Gagal

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 31 July 2015

Gio adalah namanya. Gio merupakan Kakak dari 3 bersaudara Ani dan Doni. Gio duduk di kelas 3 SD sedangkan adiknya Ani kelas 1 dan Doni masih TK. Gio juga merupakan anak yang agak nakal dan hobinya ialah bermain. Karena itu Gio sering dimarahi ibunya. Ibunya bila marah maka seperti tidak akan ada hari esok, begitu sadisnya. Tapi apabila di sisi lembutnya ia lembut sekali dan itu jarang sekali terjadi.

Suatu hari Gio merasa jengkel kena marah terus-menerus. Saat di sekolah teman-temannya yaitu Rini, Tomtom, Vivo juga tau dan merasakan apa yang Gio rasa. Saat keluar main kami berkumpul untuk membicarakan hal tesebut.
“Hei teman-teman ada ide gak untuk membuat ibuku mengeluarkan sisi lembutnya padaku?” tanya Gio.
Semua terdiam dan memikirkan sebuah rencana dan tiba-tiba.
“Ha… aku punya ide tapi aku ragu ini akan berhasil.” jawab Rini.
“Ah gak apa-apa ayo katakan!” jawab Gio penasaran.
“Gini Bagaimana kita beritahu Ibunya Gio bahwa Gio diculik, padahal hanya pura-pura, kamu akan diikat di sekolah, Bagaimana?”
“Baik ayo kita coba.” Jawab Vivo dengan beraninya.

Sepulang sekolah mereka melakukan rencana tersebut. Dimulai dengan Tomtom memberitahu Ibunya Gio dengan menggunakan telepon umum.
“tut…tut… Halo!” Kata mamanya Gio.
“…” Tomtom hanya diam.
“Aku banyak kerjaan nih.” jawab mamanya Gio dengan garang.
Tomtom yang ketakutan Langsung menutup teleponnya. Karena Tomtom takut, karena hal itu giliran Vivo yang melakukannya.
“tut… tut…. Aku Pencuri yang menangkap Gio di sekolah.” Kata Vivo dengan cepat. Tapi ternyata.
“Halo …” kata Doni dangan lugunya, tenyata Doni yang mengangkat teleponnya. Vivo yang juga sedikit takut ia langsung menutup teleponnya dan tidak tahu itu Doni.

Karena sudah merasa selesai Gio dan teman-teman pergi ke sekolah dan Teman-temannya mengikat Gio di sekolah. Teman-teman yang banyak les dan merasa rencana ini akan sukses mereka pun pulang.
“Hei Gio Kamu gak apa-apa ditinggalkan sendirikan?” tanya Vivo.
“Gak apa-apa ini akan berhasil.” jawab Gio
Gio saat itu sudah membayangkan disanyangi ibunya setelah dia diselamatkan oleh Ibunya, ia pun menunggu ibunya. Tatapi ibunya tidak tahu berita tersebut dan tidak akan datang ke sekolah karena pekerjaan rumah yang banyak.

Hari sudah malam ibunya tidak datang juga. Tiba-tiba ada seorang Bapak melihatnya terikat dan melepaskannya. Setelah itu Gio pulang dengan kecewa.
“Aku pulang.” dengan nada cemas karena takut.
“Kemana saja kamu malam gini baru pulang?” dengan garang dan dengan memegang pemukul. Ibunya pun siap memarahi Gio.
Dan inilah akhir yang buruk dari cerita Gio.

Cerpen Karangan: Faris Hadi Putra
Facebook: faris_hadi007[-at-]rocketmail.com

Cerpen Gagal merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Seruling Di Senin Petang

Oleh:
Sore ini nampak begitu sendu. Angin bertiup sepoi-sepoi. Pohon-pohon dengan riang memainkan daunnya, menghasilkan satu-dua bunyi desis ramah di telinga. Saat ini senin petang. Ada kebiasaan unik nan aneh

Permata

Oleh:
Hari ini aku sangat terkejut, bagaimana tidak mamaku mengadopsi seorang anak seusiaku. Anak itu sangat cantik kulitnya putih, hidungnya kecil, kurus, matanya tajam, aduhh pokoknya cantik banget. Beda banget

Puasa Ramadhan Pertama

Oleh:
Bulan Ramadhan pasti sudah tak asing lagi di telinga kita, bulan penuh berkah dan ampunan dari Yang Maha Kuasa, bulan dimana orang-orang berlomba-lomba mendapatkan banyak pahala, bulan suci yang

Maafkan Aza

Oleh:
“Azaaa!!” Seru bunda. Aku menoleh dengan sebal. “Apa-apaan, sih, bunda ini!?” Bentakku. Oh iya, namaku Azara Citra Bunga. Aku sering dipanggil Aza. “Ini, sarapan telur dadar dulu,” kata bunda.

Maaf Ayah, Aku Bohong

Oleh:
Deras hujan waktu itu membuat Sandi khawatir akan keadaan ayahnya yang belum pulang dari kantor. Maklum, sejak kematian ibunya, Sandi hanya ditemani sang ayah. Sudah dua tahun ini. Entah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *