Emakku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 7 December 2017

Malam ini saudaraku yang dokter memvonis kebocoran jantung emakku, aku mengajak anak anakku untuk bersikap biasa seperti tak ada hal yang serius. Anakku yang pertama mulai menangis, dari kecil si sulung ini memang cengeng dan sensitif. Anakku yang ke 2 mulai googling makanan apa yang baik untuk emakku, terus pulang membawa buah yang katanya baik untuk jantung emak.

Pagi ini mataku mulai sembab, aku tak yakin emak tau, matanya mulai sulit untuk melihat dengan jelas dengan usianya yang genap 80 tahun di bulan juni ini. Hari ke 2 sejak semalam emakku makin berasa sesak, susah tidur, hilang nafsu makan dan mulai enggan minum obat.

Sudah 22 tahun lalu sejak anakku lahir, aku merubah panggilan untuk mamaku menjadi emak. Membiasakan bidadari dan pangeran kecilku bahwa ada sosok lain selain ibu yang menyayanginya. Mamaku, nenek dari anak anakku, emak kami biasa memanggilnya.

Emak suka masak, dan itu tak menurun padaku. Setiap hari raya lebaran semua masakan dan kue khas lebaran tersaji di meja. Ketupat, sayur godog, rendang, opor, ayam goreng, sambel goreng ati ampla, kue nastar, kastengel, lidah kucing dan sebagainya, semua dibuat emak dengan tangannya. Sesekali aku berharap emakku memintaku untuk membeli, tapi itu tak pernah terjadi. Emakku begitu suka berkutat di dapur dan memanggil kami semua anak dan cucunya ke dapur.

Sakitnya darah tinggi, sejak 10 tahun lalu obat darah tinggi menjadi daftar tetap dan tak pernah berhenti dikonsumsi.
Usianya yang bertambah tak juga mau untuk tinggal bersamaku, emak begitu mencinta rumah tua berpagar coklat bercat krem itu. Kami memiliki tanah luas di belakang dimana ada pohon rambutan yang tak pernah absen untuk berbuah, buahnya yang manis dan kering selalu menjadi favorit emak untuk membujuk aku dan anakku untuk datang tentu selain masakannya. Ketika kami datang emak telah mengupasnya dan menyimpannya di kulkas, sehingga kami anak dan cucunya tak perlu repot repot. Ahh emakku memang luar biasa.

Beberapa tahun terakhir, sejak emakku sulit berjalan. kami tak pernah pergi ke luar kota. Kami tak pernah tega untuk meninggalkannya sendirian. Jika harus pergi harus ada yang ditinggal untuk menemani emak. Kadang pergi bergantian, tapi jangan tanya kalau emak diajak jalan untuk pulang kampung, pasti semangat. Otomatis jalan jalan rutin keluarga kami adalah pulang kampung.

Emakku, aku amat mencintainya. Aku percaya dengan sakit ini, Tuhan sedang menghapuskan dosa dosa emakku. Emakku sedang disayang Tuhan

Cerpen Karangan: Yayah Rohayati

Cerpen Emakku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Pertama

Oleh:
Bunyi burung yang berkicau begitu indah, ditambah lagi langit yang mendung menambah kan hawa yang sejuk di pagi ini… “Eh ra lo gak papa tuh ngeliatin doi lagi sama

Jangan Petik Mawar

Oleh:
“Apa yang dapat aku sukai dari setangkai bunga? Mencintai bunga hanya perlambang lemahnya seorang perempuan. Bunga bukanlah identitasku sebagai perempuan. Aku menolak mencintai bunga, bukan lantaran aku membenci keindahan,

Jalan Gelap

Oleh:
Di malam yang indah itu, beribu bintang berjatuhan di atas langit. Putihnya salju membekukan duniaku. Di atas bumi yang gelap itu, aku harus berpisah dengannya. setelah mengucapkan salam perpisahan,

Happines With Love

Oleh:
Pagi ini seperti biasa aku bangun pagi untuk sekolah ku tercinta. Tapi sepertinya pagi ini perut gua mules-mules dan aku malas sekali untuk sekolah. So, aku keluarkan lah akting

Mentari Yang Belum Bisa Bersinar

Oleh:
Tuhan Maha Kuasa, sadarkah kita? semua yang diberikannya adalah benar yang terbaik untuk kita. Perlahan mulai ku sadari itu. Banyak sekali pikiran yang berkecamuk di benakku belakangan ini. Tidak

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *