Harapan Hidupku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Motivasi, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 29 March 2017

Hari hari dalam hidupku memang penuh warna kebahagiaan, walau terselip satu harapan yang tak pernah terkabulkan. Aku bernama Alya, aku hidup di tengah-tengah keluarga yang keberadaannya cukup baik. Aku adalah anak ke-3 dari 3 bersaudara, kedua kakakku sudah menikah dan mempunyai seorang anak. Kini hanya akulah satu-satunya anak yang masih sekolah.

Dengan ketidaksempurnaanku, aku selalu dihina oleh teman sekelasku. Walau itu semua sangat menyakitkan untukku, tapi aku berusaha untuk tetap tegar.

“Tumbuh itu ke atas, bukan ke bawah” ledek temanku, Rafli.
“Dari kelas 7 tetap saja kaya gini, gak akan tambah tinggi?” sambung temanku, Rendi.
“Heh.. Kalian tuh maunya apa sih? Ngeledek Alya terus! Coba bayangkan kalau kamu ada di posisi Alya, gimana rasanya?” Zahra membelaku.
“Udahlah Ra gak usah ditanggapin, aku gak apa-apa kok” ucapku.
“Tapi Al, mereka itu udah keterlaluan” jawab Zahra.
“Udah.. Udah, kita masuk kelas saja!” sahutku.

Walaupum aku gak pernah tanggapin mereka, tapi tetap saja selalu ada rasa sakit yang tersirat di hatiku. Jujur, selalu ada rasa kecewa, sesal, dan menyerah dengan ketidaksempurnaanku ini.

“Ya Allah.. Betapa aku ingin seperti mereka, mereka yang sempurna, yang selalu bahagia tanpa senyum palsu. Aku mohon, tegarkanlah aku, kuatkanlah aku” do’aku dalam hati.

Di kelas, aku hanya duduk termenung meratapi sakitnya sebuah hinaan yang tertuju kepadaku. Aku pun menjadi tidak konsentrasi dalam belajar, hingga aku ditegur oleh guruku.
“Alya.. Coba isi pertanyaan yang ada di papan tulis!” ucap Bu Nelly dengan nada sedikit tinggi.
“Ah iya bu” jawabku.

Di depan semua murid-murid, aku berdiri untuk mengisi soal tersebut. Tapi, aku tidak bisa mengisi semua soal itu. Akhirnya aku pun dimarahi oleh guruku dan diledek oleh teman-temanku.
“Makanya, kalau guru sedang bicara di depan tuh dengarkan. Kalau kaya gini, mendingan kamu keluar dan gak usah ikut pelajaran saya!” bentak Bu Nelly.
“I..iya maaf bu. Tapi bu aku ingin belajar” ucapku.
“Kamu belajar di perpustakaan saja” ucap Bu Nelly.
“Uuuh.. Dasar kurcaci” ledek teman-temanku.
Aku pun keluar dari kelasku sambil menangis.

Di rumah, aku bercerita kepada mamaku tentang semua yang terjadi. Walau sedikit canggung, aku pun memberanikan diri untuk bercerita.
“Ma.. Kenapa sih aku terlahir dengan ketidaksempurnaan ini?” tanyaku.
“Kenapa kamu tanya seperti itu?” mama berbalik tanya padaku.
“Aku malu sama semua teman-temanku, aku sering diejek, dihina oleh mereka. Terkadang aku pernah putus asa dengan semua itu! Ma.. Aku ingin seperti mereka” jelasku.
“Dengar ya sayang.. Kamu gak boleh putus asa, gak boleh nyerah, menyesal dengan semua yang terjadi. Allah menciptakan umatnya dengan seadil mungkin, di dunia imi gak ada manusia yang sempurna, ingat itu! Mama gak masalah dengan semua ketidaksempurnaan kamu, yang penting kamu sehat dan bisa membanggakan dan membahagiakan mama dan keluarga. Kamu paham kan?” jelas mama.
“Sama seperti pelangi yang indah karena warnanya berbeda-beda, hidup pun menjadi indah karena adanya perbedaan” sambungnya.
“Makasih ya ma udah selalu nyemangatin Alya. Alya sayang mama” ucapku.
“Iya mama juga sayang Alya” ucap mama.

Dengan semua penjelasan yang mama berika kepadaku, kini aku jadi tidak bersedih dan menyesal lagi. Itu semua menjadi sebuah harapan hidupku yang mungkin gak akan pernah terkabulkan. Aku berjanji, aku akan selalu tegar dengan semua yang terjadi. Mengapa? Karena aku masih punya Allah yang selalu membantuku untuk berusaha ceria menjalani kehidupanku.

– Kesempurnaan hanya milik Allah –

SELESAI

Cerpen Karangan: Tria Siti Nurjanah
Facebook: Tria Siti N
Hai. Nama saya Tria Siti Nurjanah, kalian boleh temui saya di facebook yang Tria Siti N. Maaf bila ada kesalahan kata, semoga cerpennya bisa menjadi pembelajaran bagi kehidupan kalian…

Cerpen Harapan Hidupku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Ke Dua

Oleh:
“Mataku kosong saat melihat dirimu. Seakan-akan tak ada yang lain di hidupku. Hanya dirimu seorang dan hanya kamu.” Sedikit aku mengingat kata-kata itu dari benakku, sembariku teruskan langkahku menuju

Tak Lagi Ku Galau

Oleh:
Namaku Sandra Dwi Irma si ratu galau. Aku anak kedua dari 2 bersaudara, kakakku bernama Dio Wahendra. Aku duduk di kelas 2 SMP. Aku memiliki Sahabat yang baik, pengertian

Lilin 17 Tahun Ku (Part 2)

Oleh:
Tak terasa alarm di ponselku sudah berdering. Itu menunjukkan bahwa sudah pukul 04.00 WIB. Ini memang sudah menjadi kebiasaanku bangun jam 4 pagi. Aktivitas yang aku lakukan saat masih

Migegil

Oleh:
Waktu menunjukkan pukul 05.00, sudah menjadi kebiasaanku untuk bangun tidur lalu membantu pekerjaan rumah, kemudian mandi, sarapan dan berangkat sekolah. Kemudian aku bangkit dari tempat tidur sambil menutup mulutku

Surat Kecil Buat Bunda

Oleh:
Cakrawala senja yang indah menawan terlihat sebuah keluarga yang asyik berliburan di pantai. Eh ternyata ada seorang bidadari cantik yang sedang duduk sendirian sepi di tepi pantai memandang indahnya

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *