Ibu Jangan Menyalahkan Aku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 19 August 2015

Di sepanjang usiaku aku selalu merasa kesedihan.

“kenapa selalu uang yang selalu menjadi permasalahan? Kenapa aku selalu dianggap salah? Kenapa aku selalu dibilang anak yang tidak tahu diri? Kenapa Ibu? Kenapa?”

Setiap malam aku selalu meratapi kehidupanku, air mata ini selalu menemani di sepanjang usiaku, aku anak pertama dari 3 bersaudara, 2 saudaraku itu adalah saudara tiriku. Ibuku menikah lagi saat aku masih menduduki bangku SD, sampai saat ini aku tidak tahu penyebab bercerainya Ibu dan ayah kandungku. Dan sejak aku berumur 10 tahun hingga sekarang aku telah kuliah aku tinggal bersama Ibu dan ayah tiriku.

Setiap aku meminta yang memang sudah menjadi kewajiban orangtua kepada anaknya Ibuku selalu berkata “Masih untung kau disekolahkan sampai sekarang, sampai dikuliahkan, beruntung kau punya Bapak yang seperti ini, sementara Bapak kau sendiri entah di mana, tidak bertanggung jawab sedikitpun, dasar anak yang tak tahu untung!”

Dari lubuk hatiku, aku sangat terluka, sedih, berharap aku tidak dilahirkan, karena bukan aku yang mau seperti ini, melihat Ibu menangis saja aku juga ikut sedih, tapi apa Ibu tidak sedih melukai hatiku dengan berkata seperti itu, aku tidak pernah berharap kehidupanku seperti anak-anak lainnya yang memiliki orangtua yang sempurna, bahagia dan menginginkan apa yang mereka inginkan dipenuhi orangtuanya.

Aku hanya mau kewajiaban orangtua yang sewajar-wajarnya saja, sampai detik ini aku tidak pernah menyusahkan untuk meminta apapun, karena sampai detik ini, apa yang aku inginkan aku selalu mendapatkan dengan usaha sendiri, namun Ibu ku selalu berkata “Hidup kau senang kurang senang lagi, sok kayak orang kaya, tidak sadar diri!”

Oh, Ibu maafkanlah aku bila aku selalu menyusahkanmu, maafkan aku belum bisa membuatmu bahagia.
Dan aku tidak tahu sampai kapan kisahku akan seperti ini. Yang tidak tahu Ayah kandungku berada di mana, andai aku mempunyai kasih sayang orangtua sperti anak-anak lainnya, Tuhan.

Cerpen Karangan: Mutiara Cempaka Putri
Facebook: tiarajha[-at-]yahoo.com

Cerpen Ibu Jangan Menyalahkan Aku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Buruh Cuci

Oleh:
Pagi itu sinar mentari hangat menerpa bumi. Kicauan burung seakan turut mewarnai pagi. Kubuka tirai jendela yang menghalangi pandangan untuk melihat keadaan di luar. Rupanya belum banyak kendaraan yang

Together Forever

Oleh:
Waktu telah menunjukkan pukul 15.30 WIB. Anisa sudah siap dengan sepeda dan nasi goreng buatannya yang telah dibungkus. Sore ini, Anisa, Zahra, Shafa, dan Nabila akan piknik di taman

Salah (Part 1)

Oleh:
Yeeesss!!!! Akhirnya pulang sekolah juga. Setelah 5 jam aku bergelut dengan pelajaran di sekolah, akhirnya aku bisa pulang juga. Seperti biasa, bi ani yang sering menjemputku. Kadang kalau bi

Hujan Kala Senja

Oleh:
Ada segelintir cerita yang begitu perih menyedihkan, ada segores luka yang teramat dalam, ada setitik harapan yang begitu jauh dari kenyataan, sehingga menuntut Cares untuk terus menggerakkan kakinya selangkah

Pelukan

Oleh:
Bahagia bukan kepalang jika seorang laki-laki dan perempuan yang dijalin hubungan suami istri mempunyai buah cinta. Apalagi buah cinta tersebut merupakan pertama kalinya yang lahir ke dunia. Suara azan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *