Finally, I Know

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 27 April 2018

Perkenalkan namaku Margaretha Putri Shilla. Teman-teman bisa memanggilku Putri. Di usiaku yang ke 12 tahun ini, aku hidup dengan kesendirian tanpa teman. Kedua orangtuaku melarangku untuk bersekolah di sekolah umum. Mereka membayar seorang guru untuk mengajarkanku di rumah, ‘home scholling’ itu lebih tepatnya. Aku tak tahu mengapa ibu dan ayah melarangku, tapi.. itulah yang terjadi saat ini.

“Putri jangan lupa jam 2 siang nanti gurumu akan datang”
“Baik bu”

Aku tak bahagia. Tentu saja. Aku tak punya kawan untuk diajak bermain. Tak punya sahabat untuk berbagi cerita. Tak punya siapapun untuk berbagi keluh dan kesah. Bukankah manusia itu makhluk sosial? lalu mengapa aku dilarang untuk berhubungan sosial?. Bahkan aku tak kenal siapapun di kompleks perumahanku ini ‘nihil’ tak seorang pun.

Keesokan harinya aku dan ibu pergi menuju toko buku. Ibu mengendarai mobil dan aku duduk tepat di sampingnya. Di perjalanan pulang aku melihat beberapa anak berseragam merah putih sedang berlari bubar dari pintu gerbang sekolah.

“Ibu bisakah kita berhenti sebentar”
“Untuk apa?”
“Aku hanya ingin melihat anak-anak itu”, ucapku sambil menunjuk segerombolan anak-anak yang sedang berlari.
“Sudahlah.. lebih baik kita pulang sekarang. Banyak hal yang harus ibu lakukan”

Malam harinya aku, ibu dan ayah sedang makan malam bersama. Malam ini aku akan mengutarakan keinginanku. Meskipun sudah berkali-kali ditolak. Semoga malam ini ibu dan ayah bisa menerimanya.

“Ibu, ayah aku ingin bicara”, ucapku tenang
“Ada apa Putri?”, tanya ibu
“Aku… aku ingin bersekolah layaknya anak-anak seusiaku. Aku kesepian. Aku ingin memiliki teman”
“Bukankah ibu dan ayah adalah temanmu juga”
“Tapi..”
“Sudahlah lebih baik kau kembali ke kamarmu”

Sedih, tentu itu yang aku rasakan. Kubenamkan wajahku di bantal, dan menangis sejadi-jadinya. Ya tuhan tolong bantu aku.. aku ingin bersekolah.
Kurasakan ada seseorang yang mengetuk pintu kamarku dan duduk di pinggir ranjangku. Ibu. Aku melihat ibu sedang menangis.

“Ibu kenapa?” tanyaku sesegukkan
“Putri maafkan ibu. Maaf bila semua yang ibu lakukan salah. Maaf karena ibu membuatmu menangis”
“Ibu jangan seperti ini”
“Putri sebenarnya.. ibu melarangmu bersekolah karena ibu memiliki alasan nak”
“Alasan apa bu? kenapa?”
“Sebenarnya kau memiliki seorang kakak perempuan. Nadia namanya. Kalian memiliki usia yang tepaut jauh. Jauh sebelum kau lahir, kakakmu Nadia telah meninggal. Ia meninggal karena bunuh diri. Ia melompat dari atap gedung sekolahnya. Kakakmu.. ia selalu dijadikan bahan bullyan teman-temannya. Ibu sudah menyuruhnya untuk pindah. Tapi, ia tak mau. Hal mengenaskan itu pun terjadi. Itulah sebabnya ibu tak mengizinkanmu bersekolah Putri”

Aku tak bisa menahan menahan air mataku. Butiran bening itu mengalir begitu saja. Jujur, aku tak tahu bila aku mempunyai seorang kakak. Aku tak tahu ibu pernah mengalami hal seperti ini. Tapi.. aku tak bisa mengurungkan niatku untuk bersekolah. Aku akan meyakinkan ibu bahwa hal serupa tak akan terjadi padaku.

“Ibu percayalah aku akan bisa menjaga diriku. Aku akan mempunyai banyak teman di sekolah baruku”, ucapku meyakinkan
“Tapi sayang..”
“Ibu percaya padaku kan?”
“Baiklah ibu percaya”

Semenjak kejadian malam itu ibu mengizinkan aku untuk bersekolah. Rasanya bahagia sekali bisa menimba ilmu dengan cara yang aku inginkan. Aku memiliki banyak di sekolah baru ku. Mitha, Cinta, dan Laras adalah sahabat-sahabatku. Meskipun awalnya terasa asing bagiku. Tapi… aku bisa menjalaninya dengan baik.

Dan pada akhirnya sekarang aku tahu. Aku tahu mengenai kejadian masa lalu yang dialami kakak, aku tahu bagaimana rasanya memiliki sahabat. Finally, I know…

End

Cerpen Karangan: Yola Junita
Blog: yolajunita.blogspot.com
Hi~ teman-teman semua. Perkenalkan nama ku Yola Junita. Usiaku saat ini menginjak 15 tahun. Benih-benih ingin menjadi penulis kembali muncul dalam impianku, dan aku sedang berusaha untuk mewujudkannya. Dengan terus berlatih dan menghasilkan karya-karya, yang mungkin memang belum seberapa untuk seorang pemula sepertiku. Aku bersekolah di SMKN 1 Bogor. Semoga kita dapat berteman dengan baik. Jangan lupa kunjungi bolgku di yolajunita.blogspot.com. Terimakasih untuk perhatiannya, dan yang telah membaca cerpen buatanku. Gamsahamnida

Cerpen Finally, I Know merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Akhiri Saja

Oleh:
“Maaf ya Raf, gue gak bisa. Ini terlalu cepat buat gue. Gue gak mau semuanya buru-buru. Masih ada banyak waktu…” Damn! Denger dia ngomong kayak gitu, berarti dia nolak

Ternyata, Sahabat Dunia Mayaku

Oleh:
Aku membuka facebookku. Namaku Lia. Aku suka membuka facebook. “Kak… tolong buatkan Ila susu!” pinta adikku. Aku segera membuatkannya susu. Setelah itu, aku kembali mengurusi Facebook. Keesokan harinya… “Heh,

Adakah Kedamaian Untukku?

Oleh:
Sudah berhari-hari aku dan ibu beserta kedua adikku berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Tapi gejolak peperangan itu belum juga usai, seakan gelombangnya mengukuti kemana langkah kami

Pemahaman Sederhana

Oleh:
Kini malam begitu cepat berganti siang, semenjak dunia benar berputar malamku terasa sangat singkat tak cukup puas kunikmati tidur untuk beberapa saat saja. Saat kami masih tinggal di komplek

Matahari Di Balik Awan

Oleh:
Aku kembali terpuruk, dengan sejuta kegundahan hati dan kelemahan untuk menerima keadaan. Aku lemah, dengan setiap perkataan yang membuatku tak ingin berada di dunia ini lebih lama, aku lelah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *