Harta dan Tahta

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 2 February 2016

Namaku Seanna Quionia Maldives, itu nama yang diberikan oleh Eyang putriku yang bermukim di Solo. Kamu memang Keanggunan dan Kesuburan Maladewa, itu juga yang sering ia ucapankan dulu. Ya, dulu. Karena saat ini ia sedang terbaring lemah di salah satu Rumah Sakit di Jakarta, sudah 4 tahun ia koma. Aku sangat tidak tega, bahkan aku sudah siap kalau ia dipanggil oleh yang kuasa dan aku juga ingat ketika ia berbicara masalah “warisan.” maksudku bukan aku ingin hartanya namun aku takut adik Eyangku mengambilnya. Biar ku perjelas, Eyangku hanya 3 bersaudara.

Kakaknya sudah tiada ketika buyutku tidak sengaja meminum minuman yang dilarang ketika mengandung lalu Eyang putri sangat ingin mempunyai adik namun Tuhan hanya mengizinkan buyutku hanya memiliki satu anak yaitu Eyangku, akhirnya buyutku mengadopsi anak laki-laki yang sudah berumur 3 tahun dan akhirnya dialah yang menjadi adik Eyang putriku sekaligus “dalang.” dari kematian Eyang kakungku namun dunia berpihak padanya karena dia tidak sama sekali mendapatkan hukuman. “Nona Sea, anda saat ini sudah berumur 17 tahun dan sudah saatnya anda tahu ke mana kedua orangtua anda selama ini.” aku terbangun dari lamunanku dan aku menoleh kepada pengacara muda yang dipercayai Eyangku.

“Baiklah, Ahmed.”
“Maaf, nona. Sepertinya akan lebih sopan bila anda memanggil saya dengan sebutan Pak Ahmed.”
“Oh, oke. Maaf, wajar bukan kalau saya salah karena anda membangunkan lamunan saya dan jangan panggil nona terus menerus.” Oh ayolah, dia hanya berumur 25 hanya berbeda 9 tahun. Lagi pula wajahnya seperti seumuranku, kenapa dia bersikap seperti ayah satu anak.

“Baik, kalau begitu saya akan menerangkan bahwa kedua orangtua anda menghilang 15 tahun yang lalu di Kalimantan Timur ketika sedang ada urusan bisnis. Eyang anda sudah mengerahkan seluruh kepercayaannya namun tidak menemui jejak akhir jadi kami menghentikan pencarian.”
“Apa menurutmu ini salah satu rencana si Kakek peot tersebut?”
“Mungkin, namun Eyang selalu bilang bahwa kedua orangtua anda. Masih bernapas.”
“Aku juga yakin itu, lalu apa lagi? Apa ada kabar tentang warisan?”

“Iya, anda akan mendapatkan semua warisan milik PT. Maladewa Corperation bila anda memiliki 2 anak. Karena dari keturunan buyut anda, tidak ada yang memiliki 2 anak. Bahkan Eyang anda hanya memiliki ayahmu dan ayah ibumu hanya memiliki anda.” Aduh, aku menyesal menanyakan warisan kalau isinya seperti ini.
“Kalau begitu, ini tugasmu jaga warisan itu dengan baik jangan sampai warisan itu jatuh ke tangan yang salah.”
“Baik, saya masih banyak keperluan dan saya izin ke luar sekarang.”
“Silahkan.” si pengacara muda dengan langkah yang panjang meninggalkan ruang namun ada sesuatu hal yang lupa aku tanyakan. “Pak Ahmed.” memanggilnya dengan sebutan Pak, sejujurnya aku risih.

“Iya, ada apa?”
“Bisakah, saya meminta id Line-mu atau nomor handphone-mu.” aku sedikit ragu menanyakan hal ini. Dia menatapku terus, apa dia sedang memikirkan sesuatu tentangku atas pertanyaan ini. “Pak Ahmed, jangan menganggap ini sebuah pendekatan? Oke.”
“Saya akan mengucapkannya dan segera anda mencatatnya.”
“Baiklah.” aku mengambil pena dan kertas lalu mencatatnya. Setelah selesai mencatatnya dia pergi dengan begitu saja, hari yang cukup membingungkan.

“Nona Seanna apa anda menerima sebagai suami anda dan apa Tuan menerima Seanna menjadi istri anda.”

“Ya, Tuhan. Mimpi apa ini, jalan hidupku masih sangat panjang mengapa aku harus bermimpi menikah. Ini akibat aku terus menerus memikirkan masalah itu.” aku bermimpi menikah, ini menyebalkan tapi siapa kira kira sosok pendampingku di dalam mimpi tersebut. Ah, sudahlah lebih baik aku bersiap siap pergi ke kampus. Ayolah Seanna berhenti memikirkan perkara harta itu, dan jadilah anak muda sejati tapi aku tidak bisa, ada sesuatu hal yang ganjil namun belum aku temukan. Karena itu aku memutar balikkan mobilku menuju perusahaan Eyangku, ketika aku sampai aku mendapati.

“Pak Ahmed, anda duduk di kursi CEO yang seharusnya ditempati olehku?”
“Maaf, bukan saya lancang nona tapi ini amanat dari Eyang anda. Dia berucap, selama anda belum siap dan terampil menduduki kursi ini. Maka untuk sementara saya yang menempati, anda tidak perlu khawatir. Saya sudah belajar tentang menjalani sebuah bisnis.” aku penasaran tentang kehidupan dia.
“Kalau memang itu amanat, tidak apa-apa.”

“Bukankah seharusnya anda hari ini pergi ke kampus?”
“Ya, seharusnya seperti itu tapi saya ingin ke sini.” ucapku dengan ragu.
“Nona, anda tidak bisa seperti itu. Bagaimana bisa, anda menjalani perusahaan kalau sikap anda seperti ini?” dia menasihatiku dan merasa dia lebih baik dariku. Aku benci ini!
“Ya, ya, ya, saya akan ke kampus sekarang dan berhenti bersikap seperti itu serta mulai saat ini panggil saya Seanna jangan ada nona, nona lagi.”

Aku bergegas dengan langkah panjang pergi meninggalkan ruang dengan kesal. Sesampai di kampus, tidak ada yang tahu siapa aku ‘sebenarnya’ yang mereka tahu hanyalah seorang gadis yang tinggal dengan Eyangnya yang kebetulan seorang pengusaha ‘biasa saja’ terkecuali tidak ada, karena aku penyendiri. Dari SD memang aku penyendiri, aku tidak suka keramaian namun aku mudah untuk bergaul.

Cerpen Karangan: Sekar Farras Rizki
Blog: arcticyogurt.tumblr.com

Cerpen Harta dan Tahta merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pacar Impian

Oleh:
Indah melirik ke arah seorang cowok yang sedang bermain basket di lapangan sekolah. dini yang sejak tadi memperhatikan itu menyenggol bahu indah sembari berkata “ciee.. yang lagi merhatiin pujaan

Penumpang Angkot Sialan

Oleh:
Hai Gas, eh maksudnya Guys. Hehehe ketahuan nih kalo bahasa inggrisnya jelek. GUBRAKK… kenalin nama Gue Edo panjangnya “Edo Suparno”. Hahaha (jangan diketawain dong) gue juga binggung and heran

Diary Elza

Oleh:
Lembar demi lembar buku diary milik Elza sudah terisi deretan tulisan Elza yang begitu rapi. Entah apa jadinya jika lembar demi lembar itu sudah penuh oleh kata-kata ungkapan dari

Caution With Your Friend

Oleh:
Apa yang lebih sakit daripada ditinggalkan seseorang yang paling kau sayang? Tentu saja ada. Ada yang lebih sakit daripada itu. Mencintai seseorang yang begitu dekat, tapi cinta yang selalu

Kasih Yang Tertinggal

Oleh:
“INI SEMUA KARENAMU!!!”. Teriak ayah, Aku hanya bisa menangis dan menangis, sudah biasa aku menerima hukuman demi hukuman dari ayah, entah apa yang ada dalam pikiran ayah saat ia

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *