patuh pada ayahku, bagiku ayahku lah pahlawan dalam hidupku. Dia berperan lebih dalam duniaku, kadang menjadi ayah yang tegas dan berperan sebagai ibu yang menasihati. Ingin aku membuat tugu di tengah kota, tugu ayahku yang sedang berkacak pinggang, sungguh keren bukan? Dan ditambahi tulisan “DADY THE BEST” sungguh aku ingin membuatnya.

Tetapi ayah hanya menggelengkan kepalanya saat pikiranku tentang yang aneh dan tidak terkabulkan itu. Ayah selalu tau apa yang kupikirkan, sering kali aku meledek ayah ‘tidak punya kekasih’ dan ia malah balik mengejekku lagi ‘tak tak punya pacar’, “sungguh anak durhaka aku ini” ucapku dalam hati.

Hari ini aku bangun pagi. Aku membantu bibi, hanya membawa piring piring sih (ckck), aku sudah siap dengan seragamku, aku ke lantai atas untuk ke kamar ayah. Aku membawa dua buah panci kecil yang kubawav dari dapur, aku membuka pelan-pelan pintu kamar ayah, kulihat ayah yang masih tertidur nyenyak. Sebenarnya aku tak tega menjahilinya sekarang tapi apa boleh buat ia juga kan harus ke kantor.

Aku mengendap-ngedap menghampiri tempat tidur ayah. Aku berdiri di tepi kasur ayah kuangkat kedua tanganku yang Memegang panci, aku sejajarkan dan kutabrakan kedua panci itu hingga menimbulkam suara “prangggggg” dengan sekejap ayah terbangun.

“Sanji jangan membangunkan dady dengan cara gilamu itu!” ucap ayah.
“Sorry dady, tapi memang ini caraku.” jawabku

Cerpen Karangan: Eliyawati
Facebook: joung
Hai maaf kalau cerpen ku masih amatir aku madih pemula mohon maaf ya 🙂

Cerpen Dady The Best merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Mereka Bilang Aku Gila (Part 2)

Oleh:
Vater dan uma selalu membuatku tersudut karena hal ini. Mereka sering menjuluki sebagai “An Over-thinker”. Oh man… I’ve done a test about “Are you an over-thinker”, and guess what?

Ketupat Untuk Prilly

Oleh:
“Allahu akbar. Allahu akbar. Allahu akbar. Laailaahaillallaah huallaah huakbar. Allaahu akbar walillaa hilham.” Begitulah takbir berkumandang, esok adalah hari besar yaitu hari raya Idul Fitri. Aliando sedang duduk di

Bunga Seroja Dari Ibunda

Oleh:
Malam itu di sebuah desa yang mana semilir angin merasuk ke rumah-rumah. Semua orang karena terbawa suasana, menjadi terlena, tidur di dalam balutan hangatnya selimut dan lampu teplok rumah

Teruslah Tersenyum Aa (Part 1)

Oleh:
Malam itu suasana begitu lembap. Hujan yang turun seharian membawa serta awan pekat yang terseret di antara hamparan mega. Kawanan katak di sela-sela selokan terus menggemakan nyanyiannya, ditimpali suara

Senandung Untuk Ibuku

Oleh:
Masih ingatkah kau dongeng tentang Malin Kundang, sang anak durhaka itu? Tentu kau masih ingat bukan, tak mungkin kau tak tahu karena cerita, itu rutin dijadikan dongeng pengantar tidur

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *