Dream and Fact (Mimpi dan Kenyataan Selalu Berdampingan)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Motivasi, Cerpen Pendidikan
Lolos moderasi pada: 23 March 2015

Mana mungkin mimpi itu bisa terjadi. Begitulah kata orang orang yang tidak mempercayai akan mimpinya itu. Tapi ada beberapa orang yang berpendapat seperti ini “apa yang kita impikan selama ini pasti akan terjadi jika kita bekerja keras selalu berdoa dan tidak sombong.”
Haiii nama ku syahla putri. Teman teman ku biasa memanggilku lala. Aku adalah anak yang paling beruntung karena masih memeliki orangtua yang lengkap. Aku bahagia sekali bersama keluarga ini walaupun untuk biaya kehidupan sehari hari kami masih sangat cukup. Ayah ku bekerja sebagai driver di salah seorang manager perusahaan terkenal di jakarta dan ibu ku hanya sebagai ibu rumah tangga biasa. Aku mempunyai kakak laki laki yang bernama kak putra, tapiii aku sedih sekali liat kak putra, ia jarang sekali untuk saat ini masuk kuliah padahal papa sudah bekerja keras untuk membiayai kak putra kuliah. Walaupun kak putra seperti itu aku tetap sayang sekali sama dia. Dan sekali lagi aku sangat bersyukur memiliki keluarga ini.

Yeeeaaah, besok adalah hari pertama aku masuk sekolah dan tentunya duduk di bangku kelas 12 SMA. Tidak terasa beberapa bulan lagi aku akan menjadi mahasiswa, aminnn. Aku ingin sekali menjadi dokter. Memang cita cita ku ini seperti anak TK yang sedang ditanya oleh guru nya. Tapi tidak gampang menjadi seorang dokter yang baik. Dari sejak aku SMP cita citaku gak pernah berubah sampai saat ini. Tentunya aku harus masuk di jurusan kedokteran untuk meraih cita citaku ini. Tapiii mana mungkin anak seorang diver yang semuanya serba cukup untuk menjadi seorang dokter. Ahhhh mugkin ini hanya mimipiku saja.

Sudah sebulan aku duduk di bangku kelas 12 ini. Banyak sekali guru guru yang menanyakan mau kemana aku kuliah nanti. Ahh pertanyaan itu adalah pertanyaan yang paling sulit untuk aku jawab. Karena aku masih sangat awam tentang dunia perkuliahan itu. Beberapa guru sudah memberi motivasinya untuk menghadapi un dan lain lain.
Setelah ada guru yang menanyakan hal itu kepada ku, rasanya aku ingin cepat cepat pulang ke rumah dan berdiskusi bersama mama dan papa.

Bel pulang pun akhirnya berbunyi. Aku segera bergegas pulang ke rumah. Ternyata rumah ku terkunci, aku tidak tahu mama dan kakakku kemana. Aku ingin menelpon mama tapi alhasil handphoneku low battery. Akhirnya aku menunggu mama pulang. Waktu sudah menunjukan pukul 4 sore, mama pun akhirnya tiba di rumah. Langsung saja aku berdiskusi dengan mama soal kuliah ku nanti.
“aku ingin sekali megambil jurusan kedokteran untuk meraih cita-citaku. Untuk menolong orang-orang yang sedang membutuhkan. Dan aku rela menolong pasienku tanpa di bayar sepeser pun. Insya allah aku membuat pasien ku senang. Aku berkata
“tidak mudah menjadi seorang dokter, tidak mudah diterima di fakultas kedokteran apalagi biaya untuk fakultas tersebut sangat mahal. Mama harap kamu tidak merepotkan papah mu nanti. Lebih baik kamu ambil pendidikan guru saja. Itu juga pekerjaan yang sangat mulia bisa memeberikan ilmu kepada anak-anak. Allah juga pasti akan senang jika ada umat nya yang memeberikan ilmunya kepada orang lain.” mama berkata dan langsung meninggalkan ku tapi apa daya mama sangat menolak keputusanku

Aku sangat sedih sekali mama tidak mendukung ku mengambil fakutas, tapi malah mengalihkan ke yang lain. Jalan satu satunya aku harus berdiskui dengan papa siapa tahu papa sangat senang aku mengambil fakultas itu.
Sudah aku tunggu tunggu papa pun akhirnya pulang. Aku langsung menghampiri papa yang belum mengganti pakaian nya sehabis pulang kerja.
“pah aku kan sekarang sudah kelas 3 jadi sebentar lagi aku akan masuk ke perguruan tinggi” aku berkata
“iya papah tahu kok” papah berkata
“jadi aku ingin mengambil fakultas kedokteran. Untuk meraih cita citaku pah. Aku ingin sekali membantu orang lain.” aku berkata
“kamu tahu fakultas kedokteran tidak seperti kita yang bisa masuk sana, hanya orang orang yang jenius dan punya banyak uang la, jadi mumpung masih sekarang kamu bisa ganti cita cita mu yang lain, kamu jangan banyak berharap yaa la” papa berakata dan papa langsung masuk kamarnya untuk mengganti pakaian nya.
Lagi lagi aku sedih sekali karena kedua orangtua ku tidak menyetujui akan keputusan ku. Aku sangat bingung, aku tdak tahu apa yang harus aku lakukan. Apakah aku harus mengikuti kata kedua orangtua ku dan apakah aku harus menggpai cita cita ku?

Kini akhirnya aku harus bercerita kepada sahabat sahabatku dan kakakku. Di pagi hari yang sangat cerah ini aku rasanya ingin cepat cepat sampai di sekolah. Karena ada sesuatu yang ingin aku ceritakan kepada sahabat sahabatku. Aku punya 3 sahabat di sekolahku namanya miqia, esa dan albi. Akhirnya tibalah aku di sekolah tetapi aku tidak langsung menemui mereka karena mereka tidak satu kleas dengan ku. Aku membuat janji pada mereka pada jam istirahat di kantin sekolah. Jam pun sudah menunjukan pukul 9 lewat 30 itu tandanya jam istirahat pun berbunyi, tanpa pikir pajang aku langsung berjalan menuju kantin. Tetapi sahabatku belum ada di kantin itu, dan tidak lama aku menunggu mereka pun datang.
“hay laa, ada apa dengan lo kayaknya kelihatan sedih sekali?” albin berkata dan langsung duduk di sebelahku.
“iyaa gue ingin cerita sama kalian tentang kuliah nanti” aku berkata
“yaa sudah lo cerita aja” esa berkata
“eh bentar dulu yaa gue pesen minuman dulu” albin berkata sambil berdiri
“okeee, jadi gini kalian tau kan gue ingin sekali menjai dokter, jadi untuk kuliah nanti gue akan ambil fakultas kedokteran” aku berkata
“iyaa kita tau, terusss?” miqia berkata
“tapii mama dan papa tidak mengizinkan untuk mengambil fakutas itu, malah mama menyuruh gue untuk mengambil fakultas pendidikan guru” aku berkata
“loh kenapa mama dan papa lo tidak mengizinkan mu?” esa berkata lalu albin pun kembali datang.
“iya kata mereka yaaa gituh untuk mendapatkan fakultas itu susah, mahal dan blaa blaa blaaa. Gue bingung harus berbuat apa, masa iya gue harus mengikuti kemauan mama itu sementaraaa…” aku berkata dan albin langsung memotong pembicaraan ku
“menurut gue nih yaaa la, kita gak mungkin kulih di jurusan yang gak kita minati, lo pasti ngerti kan?, jadi lo gak mungkin ambil pendidikan guru kalo lo gak suka sama itu” albin berkata
“nahhh la gue setuju apa kata albin, jadi lo yakin aja sama keputusan yang udah lo ambil, dan lo harus mempertanggung jwab kan semuanya laaa. Kalo emang lo yakin” esa berkata dengan tegasnya
“iya la jadi lo jangan patah semangat, semangat terus laaa gue yakin lo bisa tapi lo harus banyak banyak berdoa juga” miqia berkata
“jadi menrut kalian gituh, keee terima kasih ya teman teman sudah mendengarkan dan memberi solusi” aku berkata
“iyaaa la kita kan sahabat, sahabat itu selalu ada dimana kita lagi susah mau senang” albin berkata
“iyaa laaa hehehe, ehh makan yuk” esa berkata
“ohh iyaa sampai lupa nih” aku berkata
Lalu kami pun bercanda senda gurau di kantin.

Yaaa pendapat sahabat sahabatku sepertinya sangat mendukung ku. Aku harus mengikuti kata hati ku dan menggapai cita-citaku. Aku tidak mungkin mengambil fakultas yang tidak aku minati, hal itu akan membuatku malas dalam kuliah ku nanti.

Ya akhirnya aku tetap pada pada pilihan ku. Apa pun yang terjadi!! Walaupun papa dan mama tidak menyetujui nya. Akan aku buktikan kepada kedua orangtua ku. Yang aku lakukan untuk saat ini adalah semangat tekun dalam belajar selalu berdoa dan tidak bleh sombong. Aku akan selalu berjuang untuk menggapai cita citaku.

8 bulan pun sudah berlalu. Saatnya aku mengikuti ujian nasional. Semoga tidak akan sia sia hampir 3 tahun mengikuti pelajaran. Semoga hasilnya sangat memuaskan.

2 minggu kemudian aku mengikuti test snmptn yaitu seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri. Yaaa aku ambil fakultas kedokteran di unpad dan di undip. Semoga perjuangan ku selama ini tidak akan sia sia aminnn.

Sudah sampai saat ini mama dan papa belum mnyetujui hasil keputusan ku. Aku sangat takut sekali kalau seandainya aku tidak masuk di kedua universitas itu.

1 bulan pun berlalu. Besok adalah pengumuman hasil snmptn. Seandainya aku tidak diterima yaaa aku akan mengikuti kemauan mama untuk mengambil fakultas pendidikan guru. Kini jam sudah menunjukam pukul 12 lewat 30 malam yang artinya ini dimana hari hasil snmptn. Aku sudah tidak sabar mengetahui hasil tersebut. Aku buka web snmpn itu lalu login dan aku ketik nama ku dan tanggal lahir ku lalu aku enter. Dan ternyata hasilnya aku lolos test itu di universitas padjajaran bandung.
Alhamdulillah sangat terharu aku membacanya. Langsung aja aku bergegas membangunkan kedua orangtuaku yang sedang tertidur lelap di malam hari. Alhamdulillah kedua orangtua ku sangat senang dan bangga kepadaku. Aku bisa membuktikan kepada kedua orangtua ku. Alhamdulillah perjuanganku selama ini sudah berhasil. Aku akan terus berjuang lagi di kuliah nanti. Makasi ya allah sudah mendengarkan kan doa doa ku.

Dulu hanya mimpi dan khayalan akhirnya semuanya menjadi nyata. Jika kita berjuang, mempertahankan apa yang sudah kita inginkan walaupun banyak sekali terjangan yang harus kita lewati dan tentunya kita selalu bersujud dan berserah diri kepada allah swt.

Cerpen Karangan: Eka Deviana
Twitter: @ekadevr
nama saya eka deviana. umur saya 17 tahun. rumah saya di depok 🙂

Cerpen Dream and Fact (Mimpi dan Kenyataan Selalu Berdampingan) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Konser Amal

Oleh:
Andini Nabila. Dia adalah seorang gadis kecil yang terlahir di Makassar pada 23 April 2003. Andini atau yang biasanya dipanggil Andin adalah gadis dengan rambut panjang sebahu berwarna hitam.

Kebahagiaan Jessy

Oleh:
Siang ini, Jessy sedang membantu Ibunya membuat Cake di Toko Ibunya. “Klinting….” suara bel tanda pelanggan masuk. “Jessy.. Bantu Ibu melayani pelanggan!” teriak Ibu. “Baik Bu.” kata Jessy lesu.

Mengalun

Oleh:
Tap… tap… 1… 2… 3… tap… tap… 1… 2… 3… 4… angkat tangan kanan. Turunkan. Seblak. 1… 2… tap… tap… Semua gerakan itu terlihat sempurna di mataku, benar-benar menyatu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *