Impian

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 30 October 2015

“Riski bangun salat subuh!” perintah Nenek Riski.
“iya nek” jawab Riski.
Riski adalah seorang anak yatim piatu yang tinggal bersama Neneknya, Riski menjadi yatim piatu sejak dia berumur 3 tahun karena kedua orangtuanya meninggal dikarenakan kecelakaan. Sejak kejadian itu Riski tinggal bersama Neneknya.

Pagi itu seperti biasa Riski setelah salat subuh Riski membatu Neneknya dan bersiap-siap untuk berangkat sekolah. Setelah siap semua tugasnya Riski pun berangkat ke sekolah. Di jalan dia bertemu dengan sahabat-sahabat karibnya yang bernama Amel, Rudi dan Rina. Mereka bersahabat sejak sebelum sekolah dan mereka selalu bersama di saat suka dan duka.
Pada suatu sore Riski duduk sendiri di teras rumah sambil melamun. Dia memikirkan salah satu impiannya yaitu memberangkatkan Neneknya ke tanah suci.

“der kok kamu melamun ris.” kata Rudi mengejutkan Riski.
“kamu ni rud buat kaget aku aja” kata Riski.
“habis kamu melamun sih. Emang apa sih yang kamu pikirkan sampai kamu sering melamun?” Tanya Rudi.
“gini rud aku punya keinginan memberangkatkan Nenekku naik haji, tapi kayaknya mustahil deh rud. Untuk makan aja susah” jelas Riski.
“oh kalau cuma itu sih mungkin ajar ris asalkan kita berusaha dan berdoa” jelas Rudi.
“ya udah yok kita ke lapangan bertemu dengan yang lain.” Ajak Rudi.
“ya udah yuk” jawab Rudi.

Riski dan Rudi pun pergi bermain dengan kawan yang lainnya. Sesampai di lapangan mereka pun bermain dengan suka cita. Tak terasa hari pun mulai senja.
“ayo kita pulang bentar lagi adzan” kata Rina kepada teman temannya. Mereka pun pulang ke rumah mereka masing-masing. Di perjalanan saat mereka mau pulang, tiba-tiba mereka menemukan tas yang berisi uang, beberapa kartu atm dan surat surat penting yang mereka tidak ketahui.

“wah rezeki kamu ni ris. Lihat tuh uangnya banyak” kata Rudi.
“jangan ris ini bukan hak kita, kita harus cari permilik” kata Rina.
“bener tuh, kita harus cari permiliknya, apalagi di dalamnya banyak surat penting” sambung Amel.
“benar juga kata kalian berdua, ya udah yuk kita pulang sambil cari permiliknya” kata Riski.
Tiba tiba mereka melihat seorang Bapak-bapak yang sedang mencari sesuatu.
“coba deh kalian perhatikan, muka Bapak itu mirip dengan gambar yang ada di surat surat di dalam tas ini” kata Amel.
“benar juga mel yuk kita samperin” kata Riski. Mereka pun berjalan menuju Bapak Bapak tersebut.

“Assalamualaikum, pak” sapa Riski.
“walaikumsalam,” jawab Bapak tersebut.
“maaf pak menggagu, kelihatannya Bapak sedang mencari sesuatu” kata Riski.
“betul dek. Bapak sedang mencari tas Bapak yang hilang yang jatuh di sekitar sini.” kata Bapak tersebut.
“apa ini tas yang Bapak cari?” kata Riski sambil memperlihatkan tas yang ditemukan tadi.

Bapak itu pun melihat tas itu dengan teliti.
“betul dek. Dimana adek dapat?” Tanya Bapak itu.
“di situ pak” jawab Riski sambil menunjuk tempat yang tadi.
“Bapak berterima kasih pada adik-adik semua yang udah menemukan tas ini dan mengembalikannya pada Bapak. Kalau tidak ada adik-adik semua mungkin Bapak tidak tahu harus bagaimana” kata Bapak itu.
“sama-sama pak. Udah kewajiban kita untuk membantu dan mengembalikkan apa yang bukan hak kita.” Kata Riski.
“karena hati kalian bergitu mulia, tolong terima ini sebagai hadiah. Anggap aja ini rezeki dari Allah yang dititipkan oleh Bapak” kata Bapak itu sambil memberi berapa kertas.
“apa ini pak?” Tanya Riski.
“ini adalah tiket haji untuk delapan orang. Ini tidak seberapa dengan isi tas ini dan kebetulan perushaan Bapak sedang mengadakan haji gratis untuk seratus orang” jelas Bapak tesebut.

Riski dan teman-teman pun senang sekali dan tidak percaya. Seakan akan mereka berada dalam dunia mimpi. Terutama Riski yang akhirnya bisa mendapatkan apa yang menjadi impiannya. Bapak itu pun pamit setelah memberi tiket haji kepada Riski. Setelah mobil-mobil Bapak itu menjauh, mereka pun pun pulang dengan wajah dan suasana hati yang gembira. Sekaligus tidak sabar memberitahu berita bahagia ini pada keluarga mereka.

TAMAT

Cerpen Karangan: Fahmi
Facebook: Fahmi Arifin Bisa

Cerpen Impian merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Emak

Oleh:
“Emak, aku berhasil!”. Cukup satu kalimat itu saja isi suratku ke emak. Tanpa ba bi bu lagi isi suratku ke emak. Satu kata namun membuat emak di dusun terasa

Kado Untuk Nisa

Oleh:
Nisa seorang gadis yang berumur 7 tahun yang menggantikan peran seorang Ibu dalam keluarganya. Nisa tinggal dengan Supri Ayahnya. Mereka tinggal di daerah Malang. Di desa ini, sektor pertanian

My Diary and My friend

Oleh:
Hari ini pikiranku jenuh. Terbayang bayang perkataan Morie tadi pagi. “ahhahahaha… Tas apaan tuh? Jelek!” “hiks.. Hiks!” aku memilih diam supaya tidak diganggu. Ugh…! Aku sungguh kesaaaal..! Kucurahkan isi

Ku Hanya Butuh Kasih Sayangmu

Oleh:
Mentari telah memancarkan sinarnya, menyambut milyaran manusia. Seberkas cahaya yang masuk melewati kaca jendela kamar mampu menyilaukan mata seorang lelaki muda yang biasa disapa Raka. Pemandangan nan indah yang

Futsal Kegemaranku

Oleh:
Aku anak pertama dari dua bersaudara, usiaku sekarang 12 tahun, aku duduk di kelas VI SD. Setiap pagi aku berangkat ke sekolah diantar Ayah. Di sekolah aku mempunyai banyak

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *