Hadiah Istimewa Dari Ibu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Pengorbanan, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 8 June 2018

23 Januari 2010
Hari ini hari ulang tahunku yang ke 8 tahun.. yeyy! aku gak sabar untuk membuka kado dari ibu dan bapak.. “papa, mama.. mana kadoku?” tanyaku, tapi mereka hanya menjawab “nanti ya sayang.. ibu sama bapak gak punya uang”

23 Januari 2014
Hari ini aku ulang tahun lagii! umurku sudah 12 tahun, aku harap ibu dan bapak memberiku hadiah lagi! aku segera bangun dari tempat tidurku dan meminta hadiah dengan ibuku “bu.. mana hadiahku? dari dulu ibu dan bapak gak pernah beri aku hadiah!” tanyaku, ibuku hanya menangis “nak.. maafkan ibu, mungkin ini hadiah yang paling gak mau diinginkan! Bapakmu meninggal Sarah!!” tukas ibu.. Serasa hati ini berkeping keping mendengar bapak meninggal! bapak yang bekerja sebagai buruh bangunan sudah tidak lagi mencari nafkah.. di mana nanti aku mendapatkan hadiah?

23 Januari 2017
Umurku sudah 15 tahun, kenapa ibu belum memberiku hadiah ulang tahun? Aku benci ibu!!!! semenjak bapak pergi, aku semakin benci dengan ibu! benci dengan kemiskinan! “ibu!! mana hadiahku? katanya mau beriku hadiah istimewa? mana bu mana!!!!” aku membentak! kenapa sih aku harus hidup miskin? aku benci kemiskinan!!
“Aku harus kabur dari rumah, aku muak tinggal di rumah miskin itu!” aku bergumam terus di jalan karena ibu.

Tiba tiba..
BRUK!!! tubuuhku terpental jauh dan darah tercecer ke mana mana, satu persatu orang datang mengerumuniku dan memotretku! apa yang terjadi? apa aku sudah mati? kenapa semua gelap?

Tut.. tut.. tut..
Bunyi detak jantungku di alat pendetak jatung, aku masih hidup!! tapi.. kenapa aku sendiri? mana ibu? ah sudahlah! palingan ibu ke sini dan menangis.. dasar cengeng!!

Tiba tiba suster datang ke kamarku memberiku sepucuk surat “ini surat dari ibu anda” tukasnya, ahh lebay banget sih pake surat segala! dihari ulang tahunku belum cukup dengan hadiah sekecil ini! aku sebenarnya males banget mau membacanya, dengan terpaksa aku membaca.

Tiktes… tiktes.
Air mata ku tiba tiba menetes dengan sendirinya “ibu..” ucapku “AKU MAU BERTEMU IBU!!!” teriakku dan langsung melompat keluar dari kamar itu.. berlari tak karuan di koridor rumah sakit itu, semua orng menatapku! “dokter!! mana ibuku dokter!!” tanyaku dengan dokter “sabar dek sarah, sabar..” ucap dokter itu menenangkan “ibumu ada di kamar no 12 a” ucapnya lagi, tanpa berterima kasih ku langsung pergi untuk menemui ibu..

Aku berlari lari dengan mukaku yang basah terkena air mataku, tak terasa ternyata aku telah sampai di kamar 12 a, aku langsung membuka pintu dan… aku melihat suster sedang menutup tubuh seseorang dengan selimut berwarna putih, ini bukan ibu kan? bukan!! dokter itu bohong!! “suster, ini siapa suster? siap ini!!!” teriakku kepada suster. Pikiranku tak karuan setelah membaca surat itu “ini ibu wati, ibunya anak yang bernama sarah!” ucap suster tersebut “IBUU!!!” teriakku sembari membuka selimut itu, ibu jangan pergi ibu! aku sayang ibu!! aku gak akan meminta hadiah lagi untuk ibu! aku hanya ingin ibu bangun!! “Suster! kenapa ibu saya suster?!” teriakku “ibu kamu sudah mendonorkan kamu darah, sewaktu operasi.. ibumu gagal untuk menjalankan operasi, sebelum itu dia berpesan untuk memberikan darahnya kepadamu” tukas suster, Ibu? kenapa ibu meberikan hadiah ini bu? Di hari ulang tahun sarah, ibu malah membuat Sarah menangis! bukannya senang!

Di pemakaman.
“ibu, sarah sayang ibu.. sarah benar benar sayang ibu, sarah menyesal membuat ibu seperti ini!” ucapku menangis histeris
IBU.. SARAH SAYANG IBU

Isi surat
Sarah.. ibu harap kamu suka dengan hadiah yang ibu berikan, walaupun tak seberapa.. tapi ini bisa menyelamatkan nyawamu, akhirnya ibu bisa membuatmu bahagia, jaga baik baik ya sayang.. jangan sampai terbuang.

Ibu

Cerpen Karangan: Dira Ariella Neysa
Blog / Facebook: Dira Neysa
semoga kalian suka ya dengan cerita ini 🙂

Cerpen Hadiah Istimewa Dari Ibu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Maafkan Aku Ayah

Oleh:
Kehidupan keluarga kecil Andi begitu bahagia. Kebutuhan materi keluarga itu berkecukupan karena Ayah Andi berprofesi sebagai pegawai di salah satu perusahaan besar di Surabaya; kebutuhan kasih sayang juga terpenuhi

Bagaimana Mungkin?

Oleh:
Sinar matahari menembus kaca kamar dan membuatku harus terpaksa bangun. Pertama membuka mata dan “Selamat ulang tahun Diniiiii”, sorak ketiga temanku, Ibu, Ayah dan Tri. Hari yang bersinar ini

Elang Kebencian

Oleh:
“Ini bukan salahku Ta, maafin aku. Ini semua salah Farhan! Pliss ta!” Perempuan yang di hadapannya langsung membuang muka “Jangan nuduh Sahabatku kayak begitu ya, Diq!” Laki-laki tersebut langsung

Pengorbanan Ibu

Oleh:
Wanita separuh baya asik mengeruk sampah dan dimasukkan di dalam tas Plastik hitam besar miliknya. Dengan penuh pengorbanan melawan panasnya matahari hari ini dan pulang saat Senja tiba. Keringatnya

Cinta Tanpa Syarat (Part 1)

Oleh:
“Aduh! 5 menit lagi jam 5, Papa pasti marah kalau aku telat.” Hai! Namaku Juna, Arjuna tepatnya. Saat ini aku sedang terburu-buru menuju ke suatu tempat. Aku harus ke

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *