Hadiah Natal Buat Mama

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 27 December 2015

“Ma, sinterklas itu memang ada ya?”
“Iya, sayang. Sinterklas datang untuk membagi bagi hadiah kepada anak-anak yang baik pada orangtuanya”
“Kalau gitu aku akan jadi anak yang baik supaya sinterklas mau memberikan hadiahnya kepadaku”

Tanggal 19 desember. Sebelum hari natal tiba Near telah menyusun rencana untuk berlibur ke Jakarta. Namun, ibu Near tidak mengizinkannya untuk berlibur ke jakarta.
“Kenapa sih Ma, Near gak dikasih ke Jakarta?! Selalu aja di Jerman setiap natal. Near kan juga ingin jenguk Nenek di jakarta” kata Near dengan wajah cemberut.
“Near, Mama tahu kamu bosan di sini terus setiap natal, tapi Mama khawatir” jawab Mama dengan lembut.
“khawatir? Near sudah besar Ma, untuk apa sih dikhawatiri.”
“Near Mama tahu itu, tapi…”
“Cukup Ma, oke. Kalau itu kemauan Mama Near ikuti. Tapi ingat Ma, Near gak bakalan natalan dengan Mama.” kata Near sambil pergi meninggalkan Mamanya.

Tanggal 20-21 desember. Salju di jerman semakin menebal. Pakaian tebal pun sudah tidak berpengaruh lagi.
“Near kamu mau ke mana? Di luar dingin sekali, lebih baik di rumah saja” teriak Mama dari dapur. Near tidak menjawab pertanyaan Mamanya tersebut.
“Huft… natal tahun ini memang tidak menyenangkan” kata Near dalam hati. Tiba-tiba Near berhenti di tengah jalan. Dia melihat pohon natal yang indah dan ramainya orang yang berlalu lalang di sekitarnya. Dia teringat sewaktu kecil ibunya selalu merajut sweater yang hangat untuknya. “Kenapa sih aku ini, kok jadi menyesal gak dengar nasihat Mama,” pikir Near sambil memegang kepalanya. Kemudian melanjutkan kembali perjalanannya.

Tanggal 22-23 desember. Semakin lama Near mulai menyesali perkataannya yang kasar pada Mamanya.
“Huh… apa yang harus aku lakukan aku sudah terlanjur mengatakan kalau aku gak akan natalan sama Mama” penyesalan Near.
Kring… kring.. kring. Suara handphone Near berdering. “Yes?”
“Lama tidak mendengar suaramu Near” jawab suara seorang wanita dari handphone tersebut. “Ah.. Nenek, aku rindu sama Nenek”
“Ya, Nenek juga rindu sama kamu” kata nenek.

“Maaf Nek, Near gak bisa ke jakarta” kata Near sedih.
“tidak apa-apa, Nenek sudah dengar alasannya dari Mamamu.”
“Nek, kenapa sih Mama gak kasih Near ke Jakarta? Near ingin tahu alasannya.” katanya penasaran.
“Near, Mamamu khawatir kamu kenapa-kenapa di jalan. Kamu tahu sendirikan kamu itu anak satu-satunya dan yang paling istimewa di hatinya”
“Iya Nek, Near tahu itu” jawabnya.
“Near, Ibumu takut kejadian itu terulang lagi. Apalagi kejadian itu sewaktu hari natal” kata nenek.
“Begitu ya, kalau begitu Near yang salah. Near akan minta maaf sama Mama” kata Near.

Tanggal 24-25 desember. Tibalah hari natal yang ditunggu-tunggu. Mama Near terkejut ada sebuah kado di samping tempat tidurnya.
“Near, kado ini dari mana?” tanya Mama sambil menunjukkannya pada Near.
“Mungkin dari santaklaus Ma” kata Near.
“Kamu ini ada-ada aja, santaklaus kan hanya untuk anak-anak” kata Mama heran.
“Ya, hari ini santaklausnya ngasih hadiah buat Mama yang sudah baik menjaga anaknya ini” jawab Near sambil tersenyum.

“Ah… kamu ini,”
“Ma, maafkan aku ya. Aku tahu Mama takut kehilangan orang yang paling Mama sayangi lagi..” ungkap Near sedih.
“Ya. Mama gak marah kok sama Near,” kata Mama sambil tersenyum.
“Marry Christmas mom. I love you” ucap Near sambil memeluk Mamanya.
“Merry christmas too, Near”

Cerpen Karangan: Stevany Hediyani Sinaga
Facebook: Vany Sinaga
Hai! Pekenalkan nama saya Stevany Hediyani Sinaga. Semoga cerpen yang saya buat enak dibaca. Tolong difollow twitter saya @Hediyanisng atau facebook Vany sinaga. Terima kasih.

Cerpen Hadiah Natal Buat Mama merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Menyumbang

Oleh:
Suatu hari, Mutia mendapat pelajaran baru di sekolahnya tentang berbagi. “Kita harus berbagi pada sesama. Misalnya menyumbang di panti Asuhan. Kita akan disayang Tuhan” itulah kata kata yang didengar

Maafkan Kakak

Oleh:
Di sebuah Desa, hiduplah seorang adik kakak. Mereka adalah Dama dan Leo. Dama saat ini tinggal bersama Leo. Dama berumur 13 tahun, sedangakn Leo berumur 11 tahun. Mereka sudah

Salah Sangka

Oleh:
Anak perempuan itu selalu menyita perhatianku, bukan karena wajahnya, atau bentuk tubuhnya, tapi rambut kribo yang tumbuh besar seperti pohon dicat hitam. Aku tak kenal dengannya sejak kami duduk

Hijrah

Oleh:
Rintik-rintik hujan begitu deras menghantam atap rumah yang sudah sangat reot itu. Hampir lima belas tahun aku merasakan kepahitan hidup dibawah garis kemiskinan. Semua berawal ketika aku masih berusia

Perpustakaan Ku

Oleh:
Siang itu, Rina sedang berjalan sambil melihat bangunan perpustakaan sekolahnya yang belum jadi. Ia sangat mengharapkan perpustakaan sekolahnya itu segera dibuka agar ia dapat membaca banyak buku di sana.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *