Ikhlas

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Penyesalan, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 6 November 2013

“Dito, sekarang kamu kemas barang-barangmu ya! Jangan sampai larut malam, karena besok pagi kita sudah harus pindah rumah.” Himbauan Papa kepada Dito. “Hmmmm yaudah deh pa.” saut Dito sambil mengikhlaskan kekecewaannya. Hari esok mungkin akan menjadi hari yang berat bagi Dito, karena ia harus meninggalkan rumah dimana ia dibesarkan selama 11 tahun. Dito adalah anak yang menjadi kebanggan keluarga. Ia mempunyai seorang kakak yang yang sikapnya sangat tidak pantas terhadap adiknya. Marco (Kakak Dito) selalu menyuruh Dito untuk mengerjakan tugas-tugas yang harusnya dikerjakannya sendiri. Beruntung Dito adalah anak yang dikenal sebagai anak yang rajin, sopan dan santu terhadap orang yang lebih tua, dan orang yang sangat ikhlas atas segala hal.

Pagi hari di keesokan harinya, Dito terbangun dengan keadaan yang menggigil dan kedinginan. Jelas saja, ternyata Marco telah mengambil selimut milik Dito untuk kepentingannya sendiri. Dito pun kesal dengan kakaknya, tapi ia tak akan mengadukannya kepada ayahnya karena Dito tau jika ia mengadukannya pasti ia akan dihabisi oleh kakaknya. Akhirnya Dito ikhlas atas perbuatan Marco terhadap dirinya. Akhirnya Dito, Marco dan Papa pun segera bergegas menuju rumahnya yang baru. Selama perjalanan sampai di rumah barunya, Dito terbaring menggigil karena ulah Marco semalam.

Sesampainya di rumah barunya, Dito pun langsung menuju kamarnya untuk berbaring memulihkan keadaannya. Beberapa lama kemudian Papa masuk ke kamar Dito dan menanyakan “Dito kamu kenapa dari tadi berbaring terus? Coba sini Papa cek.” Ternyata Dito terkena penyakit demam tinggi. Papa pun segera merawat Dito dengan sabar dan tekun. “Pah, kenapa kita tak cek ke dokter aja?” tanya Dito. “Maaf Dito, ayah sedang kekurangan uang saat ini. Untuk bayar uang muka rumah ini saja tidak cukup, apa lagi kalau kita ke dokter, pasti akan menjadi beban Dit.” Dito pun mengerti perasaan Papanya dan menerima kenyataanya dengan ikhlas. “Andai saja Ibu masih ada, pasti semuanya akan terasa mudah.” Gumam Dito. “tapi tidak apalah, hidup ini kan harus ikhlas.” Gumamnya lagi.

Sampai beberapa minggu kemudian, Dito tak kunjung sembuh. Keadaannya pun semakin parah. Dan pada suatu malam Dito bermimpi bahwa ia bertemu dengan seorang malaikat. “Dito, kau adalah anak yang luar biasa. Kamu bisa menahan amarah, menjaga dendam, dan mengihklaskan segala hal. Dan sekarang adalah saat yang tepat untuk kamu akhiri hidupmu. Jika tidak sekarang nasibmu bisa saja berubah di masa depan. Entah menjadi anak yang nakal atau yang selalu membuat ulah. Jadi sekarang atas suruhan Tuhan akan kucabut nyawamu.”

Pada pagi harinya, Papa mengecek ke kamar Dito yang sakit dan tak kunjung sembuh. Tapi tiba-tiba Papa terkejut atas keadaan Dito yang berbaring terkapar di ranjang tidurnya. Papa pun segera membawa Dito ke rumah sakit. Tapi ternyata nyawa Dito sudah tak tertolongkan. Papa sangat merasa bersalah dan Marco pun merasa sangat menyesal atas perbuatannya terhadap Dito. Tapi saat kematian Dito ada beberapa kejadian yang dapat mengihlaskan hati Papa dan Marco untuk merelakan kepergian Dito. Ya, Dito meninggal dalam keadaan tersenyum dan seakan akan sedang merasakan kedamaian. Begitu pula yang mengiringi jenazah Dito menuju kuburan begitu banyak dan sangat simpatik terhadap keluarga yang ditinggal pergi oleh Dito, sang anak kebanggan keluarga.

– TAMAT –

Cerpen Karangan: Hasbi Syuhada
Blog: hasbisyuhada.blogspot.com

Cerpen Ikhlas merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Merangkai Mimpi

Oleh:
Alunan piano terdengar merdu di tengah rumah, nada demi nada di alunkan lembut agar suaranya teralunkan dengan indah, senyuman lembut dan manis menemani piano itu bersuara, jari cantik dan

Jendral Ketumpahan Kopi

Oleh:
Tahun 2017 adalah tahun dengan banyak tren aneh di dalamnya. Mari ambil contoh, fidget spinner misalnya. Mainan yang cara mainnya cuma diputer-puter dan gak menghasilkan kesenangan apapun untuk layak

Raisa

Oleh:
Sekitar satu tahun yang lalu, Raisa mulai merasakan jatuh cinta. Awalnya, Raisa tak mengerti apa itu cinta. Ketika Raisa mulai mengerti apa itu, di saat itu juga Raisa mulai

Jangan Ganggu Keluargaku, Tante

Oleh:
Menurut kalian definisi keluarga itu apa? Bagiku keluarga adalah komponen terpenting dalam kehidupan ini terkhusus ibu dan ayah. Tanpa mereka mungkin kita takkan dapat melihat betapa mengagumkan dunia ciptaan-Nya

Dunia Yang Tak Terlihat

Oleh:
Jalan di luar sana masih sama, basah. Bahkan beberapa bangunan di tepi pekiknya kota besar mengalami hal yang serupa. Ribuan langkah kecil berhamburan di sisi badan jalan dan kemudian

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *