I Love You, Mama

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Mengharukan
Lolos moderasi pada: 16 June 2017

Hari yang menjengkelkan! Kenapa semua bersikap aneh sih hari ini. nggak di sekolah, nggak di tempat umum, semua seperti bekerja sama untuk menghancurkanku. Mudah-mudahan keanehannya tidak sampai di rumah.

Aku pulang dengan raut wajah masam. Aku melepaskan sepatuku dan meletakkannya di sembarang tempat. sedangkan tas sekolah, aku hempaskan begitu saja di tempat tidur. Mama melintas di kamarku, aku tahu.. dia pasti akan marah. 3.. 2… 1..
“Nui!! Kenapa berantahkan gini sih!” seru mama.
Sudah kutebak kan. Mama pasti memarahiku. Aku hanya diam dan tidak melihat mama. Mama mendekat ke arahku. Dia langsung duduk di sampingku. Aku berusaha mati-matian untuk tidak menangis. Aku bukan anak cengeng lagi! Jadi aku harus pura-pura baik.
“kayaknya anak gadis yang lain nggak gini la, Nui. Pulang sekolah tasnya bukan dicampakkan ke mana-mana, sepatunya juga harus diletakkan di rak sepatu. Tadi pagi lagi… tempat tidurnya bukannya dibersihkan. Pakaian berserakan ke mana-mana…” gumam mama. Aku benar-benar tidak kuat. Aku ingin menangis.. sekarang!!! Mama bukannya bertanya aku ini kenapa. Tapi justru memarahiku. Ini bukan mama yang kukenal! Biasanya dia selalu memperhatikanku. Kali ini mama berbeda!!
Aku hanya menatap mama. “jadi anak gadis jangan pemalas!” ucapnya kemudian meninggalkan kamarku. Aku langsung menangis sejadi-jadinya. Aku membungkam mulutku dengan bantal dan berteriak, “mama udag nggak peduli sama ku lagi!! Aku nggak punya siapa-siapa di dunia ini!! aku benci semuanya!!!” teriakku sekerasnya dalam bantal.
Aku terus menangis. Menangis. Menangis, dan tanpa sadar aku mulai mengantuk sampai akhirnya aku tertidur.

Aku dan mama pergi ke supermarket untuk membeli keperluan sehari-hari. Saat menyeberang jalan, dia selalu di sampingku untuk melindungiku. Walaupun aku sudah berusia 15 tahun tapi dia tetap melakukan itu. Hebat! You are My Hero, mom.. batinku.

Aku terus mengoceh menceritakan semua masalah di sekolahku tanpa disangka aku keasyikan jalan sampai akhirnya ada sebuah truk yang oleng dan mengarah padaku.
“Nui! Awas!!” teriak mama langsung mendorongku.
Aku terdiam. Aku rasa aku sudah mati. Mati semuanya. Bahkan jantungku seakan tidak berdetak lagi. Darahku juga tidak berjalan. Dan nyawaku seakan melayang entah kemana. “mamaaaaaa!!!” teriakku histeris. Nggak.. ini nggak boleh terjadi. Mama? Dia kecelakaan karena melindungiku! Semua orang langsung menolong mama dan membawanya ke rumah sakit. Dan supir truk.. aku akan mencarimu setelah merawat mama. Akan kubunuh kau!!

“mama… dengar Nui kan ma? Mama dengar Nui kan?? Maa… buka mata mama..” ucapku sembari berjalan mengikuti mama yang akan dibawa ke ruang IGD. Aku panik. Aku langsung menelepon papa dan saudara lainnya.

Tak berapa lama mereka datang. Mereka juga panik. Bahkan menangis melihat keadaan mama. Benar-benar sangat parah. Aku terus berdoa agar mama bertahan hidup.
Seorang dokter keluar dari ruang IGD, kami semua menunggu hasil pemeriksaannya. Raut wajah dokter berubah. Dia seperti… ahh tidak mungkin.
“pasien tidak bisa diselamatkan” ucapnya kemudian membuat kami histeris.
“pembohong!! Mamaku itu masih bisa diselamatkan! Bapak ini dokter gadungan ya! rekayasa apa ini…” teriakku histeris. Dokter itu langsung pergi meninggalkan kami semua.
“hei dokter gadungan!” teriakku lagi.
Aku mungkin sudah gila sekarang. Aku tidak tahu mana yang baik aku ucapkan mana yang tidak baik. ini terjadi secepat kilat. Baru saja aku bersama mama, tertawa bersamanya, curhat dengannya. Dan sekarang? Mama… dia sudah pergi selamanya meninggalkan aku. Aku sungguh tidak percaya ini. aku menyayanginya!!!.

Aku terisak di pemakaman mama. Aku teringat semua moment bersama mama. Aku juga merasa bersalah karena pernah membuat dia menangis, marah dan.. ahh aku memang anak yang durhaka. Aku belum bisa membahagiakannya!! Aku ingin ikut dengannya!! Siapapun.. tolong bunuh aku sekarang! Aku ingin menjemput mama!

“mama!!” teriakku saat aku sadar dari mimpi buruk itu. Nafasku terengah-engah. Aku masih tidak percaya ini mimpi, aku langsung keluar kamar untuk melihat mama. dan sykurlah.. mama sedang memasak di dapur.
“ma…” gumamku penuh genangan air mata. Aku tidak peduli lagi soal cap anak cengeng. Yah.. aku memang cengeng saat ini. mama menoleh ke arahku. Dia tertegun keheranan melihat aku menangis tiba-tiba.
“jangan tinggali Nui ma..” kataku langsung memeluk mama. “maafin Nui ma. Nui janji nggak akan malas lagi. Nui bahkalan nuruti semua perintah mama. Nui sayang sama mama.. jangan tinggali Nui ya ma..” jelasku lirih. Mama mengelus lembut rambutku. Aku harap mimpi itu tidak menjadi kenyataan.. mimpi yang mengerikan!
“ya ya.. gitu dong..” ucap mama.
Aku tersenyum haru. Mudah-mudahan aku bisa melihat mama selamanya. Yah… Setidaknya sampai aku bisa melihat dia bahagia karena ku. Aku sadar, aku belum bisa membahagiakannya. Aku banyak menyakitinya. Maafkan aku ma.
Mama membalas senyumanku.

“nah.. mama buat kue, mau bantui nggak?” ucap mama
“mauuuu..” seruku.

Aku bahagia.. aku bahagia karena aku masih bisa melihat mama. Aku tidak akan menyia-siakan kebahagianku ini bersama mama. Aku akan menjaga hati mama. karena apa? karena aku menyayanginya!

Selesai

Cerpen Karangan: Sanniucha Putri
Facebook: Sanniucha Putri

Cerpen I Love You, Mama merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kerikil Kerikil Tajam

Oleh:
Dunia facebook yang sering kita kenal sebagai jejaring sosial, memang dunia maya yang banyak menyatukan kenangan-kenangan masa lampau, atau ajang untuk bertemu sahabat sahabat lama, meski kadang setelah saya

The End of My Life

Oleh:
2856 hours 1440 minutes maybe the rest of my time in this world.. I actually sincere God even I remain grateful for all of this, but there is not

Kado Buat Mama

Oleh:
Aku tinggal di sebuah kota di komplek yang mayoritas pemilik rumahnya adalah kalangan pengusaha. Aku tinggal bersama mama dan seorang pembantu karena Papaku kembali ke Amerika setelah papa dan

Surgaku

Oleh:
PLAK!! Tamparan laki-laki itu tepat mendarat di pipi kirinya. Isak tangis di pendamnya. Digosok-gosoknya pipinya yang terasa panas. Ditatapnya wajah laki-laki itu dengan segumpal rasa jengkel. Wajahnya merah padam.

Jangan Pergi Lagi

Oleh:
Namaku Eliza Humairah. Biasa dipanggil Liza. Aku terlahir dari keluarga yang harmonis dan penuh kasih sayang. Aku punya seorang adik laki-laki yang keren yang bernama Ryan dan seorang adik

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *