Hari Hari Terakhir Bersama Ayah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 30 January 2014

Hai teman teman namaku areta griselda biasa di panggil mumun. Waktu itu hari senin, saatnya aku les bahasa inggris. “Yah.. nanti jemput jam 4 ya.” kataku “ya dek” jawab ayah. Pada saat jam 04.00 aku di jemput tepat waktu pulang. Aku dibonceng ayah untuk membeli buah durian kesukaan mamaku. Gak lama aku dan ayah berhenti di pinggir jalan membeli buah durian di toko buah kecil. “Berapa satu ini bu?” kata ayah “10.000 pak” jawab ibu penjual buah “beli 2 ya bu” kata ayah “ini pak, jumlahnya 20.000” jawab ibu.

Aku melanjutkan perjalanan menuju rumah. Ketika sampai di rumah aku disuruh ayah memberikan durian ini pada mamaku. Aku langsung berlari menuju kamar mama untuk memberikan durian ini. “mamaku yang cantik, ada durian dari ayah!” kataku “oh adek, bilang sama papa makasih gitu ya…” jawab mama dengan senang “iya ma..” jawabku.

Aku langsung berjalan ke papa yang masih memakir sepeda motor di depan, “ayah, mama bilang makasih duriannya” kataku. Papaku hanya membalas senyum manis.

Hari kedua, selasa
Matahari terbit tepat di kaca jendela kamarku. Aku memandang langit yang cerah dengan kicauan burung. “Ayah, bangun udah pagi.” kataku sambil membangunkan ayah “iya, ini ayah udah bangun”. Ketika aku sudah siap berangkat sekolah, aku selalu diantar oleh ayah ke sekolah karena kantor ayahku dekat dengan sekolahku. Pada saat pulang aku di jemput mama. Ketika sampai di rumah aku melihat ayah sedang duduk di kursi teras rumah. “assalamualaikum yah, lagi apa kok melamun?” sambil berjalam menuju ayah “Walaikumsalam, ayah gak ngapa-ngapain” jawab ayah. Lalu mama mendengar suara gerobak lento (makanan) “Pak beli..” mama berteriak memanggil tukang lento itu. “Papa mau lento?” tanya mama “mau lah ma..” jawab papa.

Malam tiba,
“Papa aku tidur dulu ya ngantuk, soalnya besok ada tes olahraga” sambil mengantuk “iya”. Pada saat enaknya tidur aku dibangunkan kakak sambil menangis “adek, papa meninggal!” sambil menangis sedih “hah, beneran ta? bohong kakak” sambil sedikit menangis “iya dek, papa sudah gak ada”. Kami berdua menangis sedih karena seorang ayah yang berharga dalam hidup kami sudah di panggil oleh Tuhan Yang Maha Esa. Ketika waktu menunjukan pukul 02.39 Mama datang dengan ambulan yang membawa jenazah ayah di rumah.

Aku sangat sedih ketika ayah telah dikuburkan di makam depan rumah berserta tata upacara polisi untuk ayah. Semoga ayah tenang disana dan amal dan ibadah ayah di terima di sisi Tuhan YME amien.

Cerpen Karangan: Areta Griselda
Facebook: Areta Griselda

Cerpen Hari Hari Terakhir Bersama Ayah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


I am Stupid?

Oleh:
“Felly kemana, Bi?!,” tanya Anjani saat ia hendak pergi ke kentor. “Non Felly baru saja ke luar, Nyonya. Tadi, Non Felly membawa mobilnya sendiri dan menolak Pak Ridwan mentah-mentah

Rahasia di Balik Rintik Hujan

Oleh:
Langit mendung sore itu. Gumpalan abu-abu gelap seperti sudah mewanti-wanti semua yang dinaunginya bahwa sebentar lagi ia akan menumpahkan bawaannya. Eros bukannya tidak menyadari itu semua. Ia tahu jelas.

Ajal Yang Datang Seketika

Oleh:
Halloo… Namaku “Rania Natasyha”. Yah biasanya sih di panggil Nia Aku memiliki sebuah penyakit Kanker Hati. Suatu hari. Kanker ku kambuh, Sehingga aku harus rawat inap di sebuah Rumah

Tinta Hitam

Oleh:
Pepohonan mengibas-ngibaskan ranting seraya mengamatiku tajam. Aku termenung dalam dekapan kesengsaraan yang kini menderaku. Dedaunan berjatuhan pelan, kadangkala mengenai kepalaku yang sedang semrawut. Di bawah pohon beringin ini yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *