Fantastic Holiday

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Liburan
Lolos moderasi pada: 27 December 2015

Tanggal 30 Desember 2014, aku dan keluargaku pergi liburan bersama. Kami sepakat untuk pergi ke Padang, Sumbar. Pukul 5 pagi, aku dan adikku bangun. Kami merapikan tempat tidur, cuci muka, wudu lalu salat. Setelah itu, kami mandi bergantian. Aku mandi pertama setelah itu adikku dan seterusnya. Aku memakai baju merah, rok jeans biru dan jilbab merah. Lalu, kami menunggu mobil kakekku. Sekitar 2 menit kemudian, mobil kakekku datang.

Kami langsung masuk ke dalam mobil dan membaca doa ke luar rumah dan berangkat. Sesampainya di bandara, kami mencari trolley untuk menaruh koper. Setelah itu, kami berpamitan dengan kakekku dan masuk ke dalam untuk menaruh barang yang akan ditaruh di bagasi pesawat. Kami pun menuju ruang tunggu A7 dan menunggu pesawat datang. Karena tahu pesawatnya akan sampai 5 menit lagi, aku sekeluarga pun Selfie memakai Tongsis Oranyeku. Pesawat yang membawaku dan keluargaku masuk ke dalam pesawat.

Kami mencari tempat duduk nomor 21 A, B, C dan D. Aha! Dapat! Kami langsung duduk. Aku berada di tempat duduk paling ujung. Perjalanan menuju Padang memakan waktu 1 jam. Aku hanya memakan permenku. Saat aku melihat ke jendela pesawat, aku melihat bukit-bukit yang tinggi dengan ditumbuhi pepohonan hijau yang masih asri. Ternyata, itu adalah Bukit Barisan yang berjejeran di sepanjang pinggiran pulau Sumatera. Beberapa menit kemudian, kami sudah mendarat di Bandar Udara Internasional Minangkabau. Kami turun dari pesawat. Aku meminta ayahku untuk memotoku di samping pesawat.

Setelah itu, kami masuk ke dalam bandara untuk mengambil koper dan mencari trolley. Setelah itu, kami mencari tante Arin, teman ayah. Setelah bertemu, kami disuruh masuk ke dalam mobil tante Arin. Tante Arin mengantar kami ke Car Wash dekat bandara untuk bertemu om Rizal dan mengambil mobil yang ayahku sewa. Setelah bertemu om Rizal, kami pergi mencari tempat makan Lapau Mak Apuak. Aku hanya makan sedikit karena aku kurang menyukai makanannya. Setelah itu, kami pergi mencari tempat untuk makan… Durian!!! Durian ini langganan tante Arin dan om Rizal, namanya Uni Durian. Tempatnya di pinggir jalan lintas Padang-Bukittinggi.

Saat sampai di tempat, kami semua ke luar dari mobil kecuali Marsha, adikku. Dia tidak suka bau dan rasa Durian. Kami langsung duduk di tempat dan memesan 5 buah Durian ditambah 5 piring pulut. Hmm.. Yummy!!! Setelah kenyang, kami kembali ke Car Wash untuk mengambil mobil yang ayahku sewa. Setelah itu, kami pergi ke hotel Mercure Padang. Kami langsung check-in kamar dan masuk ke dalam kamar. Kamarnya sangat luas. Tante Arin dan om Rizal pamit untuk pulang sebentar untuk istirahat. Kami pun istirahat di dalam kamar. Zzz..zzz..zzz.

Jam 18:30, kami sudah siap untuk pergi lagi dengan tante Arin. Kali ini, tante Arin membawa anak-anaknya. Saat mobil tante Arin datang, kami langsung mengikuti mobil itu menuju tempat makan Iko Gantinyo, yang menjual pempek, sate padang -pastinya- dan lainnya. Dan yang paling penting adalah.. Es Durian!! Sampai di sana, kami langsung mencari tempat duduk. Aku memesan Sate Padang dan Es Durian Spesial. Pesanan datang! Kami langsung menyantap santapan kami masing-masing. Benar-benar santapan yang enak!

Setelah kenyang, kami pergi ke minimarket dekat tempat makan itu untuk membeli camilan. Setelah itu, kami kembali ke mobil dan pulang ke hotel. Sampai di sana, aku mengajak Nisa dan Fardhan, anak tante Arin ke kamar. Di sana, kami bermain bersama ditemani Uni Yenti. Pukul 21:53, kami kembali turun ke lantai bawah. Setelah itu, keluarga tante Arin berpamitan untuk pulang karena besok juga kami akan pergi ke Bukit tinggi. Kami kembali ke kamar untuk membersihkan tubuh dan mengganti baju tidur. Setelah itu, kami tidur. Selamat Malam! Zzz..zzz..zzz..

Pukul 6 pagi, aku dan adikku bangun. Kami mandi dan mengganti baju. Aku memakai baju biru, rok jeans biru dan jilbab biru. Setelah itu, kami pergi ke tempat makan Ketupat Sayur Mama Bet. Rasanya sangat enak. Setelah itu, kami kembali ke hotel. Sesampainya di sana, kami beres-beres, memasukkan koper ke dalam mobil dan check-out. Lalu, kami berangkat ke Bukittinggi. Saat kami sampai di jalan lintas Padang-Bukittinggi, kami lurus terus. Kami melihat pemandangan yang indah. Ada Gunung, bukit-bukit, sawah dan lainnya. Oh ya, kami akan pergi ke Air Terjun Anai Valley.

Yeah! Aku penasaran dengan Air Terjun yang ASLI! Perjalanannya memakan waktu 30 menit atau setengah jam dari Gunung yang ada difoto. SRRR..SRRR.. Eh! Bunyi apa itu? Wah.. wah.. wah.. ternyata itu suara Air Terjun. Yeay! Kita sudah sampai! Kami turun dari mobil dan pergi untuk melihat dengan dekat Air Terjun Anai Valley ini. Kami berfoto-foto dengan Tongsis. BRR…. Airnya benar-benar dingin sekali. Setelah puas berfoto-foto, kami melanjutkan perjalanan menuju Padang Panjang. Di sana, kami makan Sate Padang Mak Syukur. Setelah kenyang, kami langsung melanjutkan perjalanan menuju Bukit tinggi.

Perjalanannya memakan waktu 45 menit. Saat sampai di Bukit tinggi.. Wuidiiih!! Rami bana! Hampir semua hotel yang dekat Jam Gadang penuh. Untung saja kami mendapat hotel Gran Malindo. Kami langsung istirahat. Lalu, kami mengganti baju karena kami akan makan malam di lantai bawah. Aku makan nasi ayam goreng. Makanannya sangat lezat. Aku sangat suka. Walaupun hanya minum air mineral. Setelah itu, akan ada games ala hotel ini. Games-nya sangat seru dan sama seperti permainan Bingo. Kami tidak menang. Ya, itu tidak masalah! Setelah selesai, kami pergi ke luar hotel untuk pergi ke Jam Gadang.

Kami berjalan kaki sekalian mencari Bendi. Kami masuk ke kawasan Jam Gadang. Wow! Lebih ramai! Ada yang membawa tikar, tidur-tiduran di sana dan lainnya. Kami berfoto-foto di depan Jam Gadang. Setelah itu, kami ke luar dari kawasan Jam Gadang. Lalu, kami makan Sate Padang dekat situ. Setelah itu, kami pulang ke hotel. Tidak ada Bendi, jadi adikku yang sudah lelah naik ke punggung ayahku. Aku memarahi dia karena aku kasihan dengan ayahku yang sudah letih menggendong adikku yang berat. Sesampainya di hotel, kami bersih-bersih, mengganti baju dan tidur.

Aku dan adikku bangun jam 8 karena semalam bergadang. Kami mandi dan ganti baju. Setelah itu, kami turun ke lantai bawah untuk sarapan. Aku sarapan Roti bakar selai stroberi. Setelah selesai, kami naik ke atas dan beres-beres, memasukkan koper ke dalam mobil dan check-out -lagi. Setelah itu, kami pergi ke Panorama dan Lubang Jepang. Sayangnya, saat mau masuk aku muntah. Entah kenapa, mungkin karena masuk angin. Setelah itu, kami masuk ke dalam. Pemandangannya sangat berbeda. Maksudnya, lebih indah.

Kami melanjutkan perjalanan. Di ujungnya, ada monyet. Aku langsung mendekatkan diri ke samping ibuku. Ayahku membeli kacang tanah lalu, memberikannya. Setelah itu, kami pergi ke Lobang Jepang. Kata ibuku, lobangnya sangat dalam. Karena aku tidak kuat, jadi kami tidak masuk ke dalam. Setelah selesai berfoto-foto, kami ke luar dari kawasan Lobang Jepang menuju mobil dan ku lihat, Bendi! Kami langsung menaikinya. Adikku langsung bersorak, “Horeee! Akhirnya naik Bendi!” Kami sangat menikmati pemandangan yang sangat indah. Jalanannya sangat ramai. Tapi, tidak mengganggu pemandangan.

Setelah puas berkeliling, kami kembali ke tempat parkiran Lobang Jepang. Setelah itu, kami pergi ke tempat makan Itiak Lado Mudo dengan view Ngarai. Setelah itu, kami pergi ke Danau Maninjau yang melewati Kelok 44. Perjalanan menuju Danau Maninjau sangat berkelok. Ya, karena namanya Kelok 44. Saat tiba di bawah, ternyata jalan raya. Kami memutuskan untuk
naik ke atas lagi, karena takut kemalaman pergi ke Payakumbuh. Pastinya, kami harus melewati Kelok 44. Adikku sudah stress duluan. Setelah melewati Kelok 44 yang banyak itu, kami lanjut pergi ke Payakumbuh.

Perjalanannya cukup lama. Di sepanjang jalan menuju Payakumbuh, banyak yang menjual.. Durian! Sayangnya, perutku masih mulas jadi aku Bad Mood. Ayahku membeli 3 buah Durian dan tentunya sudah dipotong. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan. Kami sampai di sana jam 17:30, dan mencari hotel. Setelah mencari, kami mendapat hotel Kolivera. Kami langsung check-in -lagi- dan masuk ke kamar. Ternyata, bukan cuma pemandangan di luar hotelnya yang bagus, tapi dalamnya juga bagus! Kamarnya sama seperti kamar rumahan, ada ruang tamu. Pokoknya, keren deh!

Aku langsung bersih-bersih dan mengganti baju. Kami akan makan Sate Danguang-Danguang. Setelah semua selesai, kami pergi. Sampai sana, aku makan Mie Goreng saja. Aku sedang Bad Mood makan Sate. Setelah kenyang, kami kembali ke hotel. Aku dan adikku cepat-cepat mengganti baju untuk tidur. Tapi sebelumnya, kami menonton TV dan mengganti channel Trans 7 yang acaranya ILC ( Indonesia Lawak Cruise ) Acara sangat lucu. Jam 9, aku dan adikku tidur. Zzz..zzz..zzz..

Jam 8, aku dan adikku bangun. Kami mandi, ganti baju dan siap-siap untuk sarapan. Aku makan Nasi Goreng dicampur sedikit Mie Goreng dan Roti Bakar selai Stroberi. Setelah itu, kami kembali kekamar, beres-beres, memasukkan koper kedalam mobil dan check-out. Rencananya, kami akan kembali ke Padang. Tapi sebelumnya, kami akan pergi ke Harau Valley dan Istano Basa Pagaruyung. Kami akan pergi ke Pasar Ibuh Barat untuk membeli oleh-oleh.

Setelah itu, kami pergi ke Harau Valley. Tempatnya sangat indah, sejuk dan keren. Kami pergi ke arah Air Terjun Harau Valley. Aku dan adikku bermain air. BRR.. Airnya sangat dingin. Kami hanya bermain beberapa menit. Tiba-tiba, air hujan menitik sedikit demi sedikit. Kami pun menyudahi permainan air. Kami berlari ke arah tempat duduk orangtuaku dan kami berempat berlari mencari tempat berteduh. Kami pun berlari menuju mobil kami. Karena hujan, kami tidak jadi ke Pagaruyung. Kami langsung pulang ke Padang. Perjalanannya lamaaaa… sekali.

Aku sempat tidur beberapa kali. Hoam.. Eh, ternyata kita hampir sampai di Padang. Aku pun bersorak dalam hati. Sekitar 30 menit, kami sudah sampai di Padang. Om Rizal mengajak kami makan seafood di Puja. Tapi, entah kenapa aku merasa mulas lagi. Aku tidak mau makan. Padahal kami sudah sampai di Restoran Puja. Awalnya, aku tidak mau turun dari mobil. Tapi lama kelamaan aku diajak turun, jadinya aku mau turun. Aku memakai jaketku dan ke luar dari mobil. Kami pun duduk di meja yang telah dipilih. Aku tidak mau makan, minum saja aku tidak mau. Aku hanya tidur dengan tangan sebagai pangkuanku di atas meja.

Lama kelamaan, aku merasa akan muntah. Aku berkata pada ayahku, aku ingin muntah. Aku dibawa ke mobil untuk mengambil kantong muntah yang sudah disediakan dari awal. Aku pun muntah. Aku menetap di mobil. Aku meminta untuk pergi ke hotel yang sudah kami booking, Ibis Hotel. Kami pun langsung kesana. Setelah check-in, aku langsung merebahkan diri di kasur. Rasanya sudah mulai mendingan. Ayahku, Ibuku, tante Arin, dan om Rizal, pergi mengelilingi hotel. Aku, Nisa, Fardhan, dan Marsha bermain dalam kamar. Karena waktu sudah larut malam, jadi Nisa dan Fardhan pulang. Kami pun bersih-bersih, mengganti baju dan tidur.

Esoknya, kami bangun. Kami mandi, ganti baju dan siap-siap untuk sarapan di Roof Floor (RF). Pemandangannya, luar biasa! Aku makan Roti bakar selai stoberi dan bluberi dan omelet. Hmm… Yummy sekali. Setelah itu, kami balik ke kamar untuk mengganti baju renang. Hari ini, aku, Marsha dan ayahku akan berenang di kolam renang Ibis. Katanya, Nisa dan Fardhan akan ikutan berenang bersama. Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya mereka datang. Kami pun berenang bersama. Kami berenang hampir 2 jam.

Kami mandi di kamar biar lebih mudah. Setelah semua sudah mandi dan mengganti baju, aku, Nisa, Fardhan dan Marsha bermain. Setelah itu, kami beres-beres, memasukkan koper dalam mobil dan check-out. Karena kami akan makan Es Teba/Es Cendol di Jalan Patimura. Aku memesan Mie Ayam dan Es Cendol. Aku tidak jadi memakan es Cendol karena, setelah melihat cendol merah. Aku jadi terbayang yang aneh-aneh. Begitu juga Nisa dan Fardhan. Marsha tidak karena dia tidak memesan es cendol. Aku minta dibungkuskan saja.

Setelah ku pikir-pikir, jika dibungkus sama saja aku tidak akan memakannya. Jadi, aku berikan kepada pengemis di dekat tempat cendol itu. Es Cendol ada 3 bungkus, dan pas pula, di depan ada 3 orang. Alhasil, habislah es Cendol yang ku bagikan. Setelah itu, kami lanjut pergi ke Bandara, karena memang hari itu aku pulang ke Batam. Yah! Gak ketemu Nisa lagi deh. Setelah sampai di Bandara, kami pergi ke tempat makan karena Marsha lapar. Kami semua hanya memesan minum, Marsha memesan Mie Goreng. Selang beberapa menit, pesawat yang kami tunggu pun datang.

Kami pun berpisah. Sebelumnya, kami berfoto bersama. Dan setelah itu, berpisah. Setelah semua siap, kami naik pesawat. Dalam hati aku membaca doa semoga selamat sampai tujuan. Pesawat pun lepas landas. Goodbye Padang, Goodbye Nisa and Fardhan. I’ll miss you all! Sesampainya di Batam, kami dijemput kakek. Kami mengambil barang dan pulang kerumah. Setelah itu, melakukan kegiatan seperti biasa. Pengalaman itu adalah, pengalaman yang tak akan terlupakan, selamanya!

Cerpen Karangan: Kim Jiyeong
Annyeong! Nama asliku Adara Nayla R. F. Cerpen ini cerpen pertama yang aku kirim! Sepertinya masih terlalu kekanak-kanakan tapi, aku kehabisan ide jadi inilah ceritanya. Selamat membaca, Gomawo.

Cerpen Fantastic Holiday merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hadiah Ulang Tahunku

Oleh:
Aku tersenyum sumringah menatap kalender di dinding kamarku. Segera saja, aku berlari menuju kamar Ibu dan Ayah. Mereka berdua, yang sedang sibuk dengan ponselnya masing-masing terkejut melihatku mendobrak pintu

The Father

Oleh:
“kak… pesan beliau, ia ingin kau yang memandikannya!” suara lirih dengan isak tangis berdenging-denging di telinga Daffa, sesekali dalam lamunannya ia tampak kesal, marah, jengkel, dan ia pun mengacak-acak

Goresan Pena Ayah

Oleh:
Dunia ini terasa berhenti, ketika Zahra harus siap menerima kenyataan pahit, memiliki seorang Ayah dengan keadaan cacat. Keinginannya mempunyai seorang Ayah yang lebih sempurna, seseorang yang tak cacat seperti

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *