Dangerous Woman (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 3 February 2017

Masa sekolah sudah habis. Cassandra dan kembarannya, Cleopatra menghabiskan waktu liburnya di rumah. Cassandra atau lebih akrab dipanggil Casie menguncir dua rambut hitamnya yang lurus. Dia nampak seperti gadis loly di anime. Sedangkan, Cleo mengurai rambut seginya. Memang, Casie Dan Cleo bukan kembar identik seperti anak-anak kembar pada umumnya.

Waktu minum teh kurang 10 menit lagi, Casie Dan Cleo langsung menuju kebun belakang yang bisa digunakan untuk tempat minum teh. Namun mereka tidak melihat Melinda, juru masak di rumah mereka.

“Mama, Melinda dimana?” tanya Cleo yang melihat Mamanya duduk di ruang keluarga sambil membaca majalah.
Mamanya melihat kedua putrinya langsung menyuruh mereka duduk di sebelahnya, “Melinda sedang menjenguk ibunya yang sedang sakit. Makannya Melinda izin cuti bekerja, sayang”
Air muka Casie langsung berubah kecewa, “Lalu?”
“Ya, lalu Melinda sementara akan diganti oleh Paulin, juru masak sementara kita” kata Mama sambil mengelus rambut hitam Casie.
“Mana orangnya, ma?”

Ting Tong, bel berbunyi. Mama segera bangkit dari sofanya dan membuka pintu.
“Sepertinya itu orangnya, Cas” Cleo menunjuk orang yang berbincang-bincang dengan Mama. Orangnya langsing, cantik. Tidak seperti juru masak pada umumnya, tapi sayang dandanannya menor.
“Orangnya cantik. Tapi dandanannya menor seperti ibu-ibu” celetuk Casie

Orang yang bernama Paulin tadi masuk ke dalam rumah sambil membawa tas koper merahnya dengan Mama

Wanita yang bernama Paulin itu menyapa Casie dan Cleo
“Hai gadis-gadis cantik! Kalian pasti Cassandra dan Cleopatra!” Paulin mengedipkan mata sebelah ke mereka dan mengulurkan tangannya.
Casie menjabat tangan Paulin, “aku, Cassandra. Panggil saja Casie”
Pauline mengangguk, “kamu manis Casie!” Puji Paulin
Lalu gantian Cleopatra menjabat tangan Paulin, “Aku Cleo” ujar Cleo Anda Siapa?” Sambung Cleo yang pura-pura tidak tahu.
Paulin menghela napas, “Aku Paulin, juru masak sementara kalian!”
Casie, Cleo Dan Mama tersenyum.
Mereka akan menyukaiku, pikir Paulin
“Kamu bisa mulai jadi juru masak hari ini juga” ujar Mama

Paulin melihat arlojinya, “Oh! Sudah waktu minum teh. Aku akan membuatkan teh dan camilan, nyonya” Paulin segera ke dapur dan mulai membuatkan teh dan camilan.

Casie dan Cleo menunggu Paulin sambil mengutak-atik handphonenya masing-masing. Tak lama kemudian Paulin masuk ke kebun belakang sambil membawa nampan berisi teh melati dan pai susu.

“Terima kasih Paulin. Aku suka pai susu!” Casie memakan pai susu buatan Paulin. Wanita yang dipanggil Pauline hanya tersenyum lebar. Lalu kembali ke dapur.

“Casie, aku tidak suka dengan Paulin” kata Cleo tiba-tiba
Casie yang menggigit pai terakhirnya mengernyitkan dahi, “Memangnya kenapa? Paulin orang baik-baik kok”
“Entahlah. Perasaanku tidak enak. Tahun lalu perasaanku benar kan tentang Maura teman kita?”
“Iya sih. Tapi ini lain. Dia tidak jahat kok. Ah, perasaanmu selalu begitu terhadap orang baru.” Casie memandang saudaranya dengan tajam.
“Sst dia datang!” Bisik Cleo.

Paulin yang mengenakan celemek merah muda Melinda terlihat lebih cantik sore itu. Dia menghampiru Cleo Dan Casie.
“Bagaimana, apakah enak pai susunya?” Tanya Paulin yang membersihkan meja makan.
“Tentu Paulin!” Ujar Casie yang tersenyum sangat manis.
“Ah, syukurlah kalau begitu. Papamu pulang malam?” Tanya Paulin lagi yang kali ini sedang mengelap meja
“Ah tidak. Papaku sedang pergi ke luar kota” jawab Casie. Cleo hanya memandang tajam kepada saudarinya, Casie.
Paulin yang sudah membersihkan meja kembali ke dapur.

“Casie, ngapain kamu beritahu segala?” Katanya pada Casie
“Paulin tanya. Tentu saja harus dijawab! Kamu ini kenapa sih?” Kata Casie tersinggung.
Cleo hanya mengangkat bahu dan menaiki anak tangga menuju kamarmya.

Malamnya Cleo menonton film sedangkan Casie bermain dengan Paulin.
Tok. Tok. Tok. Pintu kamar diketuk. Cleo pikir itu Casie jadi Cleo berteriak, “MASUK! NGGAK DIKUNCI!”
Yang masuk ternyata Mama. Cleo meminta maaf karena tadi sudah berteriak, “Maafin Cleo, ma. Kupikir Casie jadi…”
“Nggak apa-apa. Memangnya kamu kenapa nggak main sama Casie dan Paulin?” tanya Mama
“hm. Sebenernya Cleo nggak suka sama Paulin” kata Cleo sambil membuka selimutnya
“Memangnya kenapa?”
“Entahlah, ma. Mungkin dari perasaanku dan dandanannya hm.. Menor.” Cloe menutup wajahnya dengan bantal
Mama sambil tersenyum berkata, “Cleo nggak boleh begitu ya. Hanya dandanannya menor Cleo dengan mudah tidak menyukai Paulin. Cleo pokoknya mulai hari ini Cleo harus berusaha menyukai Paulin. Mengerti?” Tegas Mama. Kalau Mama sudah menggunakan bahasa baku berarti Mama mau perintahnya dituruti. Dan Cleo mulai hari ini akan belajar menyukai Paulin.

Jam menunjukkan pukul 11 malam. Cleo terbangun karena ingin minum.

“Haus. Mungkin aku harus turun sambil minum” pikir Cleo.

Cleo turun tangga dan mau menuju kulkas tiba-tiba dia melihat Paulin mengamati lemari Papa yang berisi koleksi guci emas. Cleo langsung sembunyi di balik kulkas dan mengamati yang dilakukan. Paulin mencoba membuka lemari yang dikunci itu! Cleo yang tidak sengaja merogoh kantong celananya, ternyata terdapat handphonenya dan dengan segera Cleo merekam kejadian tersebut.

“Untung saja lemari Papa dikunci” pikir Cleo. Lalu Paulin dengan kecewa kembali ke kamarnya yang ada di dapur.
“Aku harus segera kembali” pikir Cleo namun dia malah tersandung kabel televisi.

Bersambung

Cerpen Karangan: Deesya Lovely Susanto
Blog: lovelydeesya.blogspot.com
Terima kasih sudah membaca cerpenku☺
Yang mau kenalan dan berbagi cerpen bisa add id line: huanjunjian
Sampai jumpa di Dangerous Woman Part 2!

Cerpen Dangerous Woman (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Penyesalan (Part 2)

Oleh:
Suatu hari, aku pulang sekolah, aku melihat hal yang paling aku benci terjadi. Saat aku sedang memasuki kamarku, ada hal yang membuat aku terkejut. Pianoku sudah tidak ada. Padahal

Menemui Fajar

Oleh:
Ia adalah gadis yang sangat baik, semua tahu jika ia juga tak sempurna tapi ia tetap bersyukur dengan hidupnya. Ia tahu, tak seperti orang lainnya yang dapat melihat indahnya

Aku dan Waktu

Oleh:
Seiring waktu yang terus berputar. Kini, sedih dan derita yang pernah aku alami telah jauh pergi dari kehidupanku. Meski terkadang aku masih teringat jelas tentang bagaimana kehidupanku di masa

Olivia Zahra

Oleh:
Hello guys gua Olivia Zahra anak semata wayang dari pasangan ayah Heru Wijayanto sama Bunda Almeera Sabhira Nazeefah. Bunda asli orang lubuk basung sama ayah dari kota padang kelahiran

Kucing Yang Hilang

Oleh:
Hari ini aku membersihkan gudang di belakang rumah, yang nampaknya sudah layak untuk dibersihkan. Perlahan aku pindahkan barang barangnya, karena terlalu banyak jadi membutuhkan orang yang bisa membatuku memindahkan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *