Dangerous Woman (Part 2)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 3 February 2017

Untung saja tidak ada yang mendengar Cleo jatuh tersandung kabel televisi. Cleo segera bangkit dan menaiki tangga menuju kamarnya. Bodohnya ia lupa kalau ia mau minum.

“Ah, biarkan saja. Yang penting aku sudah dapat bukti kalau Paulin itu jahat!” pikir Cleo yang langsung menarik selimut putihnya, Dan segera tidur.

Keesokan harinya Cleo bangun bersamaan dengan Casie.
“Morning, Cleo!” Sapa Casie. Ia lupa kalau kemarin bertengkar dengan Cleo
“Ah, morning Cas! Eh iya ada yang mau aku tunjukin ke kamu” Cleo merogoh kantong celana tidurnya. Dia menyalakan handphonenya Dan segera membuka galeri.
“Ini video kemarin malam” Cleo memberikan handphonenya kepada Casie. Casie menontonnya dengan serius tanpa berkedip.

“Ya ampun Cleo, perasaanmu selalu bener! Dia berusaha membuka lemari koleksi guci emas Papa!” Teriak Casie
“Tutup mulutmu! Bisa-bisa Paulin mendengar” kata Cleo dengan marah “Bagaimana kalau kita laporin ke Mama?” Usul Cleo
Casie menggeleng, “Kamu kayak nggak ngerti sifat Mama. Kalau kamu kasih tau, nanti Mama pasti tanya ke Paulin”
“Iya, bener juga” ujar Cleo “kita Mandi dulu aja. Nanti kita ngobrol di taman depan”
Casie mengangguk, dia segera menuju kamar mandi yang letaknya di sudut kamar mereka. Sedangkan Cleo mandi di sebelah kamar mandi yang dipakai Casie.

Setelah mandi mereka turun dan harus sarapan dulu. Mama dan Paulin tampak berbincang-bincang di ruang makan.
“Hai Cleo, Hai Casie! Aku sudah menyiapkan sarapan untuk kalian” ujar Paulin
Cleo Dan Casie tersenyum simpul. Mereka sarapan bubur ayam dengan lahap. Setelah itu mereka segera ke taman depan.

“Kita susun rencana di sini” ujar Casie sambil duduk di ayunan berwarna putih.
“Kemarin lusa aku baca buku detektif. Di situ tertulis, kita harus menjebak musuh kita terlebih dahulu” kata Cleo sambil memakai bando
“Kita harus menjebak Paulin. Aha! Begini saja. sst.. Sst..” Bisik Casie sampai Cleo mengangguk dengan cepat.

Casie dan Cleo kembali masuk ke dalam rumah dan melihat Paulin membersihkan lemari kaca Papa yang berisi guci emas. Casie Dan Cleo diam-diam meletakkan kalung emas Casie di meja makan lalu mengumpet di balik jam besar di sebelah kulkas. Paulin melihat kalung emas Casie di meja makan dan mengamati sebentar lalu memasukkannya ke dalam celemek yang dipakainya. Tepat setelah itu Casie berhasil mereka kejadian itu menggunakan handphonenya. Mereka cepat-cepat menaiki tangga dan menuju kamar mereka.

“Fiuh. Untung saja Paulin tidak melihat kita” kata Cleo sambil merebahkan diri ke kasur
“Hei hei jangan enak-enakan! Lalu setelah ini kalungku bagaimana?” Protes Casie sambil menarik tangan Cleo.
Cleo berpikir sejenak. Lalu mengambil handphonenya yang berada di meja rias, “bagaimana kalo kita telepon saja polisi?”
“Kita nggak punya nomornya” ujar Casie sambil menatap Cleo
“Kamu bodoh sekali. Papanya Karin kan polisi, dan aku punya nomor teleponnya” Cleo menatap ganti saudarinya
“Ya sudah. Telepon sajalah. Nanti urusan Mama gampang. Om Iwan, papa Karin mungkin bisa jelasin ke Mama” kata Casie dengan enteng
“Oke aku telepon. Nggak nyangka bisa ngalamin petualangan kayak gini” jari-jari mungil Cleo menekan tombol telepon.

“Halo. Selamat pagi om Iwan. Iya saya Cleopatra teman Karin. Begini juru masak sementara saya berhasil mencuri kalung emas adik saya. Iya Cassandra. Namanya? Paulin om. Orangnya? Cantik, langsing, dan dandanannya menor. Apa? Oh begitu. Saya tunggu om. Terima kasih.” Cleo menutup teleponnya.

“Apa kata Om Iwan?” Tanya Casie
“Katanya Paulin itu wanita habis keluar penjara. Habis ini om Iwan bakal ke sini” kelas Cleo
“Apa? Ya Tuhan. Ayo kita turun” ajak Casie yang disusul dengan anggukan Cleo.

Ternyata om Iwan sudah datang dengan memakai kemeja biasa bersama rekannya yang saat ini berbincang dengan Mama. Untunglah ternyata Paulin sedang ke kamar mandi. Casie Dan Cleo langsung ke sana.

“Ini buktinya” bisik Cleo sambil menyerahkan handphonenya yang berisi rekaman video. Mama dan om Iwan melihat dengan serius setelah itu ganti melihat rekaman video yang ada di handphone Casie.
“Ya Tuhan, ternyata dia benar-benar penjahat” ujar Mama
“Ya bu. Dia barusan saja keluar dari penjara 2 minggu yang lalu” kata om Iwan

Setelah Paulin keluar dari kamar mandi, om Iwan bersama rekannya langsung menangkapnya dan menyuruh Paulin masuk ke dalam mobilnya. Kalung dan sejumlah barang bukti lain ikut dibawa.

“Untunglah” kata Casie menghela napas lega
“Kenapa Mama nggak diberi tahu?!” Protes Mama.
“Nanti panjang deh urusannya” kata Cleo dengan enteng disusul dengan tawa kecil Casie.

Mama hanya menggelengkan kepalanya sambil mengucap syukur. Hari ini kedua putrinya berhasil menangkap penjahat!

Cerpen Karangan: Deesya Lovely Susanto
Blog: lovelydeesya.blogspot.com
Line: huanjunjian

Cerpen Dangerous Woman (Part 2) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kanaria dan Putih

Oleh:
Kalimat itu pendek saja, namun artinya terasa amat panjang bagi hidupku. Sekilas saja pernah diucapkan, namun sepanjang hari aku telah mengingatnya. Waktu itu, entah kesekian kali dalam tahun di

Dari Mana Air Mata Jatuh?

Oleh:
Namaku Fafa Frenda Alimsya. Aku punya seorang kakak perempuan, namanya Gipsy Alimsya. Sayangnya dia enggak begitu suka sama aku. Aku punya ayah, dia seorang Pejabat pemerintahan. Dan kami hidup

Maaf

Oleh:
Terlihat sorang gadis muda tengah duduk di kursi taman di bawah pohon yang bisa dikatakan hampir gugur daun-daunnya. Sangat nampak dari air mukanya yang murung, ia sedang bersedih. Ya,

Ojek Payung Merah

Oleh:
Di sebuah Desa tinggallah seorang Anak yang bernama Alia. Dia anak yatim piatu. Ayah meninggal karena kecelakaan dan Ibunya meninggal karena sakit-sakitan. Dulu, Alia tinggal bersama neneknya. Tiba-tiba neneknya

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *