Di Saat Ku Diabaikan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 11 August 2014

Di suatu perkotaan, tinggallah sabuah keluarga sederhana, keluarga tersebut beranggotakan 5 orang. Yaitu ayah, bunda, kak ramadhan (kakak pertama), kak chintia (kakak kedua), dan amel (aku).
Keluarga ku terkadang harmonis dan terkadang mengalami pertengkaran. Ayah dan bunda memiliki anak yang dispesialkan. Kalau ayah kepada aku, sedangkan bunda kepada kak ramadhan. Kak chintia kurang mendapatkan kasih sayang, sehingga dia menjadi anak yang nakal.

Pada saat bunda mengandung anak pertama, bunda menginginkan anak perempuan, tapi ayah mengnginkan anak laki-laki agar bisa menjaga adik-adiknya. Akhirnya pada tanggal 26 06 1986 lahirlah seorang anak laki-laki. Dia lahir dengan sempurna, tidak ada kelainan apapun. Dia sangat tampan. Bunda sangat menyayangi dia. Dia diberi nama ramadhan. Kak ramadhan tumbuh menjadi anak yang baik, penurut dan penyabar. Walaupun kak ramadhan dimarahi, kak ramadhan hanya diam. Tapi ayah tidak terlalu menyukai kak ramadhan, mungkin bukan tidak suka, tapi sifat ayah yang memang sangat pemarah.

Dan akhirnya pada tanggal 24 juli 89 lahirlah anak yang ke-2 yaitu kak chintia. Kak chintia lahir dengan selamat. Tapi kak chintia tumbuh menjadi anak yang nakal. Kak chintia sering kabur, sering membantah dan membentak sehingga ayah sering menyiksanya. Tapi kak chintia tidak pernah jera. Ayah pernah menjambak rambut kak chintia di jalan, ayah pernah mengikat kak chintia di tangga dsb. Kak chintia selalu memancing kemarahan ayah.

Sepuluh tahun berlalu dan pada saat bunda hamil lagi, ayah berdoa “ya allah. Semoga anak ini bsa menjadi penenang hati, yang mengerti perasaan orang tua, yang bisa menceriakan kami. Dan akhirnya pada tanggal 03 12 1999 lahirlah aku. Semua menyukai aku, kecuali kak chintia. Kak chintia iri dengan kehadiran ku yang membawa kebahagiaan kepada keluarga. Sejak kelahiranku, sedikit-sedikit sifat ayah berubah menjadi baik, ayah menjadi bisa bercanda bersama, tertawa bersama, dll.

Aku tumbuh menjadi anak yang diinginkan orangtuaku. Tapi dibalik kebahagiaan kami, aku selalu bertengkar dengan kak chintia.

Hari-hari terus berjalan, di keluarga ku tiada hari tanpa mendengar ocehan ayah. Tetapi kami semua sabar, setiap hari selalu ada yang ayah bicarakan. Entah itu kesalahan/bukan. Ayah sering bilang bosen hiduplah, cape hiduplah, cape miskinlah, dll. Tapi kami berlapang dada saja. Kita jalani hari-hari dengan canda tawa. Tapi bagiku, kini semua sirna.. Di saat keluargaku kedatangan seorang anak tetangga yang bernama nikita. Ibunya menitipkan nikita di keluargaku, karena dia akan bekerja. Aku akui, aku sayang kepad nikita. Sudah ku anggap sebagai adik sendiri. Tetapi beda dengan ayah. Ayah menyayanginya melebihi sayangnya terhadap keluarganya sendiri. Ayah selalu menomorsatukan dia, memuji-muji dia di hadapan kami, malah ayah pernah bilang kalau nikita dikasih ke ayah, ayah mau ngurus. Padahal ngurus kita, anak kandungnya sendiri bilang males, cape, ngeluh segala macem. Terus kenapa mau ngurus anak orang lain?

Sejak saan itu sifat ayah berubah kepada ku. Nama yang sering disebut itu sekarang nikita, bukan aku. Selintas pernah terbersit di hati aku untuk membenci ayah. Tapi akhirnya aku sadar, dia tetap ayahku.
Di benak hatiku ingin.. Sekali memberi surat kepada ayah yang menyangkut masalah ini. Namun entah mengapa aku belum siap untuk apa yang terjadi nanti.

Isi surat yang ingin kuberikan adalah seperti ini:
“ayah. Kehadiran nikita mengubah sifat ayah. Ayah membanggakannya. Ingat ayah, sesempurna apapun dia, dia tetap orang lain. Tapi seburuk-buruknya kami, kami tetap keluarga ayah. Yang akan senantiasa selalu bersama ayah. Mendoakan ayah dan bersama ayah. Ayah. Nikita memang sempurna, sehingga membuat ayah selalu membanggakannya dihadapan kami dan ayah selalu merendah-rendahkan kami, menjelek-jelekkan kami. Kami mungkin buruk di mata ayah. Tapi ingat yah. Kami keluarga ayah. Yang selalu bersama ayah.”

Tapi niatku tidak dilaksanakan. Aku takut surat ini menyinggung perasaan ayah. Akhirnya kini ku hanya bisa berdoa, mudah-mudahan setelah nikita besar, ayah tidak lagi seperti itu. Amiin..
Mungkin cerita hidup ku ini sedikit menyakitkan.
Kini ku harus menjalani hidup aku yang diabaikan..

Cerpen Karangan: Firdha
Facebook: Ndha_firdha01[-at-]yahoo.com
Bersekolah di SMP AL-MAS’UDIYAH.

Cerpen Di Saat Ku Diabaikan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Luka di Hati

Oleh:
Jingga baru saja turun dari mobilnya, dengan anggunnya ia turun layaknya seorang putri dari sebuah kerajaan. Dia tampak cantik dengan gaun putih yang ia gunakan tapi sayangnya tidak akan

Ukir dan Tono

Oleh:
Dua sahabat Ukir dan Tono, ikatan persahabatan mereka begitu erat semenjak 3 tahun terakhir dari mulai awal masuk SMP hingga kini sudah lulus, meski banyak perbedaan di antara mereka,

Izinkan Aku Tetap Sekolah

Oleh:
Nanis merupakan anak bungsu dari pasangan keluarga miskin. Empat orang kakanya hanya mampu menyelesaikan pendidikan sekolah dasar (SD), bahkan ibunya tak paham soal sekolah. Kalo bicara soal pendidikan di

When You (Part 2)

Oleh:
Setibaku di rumah sakit Adinda langsung diarahkan ke ruangan Instalasi gawat darurat/IGD. Aku panik, aku tidak tau harus bagaimana, aku mencoba menghubungi sahabatku bagas, tetapi tidak ada respon, tidak

Tanah Merah

Oleh:
Aku masih diam membisu, berteman dengan duka aku sendiri. Melihat keramaian kota di atas bukit paling tinggi, hamparan rumput hijau dan angin merdu sudah lama menjadi temanku. Duduk di

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

4 responses to “Di Saat Ku Diabaikan”

  1. muna nuraini says:

    singkat banget ceritanya :/

  2. rizka keyla says:

    Kok nggantung sih ceritannya?

  3. lilis suryani says:

    Ceritanya seperti apa yang aku alami

  4. Finaz Anggraini says:

    Cerita ini hampir sama dengan hidup yg kini aq alami!!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *