Hidup Kedua

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Penyesalan
Lolos moderasi pada: 7 May 2014

Aku jeo, dulu aku seorang pemuda berandal. Hampir setiap hari aku tak pernah di rumah, jika pulang ke rumah hanya sekedar minta duit sama orangtuaku, itu pun dengan cara yang tidak sopan.

Suatu hari, aku pulang ke rumah dalam keadaan mabuk, entah berapa botol minuman yang ku habiskan.
“Sukir, Karmi… gua minta duit!!” begitulah aku panggil kedua orangtuaku.
“Kamu mabuk lagi jeo?” tanya bapakku dengan kata-kata yang halus tapi tegas, sedangkan ibuku hanya menangis melihat keadaanku.
“Cerewet lu jadi orang! mana duit gua?” bentakku lebih keras
“Buat apa sih nak? mabuk-mabukan lagi?” tanya bapakku.
“Nggak usah banyak omong deh! mana duitnya?” bentakku lagi sambil memukul meja. bapakku hanya diam sedangkan ibuku tetap menangis.

Aku pun menuju kamar orangtuaku dan mengambil uang. aku pun pergi meski bapakku mencoba menasehatiku.

Dalam keadaan mabuk aku mengendarai motor berboncengan dengan kedua temanku Dhee dan Zee. Baru sekitar 100 meter dari rumah, aku dan temanku mengalami kecelakaan. Kami bertabrakan dengan sebuah mobil.

Ku buka mata ini, hanya seberkas cahaya putih dari lampu yang ku lihat. Tak berselang lama, aku lihat sekelilingku. Aku melihat kedua orangtuaku tertidur di sebuah sofa.

Entah apa yang terbersit di kepalaku. Aku lepas jarum infus dari tanganku, aku coba beranjak dari tempat tidurku. Namun aku terjatuh, karena kaki kiriku diamputasi. Bapak dan ibu terbangun dan menghampiriku. Mereka mencoba membantuku bangkit. Aku pun langsung mencoba memeluk kaki mereka, sambil menitikkan air mata aku meminta maaf kepada mereka.

Sesaat kemudian aku bertanya tentang Dhee dan Zee, bapak menjawab mereka telah mati. Begitu terpukul aku mendengarnya, aku penyebab mereka menjadi anak liar dan aku penyebab mereka mati.

Kini aku telah berkeluarga dan memiliki dua orang anak. Aku berharap, kejadian itu tak terulang pada mereka.

Cerpen Karangan: Didik Setiawan
Facebook: Dhee Nda Panda

Cerpen Hidup Kedua merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Gadis Kecilmu

Oleh:
Mama aku rindu. Perasaan itu aku rasakan seumur hidup aku, allah lebih sayang mama sehingga beliau dipanggil begitu cepat, meninggalkan aku dan ayahku. Sejak aku berumur 5 bulan mama

Aku Ingin Ke Korea

Oleh:
Amuk gadis bernama Risma itu. Semua orang yang ada di meja makan melongo seketika. Memerlihatkan mulut mereka yang berisi penuh makanan. Bahkan sampai ada yang menggigit sendok. Suasana menjadi

Kisah Kasih di SMK

Oleh:
Awalnya aku tak pernah menyangka akan bersekolah di situ. Tak terlintas sedikit pun di otakku, untuk masuk sekolah itu. Bangunan yang begitu kotor, jelek, dan seperti bukan sekolahan. Aku

Berujung di Senja Kelabu

Oleh:
Sabtu malam di ambang pintu. Rinai hujan tak menggentarkan hati nuraniku walau sekadar untuk menutup pintu. Biarlah. Di sini hanya ada aku dan pilu yang telah menewaskan seluruh kebagaiaanku.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *