Ina dan Aini

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 24 December 2012

Namanya Nuraina Maharany. Panggil saja dia Ina. Ia mempunyai adik yang bernama Nuraini Ahmadiyah. Panggil adiknya dengan Aini. Sifat mereka sangat bertolak belakang. Ina mempunyai budi pekerti yang kurang baik. Sedangkan Aini mempunyai budi pekerti yang baik.Usia mereka hanya berbeda 5 tahun. Sekarang Ina berusia 12 dan Aini 7 tahun.

“Aini!!” Teriak Ina dari lantai atas. “Iya kak.” Jawab Aini sambil menaiki tangga. “Lama banget sih kamu! Ambilin aku nasi goreng dan jus alpukat dan bawa ke kamarku!” Perintah Ina pada Aini.” Baik kak. Tunggu” Jawab Aini. “GPL: Ga Pake Lama!” Bentak Ina lagi.”Aini, kamu ngapain?” Tanya Ayah pada Aini.”Ngambilin kakak Nasi goreng sama jus alpukat yah” Jawab Aini tanpa mengalihkan pandangannya.”Ga usah, biar kakak ambil sendiri!” Perintah ayah.”Tapi yah…” Sebelum Aini menjawab ayah sudah memotong duluan perkataan Aini “Ga ada tapi-tapian!” Jawab ayah tegas.

“Ina!!!” Panggil ayah. Ina turun dengan wajah masam . “Ada apa yah?” Jawab Ina Ketus.”Kamu tuh ya, adikmu itu masih kelas 2, sudah kamu suruh-suruh. Sekarang, kamu ambil makananmu sendiri” Bentak ayah pada Ina. “Iyadeh” Jawab Ina mengalah.”Awas kamu Aini!”Gumam Ina dalam hati.

Sudah sebulan Ina tidak bertegur sapa dengan Aini . Ia marah karena kejadian 1 bulan yang lalu. “Aku benci Aini!!!” Teriak Ina dikamarnya. “Kenapa harus ada Aini dalam hidupku?” Ina bertanya sendiri . Hari demi hari pun berlalu. Kini, Ina telah menjadi seorang mahasiswi di salah satu Universitas di Bandung.

“Yah,Ibu rasa inilah saatnya” Ucap Ibu membuat Ayah tersentak kaget. “Saat untuk apa bu?” Ayah malah balik bertanya. ” Saatnya memberi tahu tentang Ina” Jawab Ibu sedih. “Baiklah” Ayah mengangguk

“Ina, ada yang ingin kami ceritakan padamu.”Ucap ayah. “Mau cerita apa yah?” Jawab Ina singkat.”Sebenarnya, kamu bukanlah anak kandung kami. Kamu kamu adopsi dari Panti Asuhan Cinta Kasih. Pada saat itu Ayah dan Ibu memang belum punya anak. Jadi, kami memutuskan untuk mengadopsi kamu. Lima tahun kemudian lahirlah Aini”Ucap ayah. Ina
berlalu tanpa mengucapkan kata apapun.

Sejak itu, sikap budi pekerti Ina mulai membaik. Ayah,Ibu, dan Aini pun sangat gembira akan hal itu. Ina yang dahulu budi pekertinya buruk, kini menjadi anak yang budi pekertinya baik. Mereka pun hidup bahagia. Walaupun Ina tahu bahwa ia bukan anak kandung dari Ayah dan Ibu yang selama ini mengurusnya.

Cerpen Karangan: Arinda Dinnia Widyanti
Facebook: Arinda Dinnia

Cerpen Ina dan Aini merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Mereka Yang Kubutuhkan

Oleh:
Aku terperangkap di ruangan yang gelap gulita, tiada cahaya sedikitpun. Aku tidak tahu harus kemana aku berlari dan apa sebenarnya tujuanku. Aku sendirian, aku menjerit meminta pertolongan namun jeritan

Siapa Tuhan

Oleh:
Malam itu, angin bertiup sangat kencang, bitang pun menghilang dari keindahan, langit biru itu diselimuti oleh kegelapan malam, cahaya bulan tak terang seperti biasanya. Malam itu, adalah malam yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *