Hembusan Nafas Terakhir Seorang Ayah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 26 May 2018

Pagi yang cerah..
Sang mentari menyambut ramah, terbangun aku dari tidurku bersiap diri akan ke sekolah, namaku fitri murid kelas IIV smp 1 salo, ibuku bekerja sebagai asisten rumah tangga, sedangkan ayahku sedang dirawat di rumah sakit umum pekanbaru akibat penyakit tumor dan liver yang dideritanya dalam beberapa bulan ini.

Kulangkahkan kaki menuju ke sekolah, bel berbunyi saatnya pelajaran dimulai, saat pelajaran berlangsung terdengar guru memanggilku dari kantor “yang bernama sry naldi fitri Harap menuju ke kantor segera” ujarnya. “ada apa ya?” tanyaku dalam hati, heran, gelisah, perasaan bercampur aduk.

Kurapikan perlatan belajarku lalu kumasukkan ke tas. Berjalan ku menuju ke kantor, sesampainya di kantor kulihat bibi sudah menungguku lalu kutanya “ada apa bi? Mengapa bibi menjemputku ke sekolah?” Tanyaku. Bibi menjawab “nak ayo kita pulang, ayahmu akan segera pulang!” Jawab bibi. “Baru 2 hari ayah dirawat tak mungkin ayah pulih begitu cepat” aku berkata dalam hati.

Sesampainya di rumah kulihat rumahku begitu ramai, di ruang tamu kasur terbentang rapi dengan alas yang berwarna putih, akhirnya aku tau maksud dari semua ini. Tangisan pun meledak tak dapat tertahankan lagi, seakan separuh dari nyawa ini pun ikut pergi, “kenapa bibi berbohong padaku? Kenapa bibi tidak katakan dari tadi? aku tak bisa menerima semua ini bi, tak mungkin ini terjadi”
Bibi menjawab “mau bagaimana lagi nak, inilah yang bibi khawatirkan, melihat anak bibi terpuruk begitu dalam, lalu bibi harus bagaimana nak, bibi pun tak menyangka akan terjadi seperti ini” jawab bibi.

Waktu pun berlalu, terdengar ambulan berhenti di depan rumah, mereka menurunkan ayahku, kulihat ayah terbaring kaku, badan yang pucat, kurus, dan tangan yang berlipat, tangisan anaknya yang semakin menjadi jadi. “ibuuuu, aku tak sanggup melihat semua ini bu, aku tak tahan bu, mengapa ayah meninggalkan kita semua bu, ibu menjawab “sabar nak, tuhan yang telah berkehendak, ibu tak bisa melakukan apapun lagi”.

Cerpen Karangan: Sry Naldi Fitry
Blog / Facebook: Syafilha

Cerpen Hembusan Nafas Terakhir Seorang Ayah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kenangan yang Terlupakan

Oleh:
Aku memandang papan tulis yang kosong di depan kelas. Sudah 5 menit semenjak bel pulang berbunyi. Hanya aku sendiri yang berada di kelas sekarang. Perasaan ini selalu muncul setiap

Gagal

Oleh:
Gio adalah namanya. Gio merupakan Kakak dari 3 bersaudara Ani dan Doni. Gio duduk di kelas 3 SD sedangkan adiknya Ani kelas 1 dan Doni masih TK. Gio juga

Selamat Tinggal Vonny

Oleh:
Hi! Namaku Karin. Lebih tepatnya Titania Katarina Ananda. aku anak tunggal. Dan aku mempunyai sahabat. Ia bernama Vonny. Dan lebih tepatnya Vonny Aprilia Bianca. Kami bersekolah di SD Pelita

Hidupku Sunyi

Oleh:
Namaku Sila, umurku 10 tahun. Aku berasal dari keluarga yang tidak harmonis. Ayah dan ibuku selalu bertengkar, entah hal apakah yang membuat pertengkaran itu terjadi. Aku punya adik yang

Aku

Oleh:
Siang itu ketika sang mentari berada tepat di atas ubun-ubun. Kulihat gadis menangis di bawah lampu merah. Pandangannya terlihat kosong, sepertinya awan kesedihan tengah menyelimuti hatinya. Tak lama kemudian

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *