Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Sebuah Baju dan Tiga Baju Khayalan Lain

Aku berdiri menyilangkan kedua tangan di dada. Semua kesusahan selama ini terbayar sudah. Lunas. Tuntas. Orang lain mungkin melirikku setengah mata dengan semua kesuksesan ini. Atau, dengan rumah gubuk dan asap kayu bakar...

Kecuali Aku!

Sepertinya tak ada perempuan yang rela hati sejak kecil belajar menjadi pel*cur. Kecuali aku! Sepertinya tak ada perempuan yang saat tumbuh remaja tak ingin menikmati muda. Kecuali aku! Sepertinya tak ada perempuan yang saat...

Mimpi

Kata orang,kehidupan itu seperti mimpi. Sekejap saja, lalu ia berlalu pergi. Maka, sebagian orang menjalani kehidupannya dalam mimpi—berada di atas lalu jatuh ke bawah lagi, bangkit, lalu naik ke atas lagi.Jika hari ini...

Mak Uti

Dua hari terakhir ini ibuku tak henti menelpon menyuruhku pulang. Aku heran, tak biasanya ibu bertingkah seperti ini. Mengapa tak suruh aku pulang jauh-jauh hari sehingga aku bisa mempersiapkan diri. Lagipula, seminggu lagi...

Biola Callis

Sore ini begitu dingin. Tergengar gemuruh air hujan, juga tercium aroma khas debu yang basah. Saat itu juga, menetes darah dari jari telunjuk Callis yang tergores senar biolanya yang patah. Permainan biolanya-pun ia hentikan....

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

12 Responses to Dika Sayang Ayah!

  1. I.F 9 February, 2014 at 10:57 pm | | Reply

    Air mataku ampe netes baca nya :D
    Keren (y)

  2. Tyas 27 April, 2014 at 1:02 pm | | Reply

    Kereen banget yaampunn berhasil deeh buat nangis oraang hihi

Leave a Reply