Happy With Family

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Keluarga, Cerpen Liburan
Lolos moderasi pada: 30 September 2016

Hai, namaku Rayna Andrea Stewart, Aku bisa dibilang hidup berkecukupan, ayahku bernama Edward Stewart, ibuku bernama Elishabet Victoria Stewart, Aku juga mempunyai dua kakak yang pertama SMA kelas 3 bernama David Alexander Stewart, dan kakak yang kedua SMA kelas 1 bernama Verenita Angelina Stewart.

Pagi hari.
“Rayna sayang, ayo bangun ini sudah pagi, nanti telat loh!!” kata mama dari balik pintu.
“Baiklah, ma Rayna bangun” jawabku

Setelah ku mandi dan bersiap memakai seragam sekolah kuturuni tangga dengan tergesa gesa sambil menuju meja makan.
“Selamat pagi papa, mama, kak” sapaku
“Pagi sayang” kata mama papa hampir bersamaan.
“Pagi” kata kak David
“Pagi juga” kata kak Veren

Sehabis sarapan kami bertiga diantar papa menuju sekolahku dan kakakku bersebelahan jadi tidak repot.
Sesampai di sekolah aku langsung disambut oleh kedua sahabatku Livia (Via) dan Deviana (Ana).
“Hai Rayna sahabatku” kata Via
“Selamat pagi Rayna” sapa Ana
“Selamat pagi juga buat kalian” jawabku
“Yuk, masuk kelas udah mau bel nih” kata Ana
“Yuk” kataku dan Via

Sesampainya di kelas ternyata sudah banyak murid, bel masuk pun berbunyi anak-anak berhamburan ke tempat duduk masing masing “Selamat pagi anak anak?” sapa miss Lia
“Selamat pagi miss” jawab kami
“Ok, hari ini kita akan belajar matematika, buka halaman 78, lihat contohnya dan kerjakan soalnya.” jelas miss Lia

Kring, kring, kring tak terasa bel pulang berbunyi semua anak berhamburan ke luar kelas. Sesampai di rumah aku langsung duduk di sofa ruang keluarga dan menyalakan tv.
“Ya ampun, Rayna siapa yang nggajarin kamu seperti ini, pulang pulang langsung nonton tv, tanpa ganti pakaian dan makan, sekarang masuk kamar dan ganti pakaian sana” kata kakakku Veren sambil tetap membaca majalah kesukaannya itu
“Iya kak, tapi…” belum sempat aku menyelesaikan ucapanku kakakku langsung memotong ucapanku. “Pokoknya nggak ada tapi tapian cepet sana”. “Iya kak, dasar bawel” ucapku dengan gaya meledek.

Saat makan malam
“Papa, besok kita jalan jalan yah kan libur” kata kak David
“Iya pa” sambung kak Veren
“Ya udah besok kita jalan jalan ke pantai” kata papa
“horee” ucap kami bertiga

Esoknya kami siap siap pergi ke pantai
“Ma, apa mama lihat kacamata renangku, tadi aku letakan disini” tanya kak Veren
“Oh sayang, carilah dengan benar mungkin itu tak kau letakan di situ” ucap mama
“Baiklah ma” balas kak Veren
“Makanya kalau letakin barang jangan ditaruh sembarangan, ini kan yang kamu cari” kata kak David sambil ngasih kacamata renang milik kak Veren, sedangkan aku hanya asik dengerin musik karena semua barangku telah kusediakan

Sesampai di pantai kami langsung bersenang senang, kami langsung berenang dan lari larian, saking senangnya kami lupa makan padahal mama sudah membawa banyak makanan tetapi karena lapar walaupun hari sudah sore, kami tetap makan, tiba tiba kak Veren datang sambil membawa kamera dan mengajak kami selfie sambil mengatakan “Happy With Family”

End

Cerpen Karangan: Maria Claudia Priyogi
Facebook: Claudia Priyogi
hay guys nama Claudia,aku tinggal di Bitung Sulawesi Utara,aku masih berumur 10 tahun,aku masih sd kelas v dan naik kelas iv udah dulu ya bye…

Cerpen Happy With Family merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hikmah Setiap Derita

Oleh:
Kata-kata Orisen Marden tentang kekuatan manusia untuk mengubah peradaban dan sukses masih terngiang di benakku, kata-kata itu pernah kubaca dari sebuah buku bernuansa ‘ilmuwan’, orang biasa mengenalku dengan Ara,

Wayang? No or Yes?!

Oleh:
Suatu pagi yang cerah di daerah Lost Angeles. Anak bernama Dania segera terbangun dari mimpi terakhirnya di Lost Angeles. Hari ini, Dania dan keluarga nya, akan pergi ke Indonesia.

Salam Rindu

Oleh:
Biarkan kata-kata itu terbang, terbawa angin semilir menyelusup liang-liang bawah tanah, naik ke surga bersama dengan rinduku padamu wahai penikmat surgawi” Ku berteduh di bawah pohon yang rindang di

Mutiara Yang Hilang

Oleh:
Hari sudah hampir maghrib, kaki gue udah pegel-pegel keliling komplek buat nyari kost-kostan. Ditambah nyeret-nyeret koper lagi. Gue salah perhitungan, ngeremehin saran Mama buat jauh-jauh hari nyari kost-kostan. Setiap

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *