Gula Jawa Buatan Eyang Indah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 20 June 2013

Aroma kolak pisang memenuhi ruangan. Aroma yang berasal dari dapur tersebut menyeruak membuat siapa saja berselera untuk mencicipi kolak pisang buatan ibu.
“hore ibu membuat kolak pisang…” Seli setengah berlari menuju dapur.
Anak perempuan kelas 3 SD tersebut sangat menyukai kolak pisang. Terutama jika ibu yang membuatnya.
“Iya sayang.. kolak pisangnya di makannya nanti dulu ya.. soalnya masih panas..” Kata ibu sabar.
“Iya bu.. hmmm.. seli sudah tidak sabar..” Seli menepuk perutnya
“Hehe, Seli… Ibu minta tolong ya.. mau kan sayang?” pinta ibu
“Minta tolong apa bu?” Seli yang sudah hampir meninggalkan dapur, langkahnya pun terhenti
“Tolong kirimkan semangkuk kolak pisang buat Eyang Indah nak..” kata ibu, sambil menyiapkan semangkuk kolak pisang dan menaruhnya di atas nampan.
“baik bu” Seli kembali malangkah menuju dapur. Menunggu Ibu selesai menyiapkan kolak yang akan diberikan ke Eyang Indah.
“Terima kasih.. anak ibu memang pintar.. hati-hati ya sayang, masih panas” Ibu setengah kuatir
“hehe.. siap bos!” Seli meyakinkan Ibu agar tidak kuatir lagi

Rumah Eyang Indah hanya berjarak 2 rumah dari rumah Seli. Beliau adalah seorang pensiunan PNS dan tinggal sendirian. Anak-anak eyang Indah sudah berkeluarga semua, dan tinggal di kota. Sedangkan suami beliau sudah 7 tahun yang lalu meninggal dunia.
Untuk menghabiskan masa tuanya, Eyang Indah membuat gula jawa. Di belakang rumah eyang terdapat kebun yang banyak terdapat pohon kelapa. Dan dari pohon inilah Eyang mendapat nira, bahan dasar untuk membuat gula jawa. Biasanya Eyang meminta bantuan mang Dadang untuk mengambil nira dari pohon kelapa untuk kemudian eyang olah menjadi gula jawa.

Tak sampai 5 menit, Seli telah sampai di depan rumah eyang Indah. Seli sangat menyukai rumah eyang Indah, sangat asri. Terdapat berbagai tanaman di halaman rumah eyang.
“Assalamualaikum”
Tak menunggu waktu lama, Eyang Indah telah keluar
“Waalaikum salam.. e.. ada nak Seli, ayo masuk nak” Eyang Indah tampak senang melihat Seli datang.
“Ini ada kolak pisang buat Eyang, dari Ibu”
“wahh.. terimakasih ya nak.. ayo nak Seli masuk dulu” Eyang mempersilahkan Seli.
Seli pun memasuki rumah eyang Indah. Di dekat televisi, terdapat sebuah meja tidak terlalu tinggi tetapi sangat besar. Didalamnya terdapat banyak sekali gula jawa yang baru jadi dan belum di ambil oleh tengkulak.
“eyang.. gula jawanya kok masih disini?”
“hehe.. iya nak, tengkulaknya belum datang. Seharusnya kemarin sudah datang, tetapi karena hujan deras, jadi tidak bisa mengambil gula jawanya”
“kalau boleh tahu, eyang menjual berapa harga gula jawanya ke tengkulak?” Seli penasaran.
“tengkulak memberi harga tidak tentu nak.. minggu kemarin, untuk 1 kg gula jawa, nenek mendapat 9 ribu”
“eyang.. itu murah sekali.. tidak sebanding dengan suitnya membuat gula jawa” Ekspresi Seli tampak kaget.
“mau bagaimana lagi nak.. eyang tidak kuat kalau harus membawa sendiri ke pasar lagi pula membuat gula jawa hanya Eyang lakukan agar ada kesibukan” Terang eyang Indah
“ini nak mangkuknya..s ampaikan ke ibu terima kasih banyak ya nak..” lanjut eyang Indah sambil mengembalikan mangkuk Seli.
Seli tidak mendengarkan eyang Indah, dia tampak berfikir.
“nak.. nak seli, ini mangkuknya nak” Eyang mengulang lagi perkataanya sambil menepuk pundak seli.
“eh eh iya eyang..” Seli tampak agak terkejut dan malu
Eyang Indah hanya geleng-geleng kepala sambil tersenyum. Dasar anak-anak jaman sekarang pikirnya.
“eyang.. Seli punya ide nih..” Kata Seli tiba-tiba, setelah menerima mangkuk dari eyang Indah
“ide apa nak?” Eyang penasaran
“Bagaimana kalau kita buat makanan dari gula jawa untuk di jual eyang? agar harga jual gula jawa yang Eyang buat bisa naik..”
“wah.. eyang setuju sekali nak.. eyang sangat setuju” Eyang Indah tampak begitu antusias dengan ide yang diberikan Seli.
“kita bisa membuat kolak, klepon, ataupun jajanan tradisional lainnya yang memakai gula jawa” Seli sangat bersemangat dalam menyampaikan idenya.
“eyang kita bisa mulai mamasaknya besok, besok kan hari minggu sekolahnya seli libur. Terus nanti hasilnya bisa dititipkan di warungnya bu Sum, bagaimana Eyang?”
Eyang Indah lagi lagi hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala. Dasar anak-anak jaman saekarang.. sangat kreatif!

Keesokan harinya, Seli benar-benar datang ke rumah eyang Indah. Tanpa di bantu Eyang, Seli sudah memotong bahan-bahan untuk membuat kolak, seperti pisang, ubi dan biji kolang-kaling. Sedangkan eyang Indah memarut kelapa untuk membuat santan.
“Seli.. kamu pintar sekali, hasil potonganmu juga sangat rajin dan rapi” Puji eyang Indah.
“ah.. eyang, terima kasih” Seli tersipu malu.
“Seli, untuk hari ini, kita membuat kolak saja.. untuk jajanan yang lainnya, minggu depan saja. Kita lihat dahulu bagaimana hasil jualannya” Eyang Indah menyarankan
“baik eyang.. seli setuju”

Tak berapa lama, muncul aroma wangi dari rumah eyang indah. Pertanda kolak pisang buatan seli dan eyang sudah jadi. Setelah menunggu agak dingin, kolak di tuang ke dalam gelas-gelas plastik, agar menarik ketika di jual nanti.
“Nak Seli ingin kolak ini di jual berapa?” Tanya eyang kepada Seli yang sedang sibuk menutup gelas plastik yang telah di isi kolak satu persatu.
“Bagaimana kalau dua ribu rupiah per gelas eyang?
“baik nak.. eyang setuju” Eyang Indah menirukan Seli.
Seli hanya bisa tersenyum. hehe.. eyang ada-ada saja.

Tak memakan waktu sampai setangah jam, gelas-gelas plastik berisi kolak sudah rapi terbuat. Eyang Indah tersenyum haru, Beliau merasa seperti mempunyai cucu.
“terima kasih ya nak seli.. begitu memperhatikan eyang dan membantu eyang” Eyang indah memeluk Seli.
“Sama-sama eyang” tak terasa seli meneteskan air mata, dia seperti mempunyai satu nenek lagi.

Cerpen Karangan: Safana
Facebook: safaatunnurul[-at-]yahoo.com
Penulis saat ini tercatat sebagai mahasiswa jurusan Managemen Pemasaran di Politeknik Negeri Semarang.
MEskipun senang menulis, belum satupun karya penulis berhasil dimuat di media.

Cerpen Gula Jawa Buatan Eyang Indah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Tak Bisa Dipaksakan

Oleh:
Kehidupan seperti sebuah roda yang berputar, ya kita semua bisa merasakannya. Bahkan kebahagian bisa berubah menjadi duka dalam sedetik yang tak pernah kita duga sebelumnya. Itulah yang kualami ketika

BFF In My Dream

Oleh:
Di sekolah, Ray termasuk anak yang pendiam. Ia mempunyai teman banyak, tapi tidak mempunyai satu pun sahabat. Ray pintar dalam pelajaran, terutama pelajaran Matematika dan Ipa. Malam hari, ketika

Dasar Anak Bandel

Oleh:
Hari ini hari jum’at, ya, waktunya senam di sekolah. Aku bersama sahabatku Rahil, bersebelahan. 10 menit berlalu akhirnya senam selesai. Lalu anak-anak bertanya kenapa senamnya lama sekali. (Karena biasanya

Sister, I Love You

Oleh:
“Cengeng!” Kakakku dengan wajah murka, pergi meninggalkanku. Aku masih terisak-isak, jongkok di sudut kamar. Memang sudah sifatnya memarahi aku terus. Dan… Ia sering mengataiku cengeng! Tapi memang kenyataannya aku

Dari Culun ke Ganteng

Oleh:
Hendry namanya. Anak kedua dari 2 bersaudara. Kakaknya Herlina atau disapa Herli. Hendry kelas 4-1 SDIT Cahaya Islami. Ia Hendry anak yang selalu juara 1 setiap kelas dan semester.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *