Dunia Akademik or Dunia Seni?

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 26 May 2018

Hmmm… inilah aku
Seperti biasa rutinitasku bangun pagi sarapan tanpa ayah dan ibuku, pergi ke sekolah sama supirku dan di rumah juga ada bi mita pembantuku yang sangat ramah, orangtuanya sudah meninggal dan ia sebatang kara, ibuku pun menjadikannya pembantu di rumahku.

Sepulang sekolah, kuganti bajuku, makan siang dan les.
Aku tidak terlalu suka dunia musik ataupun seni, entah kenapa dunia itu tidak ada dalam benakku. Ibu menyuruhku untuk les piano, tapi aku tidak mau ibu bilang bahwa dunia musik itu sangat menentramkan hati katanya.

Aku lebih suka dunia Akademik meskipun nilaiku tidak tinggi khususnya Matematika. Tidak apa apalah yang penting aku sangat menikmati hal ini daripada piano yang hanya alunan setiap tekanannya membosankan buatku. Aku lebih suka ini, akademik yang membuatku menantang dalam hidup.

Ibuku tidak ada di sampingku, begitu juga ayahku. Aku sangat kesepian karena hal itu, aku tau mereka bekerja keras untukku. Ayah dan Ibuku selalu pulang larut malam, Walaupun begitu aku sangat menyayangi kedua orangtuaku, khususnya Ibuku. Jika saja ada Ibu mungkin nilai matematikaku tinggi, bagaimana tidak Ibuku adalah seorang akuntan. Aku juga bercita cita menjadi akuntan.

Tetapi Ibu malah mendorongku menyelami dunia seni, kata Ibu biar ada warna dalam keluarga kita. Ya kulihat Ibu sangat menyukai dunia seni tapi entah kenapa dia memasuki dunia akuntan yang isinya angka angka, penuh pertanyaan.

Katanya nenekku, menyuruh ibuku belajar giat menjadi seorang akuntan, mungkin nenekku ingin menjadi akuntan tapi nggak lulus seleksi saat masuk Universitas bergengsi di Indonesia yaitu UI. Jadinya nenek menyuruh anaknya untuk menjadi akuntan, hal yang sama dilakukan ibuku.

Suatu ketika ada seseorang yang mengirimkanku sebuah pesan,
“Dengan Ilmu, hidup menjadi mudah
Dengan Seni, hidup menjadi indah
Dengan Agama, hidup menjadi terarah dan bermakna”

Itu adalah Pesan dari Ibu dan aku pun menjawab,

“Terimakasih bu, atas nasihatnya…
Tetapi bu, mengapa tidak Ibu masukkan
Dengan keluarga, hidup menjadi sempurna”

Ibu hanya menjawab dengan emoticon tersenyum.
Lalu tiba tiba Ibu meneleponku dan bertanya bagaiman kabarku, dan ayah dan ibu ingin bertemu denganku..
Ibu bilang dia sangat sibuk dan hari ini, dan ibu bilang akan selalu bersama denganku begitupun Ayah.

Dan saat ini aku telah kuliah di Salah satu Universitas di kotaku, Aku mengambil jurusan Akuntansi. Entah kenapa Nilai Matematikaku tinggi mungkin karena Ibu selalu di sampingku.

Aku pun bahagia, dan itu akan menjadi kenangan dalam hidupku. Menurutku, Dunia Akademik ataupun Seni sama sama penting dalam hidup. Seperti pesan ibuku,
“Dengan Ilmu, hidup menjadi mudah
Dengan Seni, hidup menjadi indah
Dengan Agama hidup menjadi terarah dan bermakna”.

Aku pun menambahkan “Dengan Keluarga, hidup menjadi sempurna”

End

Cerpen Karangan: Heni Pratiwi
Facebook: Heni Pratiwi

Cerpen Dunia Akademik or Dunia Seni? merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tangisan Seorang Ibu

Oleh:
Namaku Adinda Adya Shinta, kalian bisa memanggilku Dinda, aku sekarang ini masih duduk di bangku kelas 1 SMP, aku tinggal bersama ayah dan ibuku, kebetulan aku anak tunggal loh.

Pentakosta

Oleh:
Bersimpuh dan bersujud memanjatkan doa serta lagu pujian di hadapan altar Allah. Aku merasakan ada sebuah cahaya yang begitu terang dan membuat hati begitu gundah. Apakah sosok Tuhan hadir

Senandung Rindu

Oleh:
Ingin kupetik bintang yang bertabur di langit malam, lalu kugenggam erat. Kudekap, kusimpan di sudut jemari agar suatu saat bila aku kembali, kupersembahkan untukmu bunda. Lihatlah cahaya yang ditumpahkan

Trouble of Sisters (Part 1)

Oleh:
Rambut hitam terurainya, hidung mancung bak putri bangsawan, kulitnya yang putih seputih salju, dan kaki jenjangnya yang bagaikan gadis remaja 17 tahun. Dia adalah Emely, penyanyi cilik profesional yang

Misteri Sebuah Lukisan (Part 1)

Oleh:
Seperti pagi ini mentari sudah menempati janjinya menyinari bumi tanpa menuntut balas… “jelita… Kamu mau kemana pagi-pagi udah cantik begini..” tiba-tiba mama sudah berada di sampingku ketika aku selesai

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *