Diaryku Privasiku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 13 April 2019

“…tapi, aku gak pernah tau apa maksud mereka…” terdengar suara kakakku yang sedang membaca buku harianku tanpa sepengetahuanku. Aku pun menghampirinya “Mas, ngapain sih baca-baca bukuku? Ini kan punyaku!” ujarku sambil merampas buku harianku. “Kamu kan adik Mas tersayang. Jadi, mas Hari boleh kan pinjam bukumu sebentar?” rayunya padaku. “Sekali gak boleh, tetep gak boleh!!” ucapku melarangnya.

Mas Hari adalah kakak laki-lakiku yang selalu ikut campur urusanku. Bukan hanya sekali kami bertengkar, tapi sudah berkali-kali hingga aku bosan bertengkar dengannya setiap waktu. Orangtua kami sudah menyerah atas sikap kami yang selalu bertengkar setiap saat.

Suatu hari, aku merasa bosan setiap hari berada di rumah. Orangtuaku sibuk bekerja dan mas hari sedang kuliah. Mereka baru pulang pada larut malam dan kami selalu berkumpul bersama pada akhir pekan. Karena tidak ada yang menjaga rumah, aku terpaksa tidak pergi kemana-mana dan harus menjaga rumah.
“Hello… apakah aku harus berada di rumah setiap hari? Aku kan juga butuh refreshing!” gerutuku yang selalu aku tulis dalam diaryku ketika aku sedang bosan.

Tapi, ketika aku sedang asik menulis di buku harianku, terdengar suara ketukan pintu “Tok… tok… tok! Assalamu’alaikum!!”. “Iya… Wa’alaikumsalaam!” jawabku sambil berjalan membuka pintu. “Surprised…!!!” ucap seseorang di luar yang ternyata adalah Mas Hari. “Loh, kok tumben pulang cepet?” tanyaku. “Emangnya gak boleh? Tadi dosennya gak ada, jadi Mas Hari bisa pulang cepet deh!” jawabnya. “ooh… kalau gitu bagus dong! Aku mau jalan-jalan sebentar, tapi gak ada orang di rumah. Eh.. kebetulan Mas Hari datang dan bisa bergantian berjaga rumah denganku. Daaah…!!! Selamat menjaga rumah!” Ucapku sambil pergi berlari keluar rumah.

Akhirnya, aku bisa menikmati segarnya udara desaku yang masih terjaga keasriannya. “Betapa bahagianya aku hari ini!” tuturku dalam hati sambil menikmati indahnya pemandangan desaku. Tapi tak terasa, aku telah pergi terlalu lama. Jadi, aku memutuskan untuk pulang.

Sesampainya di rumah, aku terkejut ketika melihat buku harianku dalam keadaan terbuka. Aku curiga pada Mas Hari dan aku pun langsung menghampirinya. “Mas Hari…!!!” Teriakku. “Ada apa sih dek?” ucapnya dengan santai dan merasa tidak bersalah. “Kenapa Mas Hari membaca Diaryku lagi?” tanyaku marah. “Upss… maaf! Mas Hari gak sengaja baca buku diarymu” jawabnya dengan santai lagi. “Mas, ini kan buku harianku! Isinya tentang curahan hatiku dan bersifat privasi. Jadi, Mas Hari gak boleh baca ataupun menyentuh buku ini! Paham?” emosiku meluap. Aku pun membanting pintu kamar Mas Hari dan aku langsung pergi meninggalkannya.

Cerpen Karangan: Widianingsih

Cerpen Diaryku Privasiku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hasil

Oleh:
“yeeeaayyy..” teriak semua murid yang sedang melempar jas sekolah kesayangan mereka. Pada saat itu pengumuman kelulusan sekolah baru saja diumumkan, setelah kami semua melewati banyak ujian, akhirnya kami bisa

Sabtu Terakhir Bersama Ayah

Oleh:
Sabtu, 08 Oktober 2016 22:35 Malam ini aku tak bisa tidur, teringat padamu. Jadi kuputusan untuk membuat cerpen ini, untuk mengenangmu. Ditemani dinginnya malam disertai gerimis ini. Hari ini

Love N Life

Oleh:
Sapaan itu terdengar masuk pada telinga setelah tiga tahun tidak ku dengar. Aku segera membalikkan tubuhku ke belakang melihat gadis itu yang berjalan mendekati dan tersenyum manis padaku, senyum

Kejutan Buat Milah

Oleh:
Namanya Anisa Firdaus Jamilah (Milah). Siswi kelas 4A Sdit Al-Kaarim ini mempunyai sepupu perempuan yang sangat cintai. Nama sepupunya Nathalina atau disapa Natha, dan Anasthasya atau disapa Thasya. Natha

Senandung Rindu

Oleh:
Ingin kupetik bintang yang bertabur di langit malam, lalu kugenggam erat. Kudekap, kusimpan di sudut jemari agar suatu saat bila aku kembali, kupersembahkan untukmu bunda. Lihatlah cahaya yang ditumpahkan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *