Hari Pertama Masuk Sekolah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 8 August 2021

Kring… kring…
Jam alarm berdering tepat di samping tempat tidurku. aku terbangun dengan deringan jam yang begitu nyaring. setelah bangun, aku bersiap untuk menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan bersiap-siap untuk berangkat sekolah.

Beberapa menit kemudian, selesai mandi aku menuju ke ruang makan. Di sana terlihat keluargaku sudah berkumpul menungguku untuk makan bersama. Ada ayah dan kakak laki-laki yang keduanya juga akan berangkat untuk kerja dan sekolah. Ibu menyambutku dengan senyuman dan menyuruhku duduk di kursi kosong. Setelah itu, aku dan keluargaku makan pagi bersama.

Setelah makan pagi bersama, aku pun berpamitan dengan ayah dan ibu. Lalu aku berangkat ke sekolah menggunakan sepeda keranjang kesayangku bersama kakak.

Hari ini adalah hari spesial setelah sebulan libur panjang. Ya! Kemarin adalah libur kenaikan kelas, dan hari ini aku memasuki kelas sepuluh di sekolah menengah awal atau disebut SMA. Rasanya deg-degan sekali, bagaimana tidak yang katanya di SMA ini adalah tahun-tahun sekolah yang menyenangkan. Sudah tidak sabar untuk memulai, dan pastinya akan bertemu teman-teman baru yang takkan kalah serunya.

Aku bersekolah yang sama dengan kakak laki-lakiku. Di SMA 1 Teladan di daerahku. Banyak sekali yang ingin masuk ke sekolah ini, karena sekolah ini terbilang sangat unggulan. Dan kakakku sudah menikmati sekolah ini selama dua tahun, dan tahun ini kakakku adalah tahun terakhirnya berada di sekolah ini. Namun, tidak boleh jadi putus asa. Kita harus fokus untuk mencapai cita-cita yang diinginkan untuk masa depan.

Perkenalkan nama aku Rain Fitria. Panggil saja dengan panggilan Rai. Kata orang, namaku terbilang sangat unik bahkan tidak ada yang memilikinya. Tidak cuman orang lain saja yang bilang begitu, bahkan aku sendiri juga menyadarinya namaku sangatlah unfamiliar. Daripada penasaran, aku pernah bertanya kepada ayah dan ibuku. Mereka mendapatkan namaku disaat keduanya hanya melamun di saat hujan deras. Karena hujan, namaku jadilah seperti itu. Kan, bahasa inggris dari hujan ialah Rain. Wah, sangatlah keren.

Sementara nama kakakku ialah Fito Junandi. Dari namanya saja berbeda jauh dariku, ya ialah kita kan berbeda jenis. Kakakku namanya tidak berkaitan dengan hal lain apapun yang tidak sepertiku.

Setelah bersepeda beberapa menit, sampailah aku dan kakakku di sekolah. Aku lihat plang nama sekolah itu besar sekali. Aku yang melihatnya begitu takjub, aku tak percaya sudah masuk ke sekolah ini dengan memakai seragam yang keren. Meskipun sekolah aku negeri, tetapi dalam seragam kami terbilang sangat berbeda dengan sekolah-sekolah negeri lainnya. Dalam seragam, sekolahku sedikit diberi kotak-kotak tipis putih di rok seragam. Bahkan, setiap seragam satu hari kami mendapatkan jas pelengkapnya.

Setelah itu aku memarkirkan sepeda di parkiran sepeda sekolah bersama kakakku. Kemudian, aku dengan kakakku pun berpisah jalur. Ia akan jalan menuju ke kelasnya yang berada di lantai atas dan aku di lantai bawah. Lalu, aku pun menuju kelasku.

Sesampainya di kelas, terlihat teman-teman yang masih asing di mataku tampak saling diam. Sehingga kelas terasa sangat sepi dan sunyi yang hanya menyisakkan suara dari kipas angin kelas. Kemudian aku berjalan menuju ke bangku yang masih kosong di kelas.

Setelah memilih bangku yang masih kosong, akupun duduk di dekat seseorang perempuan berkucir kuda. Aku pun izin duduk di sebelahnya dan menyapanya. Lalu dia membalasnya sambil memperbolehkan duduk kepadaku.

“Hai, siapa namamu?” tanyaku kepadanya setelah duduk.
Lalu ia pun menjawab dengan senyumnya, “Eh, hai, aku Hana. Salam kenal ya, nama kamu siapa?”
“Senyummu sungguh manis, Hana. Aku Rain, panggil saja aku Rai. Terbilang aneh kan,” balasku kepadanya dengan senyuman juga.
“Ah, terimakasih. Kamu juga, nama kamu unik kok, Rai.” jawabnya, lalu kami berdua mengobrol dengan asyik dan tidak terasa bel masuk telah berdering.
“Eh, ayuk kita ke lapangan. Sudah dipanggil kan untuk upacara,” ucapnya kepadaku setelah ia mendengar suara dari speaker pengumuman yang ada dalam setiap kelas.
“Eh iya, yuk.”

Jam berganti jam, tak terasa selama setengah hari ini telah terlewat begitu saja. Hari ini sungguh menyenangkan. Apalagi aku sudah mendapatkan teman baru yang akrab sekali denganku. Setelah bel pulang berbunyi, aku dengan Hana saling berpamitan di depan gerbang sekolah. Ia pun dijemput oleh ibunya menggunakan mobil. Setelah Hana berlalu, aku segera menuju ke parkiran sepeda yang sudah ditunggu kakakku dari beberapa menit yang lalu.

Sampailah di rumah, jam dinding telah menunjukkan sore harinya. Ibuku yang seharian menunggu kami di rumah, lalu memberikan kami sapaan. Kemudian ia menyuruh aku dan kakakku untuk segera berganti baju dan beristirahat. Aku pun mengiyakannya dan segera berganti baju.

Malam harinya, ayah telah pulang kerja tepat sebelum makan malam. Sebelum makan malam dimulai bersama, ayahku berberes dahulu membersihkan diri agar menjadi segar kembali. Setelah itu, akhirnya kami sekeluarga makan malam bersama.

Selama makan malam aku sudah tidak sabar untuk menceritakan kegiatan aku tadi di sekolah kepada keluarga. Namun, ibu yang melihatku makan terburu-buru untuk memperingatkanku agar tidak terburu-buru dan berceritanya setelah makan.

Selesai makan, seperti kegiatan biasanya. Keluargaku akan berkumpul bersama di ruang keluarga dengan membicarakan berbagai hal-hal yang seru dari kegiatan yang dilakukan. Kami bercerita pun juga ada waktunya, jadi bergiliran bercerita. Dan, saatnya yang ditunggu-tunggu aku pun diberi kesempatan bercerita.

Aku menceritakan semuanya dari awal sampai selesai dari sekolah tadi. Apapun aku ceritakan, yang awal masuk kelas dengan kelas sunyi, berkenalan dengan Hana, dan kejadian-kejadian yang lain bahkan kejadian yang lucu. Ayah dan ibu, sampai kakakku yang mendengarnya pun cukup menarik mendengarkan ceritaku. Semuanya pun bertepuk tangan untukku yang bercerita pengalaman pertama saat masuk sekolah ini. Sangat menyenangkan.

Itulah pengalaman ceritaku, kawan. Selamat menikmatinya ya. Bye bye

Cerpen Karangan: Salma Nur Hanifah
Halo, yang ingin mengenalku jangan lupa follow juga instagram aku ya, dengan nama @salmaxxhan_ terimakasih!

Cerpen ini dimoderasi oleh Moderator N Cerpenmu pada 8 Agustus 2021 dan dipublikasikan di situs Cerpenmu.com

Cerpen Hari Pertama Masuk Sekolah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hilangnya Buku Biru Materi IPA

Oleh:
Bel pulang sekolah berbunyi. Ketua kelas X-IPA 2 menyiapkan untuk segera berdoa. Setelah berdoa dengan tertib. Semua siswa berbaris untuk segera ke luar kelas. Kondisi sekolah itu menjelang pulang

Apa yang Terbaik

Oleh:
Mamanya belum mengirim jatah uang jajannya bulan ini. Sebagai anak rantau yang masih kecil nan imut, Elvina benar-benar berusaha untuk belajar menghemat uang yang diberikan oleh orangtuanya. Malang nian

Selembut Kain Sutra

Oleh:
Busana bermotifkan batik indah nan glamor adalah busana ciri khas yang dirancang oleh Septi. Tangannya yang lemah gemulai dalam membatik dan mewarnai batik dengan canting ia celupkan ke dalam

Bullying

Oleh:
Hari itu terasa sangat berat untuk melangkah. Sangatlah gelisah hatiku para teman temanku memusuhiku (bahkan, mulai membullyku) karena aku memakai tas yang kebetulan motifnya sama seperti yang geng mereka

Dosa Pada Ibu

Oleh:
Bangun tertampar senja bukan hal yang mengenakan ditengah kebisingan kepentingan yang harus segera dikejar. Gelas di meja pun kosong, padahal nafas sudah seperti lari marathon. Peluh meluncur manja di

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *