Hari Yang Sial

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 11 April 2014

Tok… tok… tok… “Zalfaaa, ayo cepat banguuun. Sudah siang ini nanti terlambat lho,” teriak mama yang berusaha membangunkanku dari depan kamarku. “Iya, maaa tunggu 5 menit lagi,” kataku yang masih mengantuk. Aku melanjutkan tidurku lagi. Tiba-tiba… byuuurrr… secara refleks aku langsung bangun. “BOCOR… BOCOOOR,” teriakku kaget. “Ayo, cepet bangun. kak Rian tidak mau terlambat sekolah hanya gara-gara kamu!” tegas kak Rian. “Ya ampun, kak biasa saja lagi. Lagian ini masih jam setengah 6.” kataku ngawur sambil mengantuk-ngantuk. “Faa, kamu tidur jam berapa, sih? Ini itu sudah jam 7 tepat! Kamu tidak boleh terlambat karena ini hari ini hari pertama kamu masuk SMA! Lagian hari ini kamu ada Masa Orientasi Sekolah kan?” kata kak Rian. “HAH?! OH IYA. YA AMPUN!” kataku kaget sambil menepuk keningku pelan. Aku langsung berlari menuju kamar mandi dan akhirnya selesai juga.

Aku langsung memakai seragam tergesa-gesa dan membawa perlengkapan untuk MOS nanti lalu kumasukkan ke tasku. Aku langsung lari-lari dengan cepat dan menuju lantai bawah. Di meja makan ada bibi yang sedang merapihkan meja makan. “Bi, Papa sama Mama sudah berangkat ke kantor?” tanyaku. “Iya, non. Bapak sama Ibu sudah berangkat ke kantor,” jawabnya sopan “Ini, non ada roti sama susu. Mau sarapan dulu?” lanjutnya. “Tidak usah, bi. Aku sudah telat. Aku bawa rotinya saja nanti aku makan di mobil.” kataku. “Baik, non. Oh iya, non. Sudah ditunggu sama den Rian di mobil. Dia tadi ngomel-ngomel,” jelasnya. “Hhh, baiklah,” jawabku lesu.

Aku segera masuk ke mobil. Tidak ada angin, tidak ada hujan tiba-tiba saja kak Rian langsung mengomelku. “Heh, gara-gara kamu, kan aku jadi terlambat! Kau tau? Selama 3 tahun sekolah di SMAN Bangsa Jakarta aku itu tidak pernah terlambat ke sekolah. Gara-gara kamu, kan aku jadi terlambat!” ocehnya “Lihat saja kau nanti!” ancamnya. “Ya, tidak apa-apa, kan sekali-kali terlambat,” jawabku santai. Kak Rian hanya mendengus kesal.

Akhirnya sampai sekolah. Sekitar 20 menitan dari rumah sampai sekolah. Kemudian aku turun dari mobilku dan… tiba-tiba ada seseorang yang menghampiriku. “Heh! Kamu anak baru ya di sini?!” tanyanya lantang. “I… i.. iya, kak,” jawabku gugup. Males banget, deh diomelin sama kakak kelas. “Cepat lari 5 putaran lapangan, karena kamu sudah terlambat!” perintahnya “Enak saja kau baru masuk sekolah sudah melanggar peraturan sekolah,” lanjutnya. Ya ampun, lari 5 putaran lapangan sebesar ini?! Yang benar saja?! batinku. Dengan tidak semangat aku berlari keliling lapangan sekolah ini.

“Hhffftt… selesai juga,” kataku lesu sambil mengelap keringat di wajahku. Hari ini benar-benar hari yang sial dalam hidupku! batinku. Aku segera menuju barisan.

Ketua OSIS mengumumkan mentor-mentor yang akan membantu MOS. Aku kaget bahwa kakakku Rian akan jadi mentor. Apa aku tidak salah dengar? Bersiap-siaplah! Pasti dia akan balas dendam kepadaku. Aku melihat keliling sekitar dimana kak Rian berada. Nah, itu dia! Ternyata dia sedang memperhatikanku. Dia memasang muka rencana jahatnya. Aku hanya pasrah tidak bisa berbuat apa-apa selain hanya diam membeku.

Yeaayy! Akhirnya selesai MOS. Kau mau tahu apa yang kak Rian lakukan terhadapku? Dia menyuruhku untuk membuat surat cinta untuk kakak kelas, membersihkan toilet perempuan yang sangat amat bau, membersihkan gudang sekolah, dan masih banyak lagi. Memang kejam sekali kakakku ini. Menurutku, ini namanya bukan MOS melainkan memberi hukuman kepada adik-adik kelas yang masih polos dan lugu ini. Harusnya kakak kelas bisa memberi contoh yang baik untuk adik kelasnya. Betul, tidaaak? “Betuuul,” jawab Obama. Loh, kok tiba-tiba ada Obama?! Abaikan saja ya, aku hanya mengkhayal.

“Bagaimana Zalfa MOS hari ini?” tanya kak Rian sambil menyengir senang karena telah berhasil membalaskan dendamnya. “Oh, jadi ini menurut kak Rian yang dinamakan MOS?! HAH? HAH?” emosiku yang sudah mulai meledak “Kak Rian sudah puas menyiksaku? Apa masih belum puas? HAH?!” “Yaaa, kak Rian minta maaf deh,” kata kak Rian menyesal “Maafkan kak Rian, ya?” memohon-mohon sambil menunjukkan muka yang ingin dikasihani. Karena aku tidak tega melihat mukanya itu aku memaafkan kak Rian. “Aku juga minta maaf ya, kak karena tadi aku buat kak Rian terlambat ke sekolah,” kataku. “Iya, kak Rian maafkaan,” jawabnya tersenyum. “Aku baru sadar, Sehari ini aku belum lihat kak Rian senyum,” kataku yang baru mulai menyadari. “Benarkah? Hahaha” katanya sambil tertawa. Kami pun tertawa lepas.

Cerpen Karangan: Talitha Widyadhana
Facebook: Talitha Widyadhana

Cerpen Hari Yang Sial merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


The Light at Formosa’s Sky

Oleh:
Mataku mata ikan, tak dapat terlelap malam ini. Sesekali mencoba memejamkan kedua bola mata namun pikiranku melayang. Terpaku memandang wajah malaikat-malaikat yang terlelap pulas di atas tikar tua. Maksud

Gara Gara Amplop

Oleh:
“hei, hei, anak baru, siapa nama lo?” “nathan” “setan? Buset dahh, yang gue tanya nama bukan wujud lo.” “nathan woi, nathan” “oh, santan, lo blasteran, ya?” “iya, ayah gue

Di Tebing Itu Aku Mengerti

Oleh:
Hmmm, burung-burung berkicau merdu. Pohon kelapa nyiur melambai. Angin sore berhembus lembut. Matahari tinggal tiga per empat saja. Yang seperempat sudah terlelap di peraduannya. Menambah syahdu suasana senja. Bunga

Pelajaran Berharga Dari Barisan Para Semut

Oleh:
Sore ini Brian menatap barisan semut-semut yang berbaris dengan rapi di dinding. Beberapa dari para semut itu terlihat berkelompok membawa remahan biskuit yang ukurannya lebih besar dari tubuh mereka.

Cinta 18 Hari (Part 2)

Oleh:
Aku tersadar di sebuah tempat luas yang gelap, apakah ini akhir hidupku? Oh, tidak… Aku masih merasakan usapan lembut seseorng di rambutku, aku juga merasa ada sesuatu terdapat di

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *