Hitam

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Misteri, Cerpen Slice Of Life
Lolos moderasi pada: 30 September 2018

Hembusannya kian sunyi, membisu di pelataran desa yang penuh dedaunan jatuh, angin bisu. Kini jalan-jalan desa berwarna hitam, merata dengan bebatuan kecil yang berada di dalamnya persis seperti brownies yang kupegang di tanganku, hitam pekat. Lantas apalagi yang tampak hitam di sekelilingku? Kurasa kutahu hitam mana lagi yang kulihat, sesuatu yang ada pada balik sutera di tubuhnya.

Setiap kali kulihat ibu mengusapnya dengan tomat, entah untuk apa sebenarnya dan bagaimana bisa ibu selalu melakukannya disaat-saat ia tengah tidur, ada apa?. Ibu tak pernah tahu betapa sering aku diam-diam melihatnya mengusap-usap sesuatu yang hitam itu, setiap malam dan dini hari ketika ibu tidur.

Tangan kananku menutupi sebagian kening dan mataku yang sebenarnya tidak tertutup penuh. Dibalik sela yang sempit itulah aku melihatnya menggerak-gerakan tangan kirinya ke tubuhnya, seperti memutar namun tidak Nampak jelas karena ibu membelakangiku sambil berdiri.

Bermenit-menit aku terus memperhatikannya, sambil terkadang pikiranku melayang entah ke mana saja, seperti tentang teman-teman sekolah, Risa yang tadi siang menjailiku dengan debu kapur putih yang ia oleskan ke wajahku, si Fikri yang sempat membuatku kesal dengan menaruh cermin di dekatku yang sedang berdiri di sampingnya, lalu si Putri yang meledekku dengan sebaris tulisan Siska cinta Andi di papan tulis hitam di kelasku yang amat membuatku malu. Kalau sudah begitu, aku tidak pernah marah, hanya saja aku langsung membalasnya lagi sampai hatiku puas. Namun, kadang aku juga dimarahi karena ketahuan ibu wali kelasku, lalu ibu guru akan menghukum kami semua dengan berdiri di luar kelas, dengan begitu akan banyak teman-teman lain atau adik kelas yang menertawai kami sambil berteriak “woy! kakak-kakak kelas lima!”.

Sek! hampir saja ibu melihatku saat aku hendak menggeser tanganku dari posisi semula, untungnya aku cepat menyadari itu lalu mengubah posisi tidurku menjadi miring ke kanan membelakangi tubuhnya. Di sana aku mulai berpikir lagi, mengapa ibu menggosokkan tomat pada tanda hitam di perutnya? Bukankah itu bekas luka dari asap panas alat pemasak nasi yang ibu ceritakan seminggu yang lalu? Mengapa harus dengan tomat? Pikiranku terus bertanya-tanya.

Cerpen Karangan: Ayu Churiyatul Jannah
Blog: Sastramania45.blogspot.co.id
Ayu Churiyatul Jannah kelahiran dari Harjamukti kota Cirebon.
Cerpen ini merupakan cerpen bergaya daya ingat, yang memiliki makna berbeda dengan alur cerita.

Cerpen Hitam merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cita Citaku dan Masa Depanku

Oleh:
Hai namaku Bila Ratna Ayu panggilanku Bila. Aku duduk di bangku Kuliah. Aku anak kedua dari empat bersaudara. Dulu ketika aku bertentangan dengan orangtuaku karena Masa Depanku, aku hampir

Dinding Yang Retak

Oleh:
Goresan hati ini yang tak akan hilang, air mata ini tak akan kering, jikalau penderitaan ini tak akan berakhir. Mungkin kini aku hanya mempunyai satu teman yang bisa membuat

Penyakit Ini Akhir Hidupku

Oleh:
Pagi ini aku berangkat sekolah di antar oleh kakakku karena papa tidak sempat mengantarku, ada urusan mendadak. Keluargaku sangat mengasihiku kami hidup sangat rukun dan berkecukupan, rumahku penuh canda

Aku Ingin Kembali

Oleh:
Setangkai bunga anggrek putih yang sangat aku kagumi memberikan kesejukan hati di kala aku memandangnya. Tapi kali ini bunga anggrek putih yang indah itu tak cukup mampu memberi ketenangan

Terlalu Cepat Kau Pergi

Oleh:
Derasnya hujan mengiringi kepergian Ayah yang sangat aku cintai. Tangisan pilu Ibu dan Kakak tak bisa dibendung lagi. Sosok yang seharusnya menjadi pelindung kami, kini telah menghembuskan nafas terakhirnya.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *