Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Peradilan Sesat

Tok… tok… tok… hakim ketua membuka sidang pengadilan. “Sidang Pengadilan terdakwa atas nama Badur dimulai. Terdakwa sehat?” “Sehat, hakim yang mulia.” “Saudara badur didakwa memiliki dan mengedarkan...

Sahabat Slamanya

Senja yang dulu indah sekarang seakan tak berarti lagi pada seorang gadis yang sedang merenung karena telah kehilangan sahabat-sahabatnya yang slalu menemani suka maupun duka. Dulu sewaktu aku duduk di bangku SMP aku mempunyai...

Pengamen Jalanan

Kuku yang biasa kugunakan untuk memetik senar gitar kini sudah mulai memanjang dan menampakkan setumpuk kotoran disana. Kotoran yang tampak lebih kotor dari setumpuk sampah di jalanan Ibu kota ini. Ku taruh gitar kecilku...

Maafkan Kakak

Di sebuah Desa, hiduplah seorang adik kakak. Mereka adalah Dama dan Leo. Dama saat ini tinggal bersama Leo. Dama berumur 13 tahun, sedangakn Leo berumur 11 tahun. Mereka sudah terbiasa hidup berdua saja di rumah. Tetapi yang...

Hujan dan Mata Pelangi

Mata pelangi itu tak lagi tersenyum. Tatapannya menusuk ke ulu hatiku. Bahkan kali ini, menohok sampai ke jantungku. Aku menunduk. Padahal, aku sempat melihat rembulan hadir menghiasi kerinduannya padaku. Hangat. Ketika ia...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

13 Responses to Dika Sayang Ayah!

  1. I.F 9 February, 2014 at 10:57 pm | | Reply

    Air mataku ampe netes baca nya :D
    Keren (y)

  2. Tyas 27 April, 2014 at 1:02 pm | | Reply

    Kereen banget yaampunn berhasil deeh buat nangis oraang hihi

  3. Vania 27 December, 2014 at 12:19 am | | Reply

    Aduhh…bagus bangett cerpennya, terharu banget!aku baca sampe 3 kali pun tetep sedihh banget bacanya :’D

Leave a Reply