I Understand Mom

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 9 September 2016

Hari minggu adalah hari yang aku tunggu, karena pada hari ini aku akan bermain dengan teman sekelasku. Hanya nonton, tapi ini sangat membuatku senang. Karena jarang sekali ibu mengizinkanku untuk bermain bersama teman-teman. Aku segera mandi. Aku lupa telah membasahi rambutku, aku pun mengeringkannya dengan hairdryer. Dengan cepat aku membuat rambutku yang basah menjadi kering.

Handphoneku berbunyi, tanda ada line masuk.
Citra : re kita gak jadi main, nanti-nanti aja katanya.
Aku : ih kok gitu sih, aku udah siap-siap gini. Emang kenapa?
Citra : aku sendiri ada acara keluarga, yang lain pun begitu.

Sungguh menyebalkan. Mereka jarang berkumpul dengan keluarga, berbeda dengan aku yang sering sekali kumpul keluarga. Aku kadang bosan karena hanya aku yang tak punya pengalaman seperti yang lain. Teman-temanku hampir setiap minggu bermain, sedangkan aku baru kali ini ibu mengizinkan tapi malah tidak jadi.
“Sayang!” Ucap seseorang mengetok pintu. Bisa ku tebak, dia ibuku.
“Iya bu!” Aku membuka pintu kamar
“Katanya mau main?”
“Gak jadi”
“Oh gitu, ya udah kita nonton aja yu!”
“Males ah bu.”
“Ada film baru katanya, dea juga mau nonton.”
“Ya udah de, ree ikut.”

Aku pun pergi menonton bersama ibu dan sepupuku dea. Aku kadang merasa malu, kalau harus pergi dengan ibu lagi, ibu lagi. Teman-temanku memanggilku anak mami, ya karena ibu sangat protektif terhadapku, mungkin karena aku anak bungsu. Memang aku sangat beruntung bisa bertemu ibu setiap hari, berbeda dengan teman-temanku yang jarang bertemu dengan ibu mereka, ibu mereka pulang larut malan karena bekerja. Ibuku tidak bekerja, ayahku lah yang bekerja. Mungkin juga karena ayah yang selalu berkata kepada ibuku untuk menjaku setiap saat. Pada saat pelantikan siswa baru di SMAku, aku menjadi bahan obrolah siswi dan siswa yang lain. Selama 3 hari aku pelantikan, setiap pagi, siang dan sore ibu selalu datang menengokku. Pantas saja jika aku dikatakan sebagai anak mami.

Hari itu setelah kami menonton, kami makan steak kesukaanku. Lalu aku melihat citra dan teman-temanku yang lain berjalan. Aku pun segera menghampiri mereka.
“Kalian sedang apa? Katanya kalian tidak jadi main?”
“Kita mau nonton re, mmm kami jadi main kok re. Tapi ibumu menyuruhku mengatakan kalau aku harus bilang ke padamu kalau gak jadi main, gitu re.” Ucap citra yang tersenyum miring
“Astaga, ya udah. Aku pergi dulu.” Aku pun bergegas menghampiri ibu.

“Kenapa sih bu ngelakuin ini? Rere mau main sama mereka ibu larang terus.” Ucapku yang mulai berkaca-kaca
“Kan ibu udah izinin, katanya gak jadi.”
“Ibu bohong lah, citra bilang ibu nyuruh dia buat bilang ke rere kalau mainnya gak jadi, padahal jadi.”
“Ibu gak mau kamu jauh dari ibu, sama aja kan temen-teman kamu nonton, kita juga udah nonton.”
“Ibu ree gak akan kenapa napa kok bu, tapi udahlah luapain aja.”
“Maafin ibu, ibu cuma gak mau kamu kaya kakak kamu.”
“Kakak siapa sih, kak ani gak pernah kenapa-kenapa kan. Kak ani juga sering cerita ke aku kalau dia ingin main bersama teman-temannya dan ibu juga sama ngelarang dia.”
“Mungkin sekarang kamu harus tau dan kakak kamu pun juga harus tahu. Ada kakak yang lain yang lahir lebih dulu dari rani.”
“Apa?, emang dia kenapa bu? Kenapa gak pernah cerita…” Aku mulai menampakan ekspresi kaget.
“Dia adalah rena, saat TK dia diculik selama 5 hari, ibu dan ayah melaporkannya ke polisi, namun tak kunjung ditemukan. Rena berbeda dengan kamu, dia selalu bermain dan ibu sibuk dengan pekerjaan ibu seperti ibu teman-teman kamu. Rena bermain dengan temannya bernama gina, ayah gina adalah bawahannya ayah kamu dia kecewa karena tidak naik jabatan, jadi dia menculik rena. 5 hari polisi tak menemukannya, lalu polisi menemukannya di rumah gina, karena kami tahu dari teman rena yang lain kalau rena bermain dengan gina temannya itu. Tapi naasnya rena ditemukan sudah tidak bernyawa. Jadi itu alasannya yang buat ibu dan ayah protektif sama kamu dan ani.” Ibu mengeluarkan air mata yang sangat deras. Aku pun langsung memeluknya. Aku merasa bersalah kepada ibu, aku sekarang mengerti apa yang ibu lakukan untukku karena tidak ingin kehilanganku. Maafkan aku ibu…

Ketika orangtua melarang kita untuk melakukan sesuatu, mungkin mereka tahu apa yang terbaik. Jangan marah kepada mereka, yang harus dilakukan adalah terus menyayangi mereka karena tak ada hentinya mereka menyayangi kita.

Cerpen Karangan: Renita Melviany
Facebook: Renita melviany
Follow Ig aku ya @renitamelviany_17 yang pasti bakalan di follback

Cerpen I Understand Mom merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cobaan Hidup

Oleh:
Tak pernah aku bayangkan, hubungan yang selama ini aku pertahankan akhirnya berantakan juga. Tak terasa sudah hampir 8 tahun aku menjanda. Awalnya aku mengira bahwa keputusanku untuk menikah lagi

Step Mother (Part 2)

Oleh:
Tasha terjaga hingga tengah malam masih dengan posisi yang sama saat dia pulang. Dia mengeluarkan sebotol pil tidur yang dibelinya sebelum pulang setelah menemui Andre. Dia memegang dengan gemetar

Doa Ibunda

Oleh:
Dunia. Andai kau tahu dan dapat menceritakan pada semesta tentang kasih sayang seorang ibu yang paling dalam adalah, ketika melihat anaknya tersenyum, dalam kebahagiaan. Seperti embun yang menyejukkan rumput-rumput

Pemilihan Ketua Kelas

Oleh:
Di kelas tiga akan diadakan pemilihan ketua kelas. Pemilihan dipimpin oleh ibu Guru. Calon ketua kelas ada tiga orang. Yaitu anddry, mira dan anton. “Bagaimana anak anak kalian setuju

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *