Goresan Tinta Cinta Untuk Mama

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Pengalaman Pribadi
Lolos moderasi pada: 21 August 2017

Dalam coretan tinta, yang kutuliskan di atas kertas putih ini, aku menuliskannya dengan perasaan cinta yang senantiasa menjelma di dalam hari-hariku. Coretan tinta ini, berisikan tentang sebuah perasaan cinta yang aku berikan terkhusus kepada seorang wanita yang senantiasa hadir di dalam hidupku. Yang setiap waktu mewarnai hari-hariku, laksana pelangi yang indah yang memberikan seribu warna. Ini adalah coretan tinta yang berisikan tentang sajak-sajak kata yang menyimpan banyak makna, sebuah ulasan tentang surat cinta, yang aku persembahkan hanya untuk mamaku tersayang.

Dear mamaku tersayang…
Mama, Sampai detik ini, Aisyah adalah laksana bayi mungil yang merah tak berdaya. Aisyah seperti layaknya seorang bayi yang hanya bisa menangis dan kemudian tumbuh menjadi seorang anak balita yang nakal kepada mama. Mama, Aisyah sangat bahagia memiliki mama. Bagi Aisyah, mama, adalah seorang wanita di dalam hidup Aisyah yang selalu menjadi teman curhat Aisyah, mama adalah seorang wanita yang selalu menemani hari-hari Aisyah. Dengan mama, sekarang ini, Aisyah telah tumbuh menjadi seorang gadis remaja yang dewasa. Dan bersama mama, sekarang ini, Aisyah telah tumbuh menjadi gadis remaja yang mandiri. Mamaku sayang, di dalam waktu yang selalu Aisyah jalani, mama adalah bulan yang senantiasa menyinari langkah Aisyah untuk mengejar kesuksesan dan setiap mimpi yang telah Aisyah genggam.

Selamanya, mama adalah mutiara yang paling cantik yang Aisyah miliki.
Ma, Aisyah sangat mencintai mama, dan sangat mencintai mama. karena mama, adalah segalanya untuk Aisyah. Ma, terimakasih, karena mama selalu ingat kepada Aisyah. Disetiap waktu, mama tidak pernah lupa untuk menelepon Aisyah, dan kemudian menanyakan tentang sedang apa yang Aisyah kerjakan, mama selalu bertanya apakah Aisyah sudah makan?, dan yang terpenting adalah, mama selalu mengingatkan Aisyah tentang pentingnya sholat.

Ma, jujur, Aisyah sangat merindukan mama. Aisyah masih ingat, ketika dimana dulu, disaat Aisyah tinggal bersama mama, mama selalu memarahi Aisyah, jika Aisyah sangat nakal dan menjengkelkan. Namun, tidak dengan sekarang. Diusia Aisyah yang sekarang ini telah beranjak 18 tahun, dengan berat hati, Aisyah harus terpisah dari mama, dan dengan keberanian yang Aisyah punya, Aisyah harus melalui hari-hari ini dengan sendirian.
Sehingga kadang kala, disetiap malam, dalam kesendirian yang gelap gulita, Aisyah selalu merindukan mama. Aisyah selalu merindukan wajah mama. Ma, rasanya ingin sekali disetiap hari yang Aisyah jalani di sini, Aisyah mendengarkan suara mama, dan kemudian Aisyah bercerita kepada mama dengan leluasa tentang permasalahan dan kegundahan yang kerap kali Aisyah alami ketika Aisyah di kampus.

Mama, kini Aisyah menyadari, jika saat ini, Aisyah bukanlah lagi selayaknya anak kecil yang baru berada di usia 5 tahun. Namun, Aisyah tetap saja gadis yang egois dan tidak menghiraukannya ma. Di setiap waktu, rasanya ingin sekali Aisyah bermanja mesra bersama mama. Rasanya Aisyah ingin sekali mencium mama disetiap harinya. Bukan hanya itu saja ma, jika Aisyah pulang ke rumah, Aisyah ingin memeluk mama dan kemudian tidur di samping mama. Karena Mama, selamanya adalah segala-galanya untuk Aisyah. Terimakasih mama sayang, untuk setiap cinta yang mama hadirkan di dalam hidup Aisyah selama ini. Mama, maafkan Aisyah, jika Aisyah pernah ketika itu membuat mama sangat terluka dan menangis karena Aisyah. Apakah mama masih mengingatnya?, sebuah tragedi yang pernah menimpa Aisyah, hingga membuat Aisyah menjadi marah dan kesal kepada hidup Aisyah sendiri.

Ketika itu, yang seharusnya karena prestasi gemilang yang Aisyah dapatkan selama di SMA dapat membawa Aisyah untuk lulus masuk perguruan tinggi negeri melali jalur beasiswa, namun, dengan berat hati Aisyah harus menerimanya, jika ternyata Aisyah tidak lulus dengan jalur tersebut.

Sugguh, ketika itu, ini sangat membuat Aisyah terpukul dan ketika itu, rasanya hidup Aisyah seperti tercekik. Dalam waktu satu minggu Aisyah hanya berdiam diri tanpa bicara sepatah katapun. Aisyah seperti layaknya seseorang yang frustasi. Namun, semuanya kemudian berakhir, setelah dimana, dengan rasa cinta dan kesabaran yang mama berikan untuk Aisyah, disetiap pagi dan malam, mama selalu berusaha mengembalikan semangat Aisyah dan berupaya mengajak Aisyah untuk bangkit seperti Aisyah yang dulu. Masih berderai di daun telinga Aisyah, sajak kalimat yang setiap hari selalu mama ucapkan, kata itu adalah, “Aisyah adalah anak kebanggaan mama. Aisyah pasti akan kuliah. Jangan takut dan jangan malu. Tetaplah berpikir positif, jika prestasi Aisyah dahulu tetap bermanfaat dan memilki makna terindah di dalam hidup Aisyah nantinya”.

Hingga, seketika itu, Aisyah pun mulai terenyah ma. Dan tiba-tiba saja, untuk pertama kalinya, mama menangis di depan Aisyah. Apakah mama tahu, dihari itulah Aisyah sangat merasa bersalah kepada mama, dan kemudian, berjanji kepada hati ini, jika Aisyah tidak akan pernah membuat mama kembali menangis karena kebodohan dan kesalahan yang Aisyah lakukan.

Mama,
Selamanya, untuk Aisyah, mama adalah pahlawan didalam hidup Aisyah. Terimakasih ma, mama di setiap menit dalam hidup Aisyah, selalu memberikan motivasi terbaik untuk Aisyah Dan Mama, adalah sosok wanita yang selalu mengajarkan Aisyah tentang keikhlasan dan kesabaran didalam kehidupan. Mama, Aisyah sangat menyayangi mama. Aisyah berjanji, jika Aisyah akan selalu membuat mama bahagia. Aisyah akan menjadi anak yang sukses dan berhasil mewujudkan cita-cita yang Aisyah dan mama impikan sejak dulu, yakni belajar dengan fokus hingga ke jenjang S2. Mama, Aisyah akan senantiasa menjaga mama, dan sampai kapanpun, mama adalah yang paling utama didalam hari-hari Aisyah.

“I LOVE YOU SO MUCH MAMA. ALWAYS FOREVER, YOU’RE MY WORLD IN MY LIFE”.

(Kecupan manis dari anakmu tersayang: Aisyah Nur Hanifah )

Cerpen Karangan: Aisyah Nur Hanifah
Facebook: Aisyah Nur Hanifah (Nur)
assalamualaikum, hai aku aisyah, semoga teman-teman suka ya dengan cerpen baru yang aku buat 🙂

Cerpen Goresan Tinta Cinta Untuk Mama merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


I Love You My Brother (Part 1)

Oleh:
Apa sih yang menyenangkannya punya Kakak? Selain ada yang mau diajak mengobrol, ada juga yang melindungi kita, karena Kakak adalah seseorang yang tulus menyayangi dan menjaga kita selain orangtua

Najwa

Oleh:
Aku terkantuk-kantuk disebelahnya, kuraba keningnya ah….panasnya sudah mulai berkurang setelah aku mengompresnya tadi. Sedikit lega hatiku, kurebahkan kembali tubuhku disampingnya, ia masih terpejam dengan nafas yang sedikit agak berat,

Tak Akan Terlupakan

Oleh:
Ya tanggal 16 September 2012 – 25 Mei 2013 tanggal yang tak pernah ku lupakan. Perkenalkan nama ku Kholila salsabila biasa dipanggil lila. aku sekarang kelas 1 SMA. aku

Pelangi Di Pagi Hari

Oleh:
Pagi indah dengan adanya pelangi menghias angkasa. Berbagai warna tergores dengan indahnya. Warna yang berbeda, menambah nilai seni yang melihatnya. Secara perlahan senyum sang mentari mulai nampak dari ufuk

Happy Can Come From Elsewhere

Oleh:
Kata orang bijak kebahagiaan bisa datang dari manapun disadari ataupun tanpa kita sadari. Andra merasakannya walau sempat merasa bahagianya akan hilang setelah ibunya meninggal. Dan kini dia hidup dengan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *