Doa Ku Selalu Untuk Mu, Sayang

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 2 March 2016

Marisa Anastasya itulah adik kesayanganku umurnya 18 tahun. Aku biasa memanggilnya dengan sebutan Risa, dia anak yang baik, lucu, dan cantik. Jadi tak heran jika banyak lelaki yang menyukainya. (Aku sering merasa dikalahkan olehnya). Pada sore hari ketika aku sedang membantu ibu memasak, tiba-tiba aku mendengar teriakan yang sangat keras dari kamar Risa.

“Ahhhhh!!!” spontan saja aku bertanya pada ibu.
“Bu. Ibu dengar teriakan Risa gak dari kamarnya barusan?”
“Iya, Mey Ibu dengar kok,”
“Kira-kira Risa kenapa ya, Bu aku jadi penasaran nih, takut Risa kenapa-kenapa,”
“Ya, nih Ibu juga, bagaimana kalau kita lihat sekarang Mey!”
“Ya, Bu ayoo,”

Sesampainya kami di kamar Risa, aku dan ibu dibuat kaget oleh apa yang kami lihat Risa dalam keadaan tidak sadarkan diri dan tangan kanannya memegang perutnya.
“Astagfirulloh Risaaaa. Kamu kenapa sayang?”
“Bu. Risa kenapa Buu?”
“Hiks, hiks, hiks. Ibu juga gak tahu Mey, sebaiknya kamu cari taksi sekarang, kita bawa Risa ke rumah sakit keluarga kita,”
“Baik, Bu Ibu tunggu sini ya!”
“Ya, Mey, cepat ya,”

Sesampainya Risa di rumah sakit, aku segera menghampiri suster jaga, yang ada di sana.
“Sus.. tolong Ade saya Sus, dia pingsan dan sebelumnya dia berteriak kesakitan Sus,”
“Oh, baik De. Di mana dia sekarang?”
“Di lobi, Sus,” Suster itu pun segera mengambil kasur rumah sakit untuk membawa Risa agar segera ditangani dokter.

10 menit kemudian dokter yang menangani Risa ke luar dari ruangan tempat Risa berbaring, aku pun dengan cepat menghampiri dokter itu.
“Dok. Bagaimana keadaan Ade saya?
“Hmm. Ade kamu menderita gagal ginjal,”
“Apa, lalu apakah Ade saya bisa cepat sembuh?”
“Bisa saja, tapi itu pun harus menunggu orang, yang mau mendonorkan ginjalnya untuk Ade kamu,”
Aku pun menceritakan apa yang dikatakan dokter tadi pada ibu, yang sedang menunggu di ruang tunggu, sambil harap-harap cemas. Ibu pun kaget mendengar kabar ini, dan kami akhirnya memutuskan untuk melihat keadaan Risa ke kamar perawatan.

2 bulan kemudian, pihak dari rumah sakit menghubungi ibu.
“Halo, selamat pagi apa benar ini dengan Ibu Linda Purwanto, Ibu dari pasien yang bernama Marisa Anastasya,”
“Ya, benar. Anda siapa ya?”
“Saya Suster Vita Bu,yang menangani Risa selama Risa di rumah sakit,”
“Oh, ya Sus. Ada apa?”
“Begini, Bu. Saya hanya ingin mengabarkan bahwa pihak rumah sakit, sudah mendapatkan pendonor ginjal untuk anak Ibu,”
“Alhamdulilah, kalau begitu kapan opreasinya bisa dilakukan, sus?”
“Besok pagi saja, Ibu bawa Marisa ke mari ya,”
“Oh, baik Sus,”

Detik-detik menjelang operasi.
“Bu.. Mey. Aku takut nih,”
“Jangan takut dong sayang, ini kan demi kesembuhan kami,”
“Ya, Ris. Kamu jangan takut ya, aku yakin kamu bakal sembuh setelah dioperasi nanti,”
“Amin, makasih ya Mey, Bu atas doanya,”
“Ya, sayang doaku selalu untukmu.”

Cerpen Karangan: Dinbel Pertiwi
Facebook: bella.pertiwi7165[-at-]fecbooks.com

Cerpen Doa Ku Selalu Untuk Mu, Sayang merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pergi Tuk Selamanya

Oleh:
Mungkin tak semua orang sama dengan diriku. Aku berbeda sekali dengan mereka. Aku adalah anak pertama dari tiga bersaudara sekaligus cucu pertama dari pihak ayahku. Keberadaanku sangat diharapkan oleh

Dia Tetap Seorang Ayahku

Oleh:
Namaku Sofia Salsabila. Usiaku saat ini 15 tahun saat ini aku duduk di bangku kelas 3 SMP. Aku adalah anak kedua dari 3 bersaudara. Aku mempunyai seorang kakak bernama

Penyesalan Yang Tak Berarti

Oleh:
Penyesalan selalu datang di akhir bila di awal itu adalah pendaftaran. Seperti yang aku alami semua penyesalan ini seakan tiada arti. Selama ini aku selalu sibuk dengan dunia-dunia baruku

Wake Me Up

Oleh:
Jakarta, 19.34 WIB. Gadis itu menatap layar komputernya dengan tatapan kosong. Seolah-olah ada hal buruk yang baru menimpanya. Lima menit yang lalu. Ia merasakan aliran deja vu menghampiri hidupnya.

Laa Tahzan Innallaha Ma’ana

Oleh:
Malam-malamku sebulan terakhir ini bertabur doa lewat istikharah. Doa harapan senantiasa kumohon dalam sujud-sujud wajibku dan qiyamul lail. Semoga Allah segera mengabulkan doaku ini. Egois memang rasanya tak berhak

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *