Idola Melly

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 22 January 2014

Ada seorang anak yang bernama Melly Defira Putri. biasanya, dia di panggil Melly. Melly bersekolah di SD Hermina I.
“Melly!!” panggil seseorang. ternyata itu Helena. Helena adalah sahabat nya Melly.
“kenapa Hel?” tanya Melly.
“Taria sudah datang belum?” tanya Helena.
“udah. tuh Taria!” kata Melly.
“Oh.. oke. ke Taria yuk!” ajak Helena.
“yuk!” jawab Melly. mereka pun ke tempat Taria.

“Hai Helena, Melly!” sapa Taria.
“Hai juga Taria!” Jawab Melly dan Helena serempak.
“kapan ya bel?” tanya Helena. saat Helena sudah selesai mengatakan itu, terdengar suara bel berbunyi.
“Baris yuk!” ajak Taria saat Kaifa, sang ketua kelas menyuruh kelas Melly untuk berbaris.
“yuk!” Jawab Helena. ketika barisan kelas Melly sudah rapih, ikrar pun dimulai.

Setelah ikrar….
“anak anak, hari ini kita akan mempelajari bab tiga semester dua. judul bab nya yaitu ‘IDOLA’,” kata Bu Heni.
“baiklah kalau begitu. sekarang, ibu terangkan apa arti idola ya,” kata Bu Heni.

Setelah Bu Heni menerangkan…
“oke anak anak. kalian paham? jika kalian sudah paham, ada tugas yang dikerjakan di rumah untuk kalian. tugas nya adalah menulis cerita tentang Idola kalian masing masing. misalnya idola kalian ibu kalian, kalian tulis: ‘Ibu yang melahirkan kita. tanpa ibu, kita tidak bisa ada di bumi. ibu dengan sabar mengajari ku segala hal.’ dan lain lain. kalian kerjakan sendiri sendiri ya!” Jelas Bu Heni panjang lebar.

Saat pulang sekolah…
“Assalamualaikum Bunda,” kata Melly.
“Waalaikumsalam Melly, ayo masuk!” Jawab Bunda Melly. Melly pun masuk ke rumahnya.
“bun, tadi Melly belajar tentang idola lho, Melly juga dapat tugas dari Bu Heni,” cerita Melly.
“Oh ya? kalau begitu, sekarang Melly ke Kamar, ganti baju, kerjakan tugas yang diberikan Bu guru, lalu tidur siang ya,” kata Bunda Melly.
“ya Bun,” Jawab Melly. Melly pun ke kamar nya.

Melly berganti bajunya dengan kaos bunga berwarna ungu. untuk bawahannya, Melly memilih celana yang panjangnya sebawah lutut. celananya bermotif bunga berwarna pink. Setelah berganti baju, Melly bergegas ke meja belajar nya. lalu dia membuka tas nya. buku tulis PR Bahasa Indonesia. Melly berpikir. idolaku siapa ya? ah, aku tahu. Ibu dan Nabi Muhammad saja, batin Melly. Melly segera menulis tentang ibu dan Nabi Muhammad. setelah itu, Melly pun tidur siang.

Jam 16.00
Jam beker milik Melly yang bergambar barbie and the pegasus berwarna ungu berbunyi.
“Hoaahm… udah sore. ke bawah ah,” kata Melly. Melly pun ke lantai bawah. kamar Melly ada di tingkat 2. di bawah ada Bunda Melly dan dua orang lainnya.
“Kak Mella sama Kak Melda udah pulang?” tanya Melly.
“udah kok Mell… oh iya Bun, Mellisa mana?” tanya Kak Mella.
“Mellisa di kamar nya,” Jawab Bunda Melly. Mellisa adalah adik Melly yang berumur 4 tahun. “Melly, kamu mau ikut ke Mellisa gak?” tanya Kak Melda.
“ngaak kak. ajak aja Mellisa ke sini,” Jawab Melly.
“Oke deh,” kata Kak Melda.
Kak Melda dan Kak Mella adalah kakak Melly. mereka kembar. Kak Melda dan Kak Mella adalah kakak Melly yang kembar. Tak lama kemudian, Kak Melda dan Kak Mella turun dengan Mellisa. oh iya, nama panjang Kak Melda adalah Imelda Rahasyah Putri, nama panjang Kak Mella adalah Mella Ririyana Putri. Sedangkan nama panjang Mellisa adalah Mellisa Haryati Putri. “Hai Kak Melly!” sapa Mellisa.
“Hai juga Mellisa!” Jawab Melly.
“lagi apa kak?” tanya Mellisa.
“lagi nonton TV,” Jawab Melly.
“Oh, ikutan dong!” Seru Mellisa.
“boleh, ayo sini!” ajak Melly. Mellisa duduk di kursi untuk menonton bersama Melly.

Keesokan harinya…
“Melly, sudah dikerjakan tugas Bahasa Indonesianya?” tanya Bunda Melly. Nama Bunda Melly adalah Vina.
“Sudah Bun,” Jawab Melly.
“ya sudah, sekarang Melly sarapan dulu gih! ada nasi goreng spesial, telur mata sapi, dan teh hangat. ayo disantap!” seru Bunda. Melly hanya tesenyum.

Saat di sekolah…
“anak-anak, PR nya sudah dikerjakan?” Tanya Bu Heni.
“sudah buu!” Jawab anak kelas Melly serempak.
“dikumpulkan ke meja ibu ya,” Kata Bu Heni. anak anak kelas Melly termasuk Melly mengumpulkan buku PR mereka.

10 menit kemudian…
“anak-anak, buku nya sudah ibu nilai. Sekarang, ibu panggilkan satu persatu untuk maju ke depan untuk menceritakan idola kalian. Maju ke depannya sesuai tinggi nya nilai ya,” Kata Bu Heni.
“Melly Defira Putri!” Panggil Bu Heni. Melly pun maju ke depan. Melly pun membacakan tugas nya. tanpa komando, semua bertepuk tangan.
“Melly hebat, nilai Melly 100!” Kata Bu Heni. Melly pun bergembira. Akhirnya, aku tahu juga apa idola ku sebenarnya! Batin senang Melly. Pelajaran Bahasa Indonesia pun dilanjutkan dengan perasaan bergembira.

Cerpen Karangan: Diandra Emery Kiyasatina
Blog: diandraemerywritter.blogspot.com
Hai semua.. aku Diandra Emery Kiyasatina. aku biasa dipanggil Diandra. untuk mengenal lebih dekat dengan ku, bisa mengunjungi blogku, Diandraemerywritter.blogspot.com atau bisa meng email ku dialamat: diandra_emery[-at-]yahoo.com. sekian dari ku, semoga suka ya cerita nya ^^.
– Diandra Emery Kiyasatina –

Cerpen Idola Melly merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ayam dan Musang

Oleh:
Di pinggir hutan, hiduplah induk Ayam dan anak-anaknya, yang berjumlah dua belas ekor. Pada suatu hari, induk Ayam membawa anak-anaknya jalan-jalan memasuki hutan. Hari pun mulai gelap, anak-anak Ayam

Satu Ginjal Satu Dunia

Oleh:
“Hei, Alex. Tetaplah hidup sampai aku kembali!” Itulah kata terakhir yang diucapkan Ray padaku sebelum ia berangkat menuju Singapura untuk mengejar cita-citanya, yaitu menjadi dokter. Dan saat itu aku

Postingan Facebook Dan Buku Diary

Oleh:
Sore itu, aku tiba di rumah. Perlahan ku buka pintu rumahku. Ku dapati kedua orangtuaku telah menungguku dengan raut wajah yang mengerikan. Ibaratkan seekor singa yang siap menyerang musuhnya.

Selaksa Cinta di Batung Badoro

Oleh:
“Jauh tinggi terbang Si bangau, pulangnya ke kubangan jua”. Itu pesan Emak kepadaku. Pepatah tua yang diadopsi dari sastra Minang Kabau terngiang selalu memapah kaki. Sejauh tempat yang kudatangi,

My Little Dog

Oleh:
Sherin adalah anak orang kaya. Tetapi ia selalu saja kesepian karena tidak punya saudara kandung di rumahnya. Ia juga tidak mempunyai teman, karena ia melakukan pendidikan non formal yaitu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *