Ini Bukan Salahku!

Judul Cerpen Ini Bukan Salahku!
Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Penyesalan, Cerpen Ramadhan
Lolos moderasi pada: 2 August 2013

Pagi-pagi sekali, Asma dibangunkan untuk sahur. Asma yang baru berumur 6 tahun itu memang sudah pintar berpuasa. kakaknya, Luna juga sering mengganggu adiknya itu. “Asma, ayo bangun. kamu mau sahur ga?” tanya ibu lembut. “masih ngantuk bu” jawab Asma. “sudah, bu kita siram dia aja pake air dingin. paling langsung bangun. kalau belum bangun juga, kita tinggal aja. biarin dia ga usah puasa” ejek luna. “Luna, kamu ga boleh kayak gitu dong. kalau disiram, bisa-bisa dia sakit.” nasihat ibu. Asma yang mendengar ejekkan kakaknya itu langsung bangun seraya berkata, “Sahur, yuk bu!” ibu pun tersenyum dibuatnya. “Tuh, kan tidak usah disiram juga sudah bangun” kata ibu kepada luna. mereka pun langsung sahur. kalau Ayah, sahur di luar kota karena sedang dinas.

Beberapa waktu berlalu. 2 hari lagi Hari Raya Idul Fitri. ibu sedang menjaga nenek karena sedang sakit di rumah sakit. ayah pun masih dinas di luar kota. saat jam menunjukkan pukul 3.48, luna membangunkan Asma untuk sahur. karena semalam Asma bergadang menonton tv sampai larut malam, Asma jadi susah dibangunkan. Luna pun mempunyai ide licik. diapun mengambil sebuah gayung berisi air yang sangat dingin dari kamar mandi pribadi Asma, dan LUNA MELAKUKANNYA!!! mau tahu apa yang luna lakukan? luna menyiram Asma dengan air dingin itu! Asma kaget dan langsung bangun. “Kakak kenapa sih?!” tanya Asma yang tiba-tiba langsng kedinginan dan langsung pilek. karena itu Asma tidak ikut puasa.

keesokan harinya Ayah dan ibu pulang pada siang hari. Ayah dan ibu melihat Asma masih tertidur pulas. ayah langsung bertanya kepada luna. “Luna, apa yang terjadi dengan Asma?” luna pun menjawab pertanyaan serius ayah dengan santai, “Dia demam”. seketika itu muka ayah dan ibu langsung memucat. segeralah Asma dibawa ke rumah sakit yang berada sekitar 300 Meter dari rumahnya.

Di rumah sakit. Asma bangun dari tidurnya setelah diperiksa. “Bu, kita dimana?” tanya asma. “Kita di rumah sakit, nak” jawab ibu. “Kamu terkena demam”
“Asma, coba kamu jelaskan secara jujur. kamu bisa seperti ini karena apa?” tanya ayah serius. Asma langsung kaget. apakah aku harus memberi tahu kesalahan kakak? tapi ayah bilang aku harus jawab dengan jujur. baiklah… gumamnya dalam hati. “Ini semua salah Kak Luna.” Asma pun langsung menceritakan kejadian yang membuatnya seperti sekarang ini.

Saat pulang dari rumah sakit, Ibu bertanya kepada Luna. “Luna, kenapa kamu menyakiti adikmu sendiri?” muka luna memucat, dan langsung berteriak, “INI SEMUA BUKAN SALAHKU!!!” luna langsung berlari ke kamarnya dan mengunci pintu. sebenarnya, luna menyesali perbuatannya.

Hari raya pun tiba. luna berencana meminta maaf kepada adiknya.
“Asma, kakak minta maaf, ya. kakak sudah membuatmu sakit seperti ini.”
“Ini semua gak sepenuhnya salah kakak, asma juga salah kok. waktu itu kan asma nonton tv sampai malam. jadi susah dibangunin”
semua yang menyaksikan langsung tersenyum.

Indahnya kata “Maaf”

Cerpen Karangan: Sarah Nurul Izzati
Facebook: Sarah Nurul Izzati

Cerita Ini Bukan Salahku! merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pelampiasan Cinta

Oleh:
Awalnya aku tak pernah menyangka jika kau dan aku akan menjadi kita. Awalnya aku tak pernah menyangka jika kau kini menjadi orang yang akan selalu ada di sampingku. Bahkan

I Am Okay

Oleh:
“Kamu lagi, Ando! Sudah berapa kali kamu telat bulan ini?” Teriak Bu Rahma, suaranya menggema di ruangan kelas itu. Orang yang diajak bicara hanya menyengir, tanpa merasa bersalah. “Mungkin

Petikan Terakhir Senar Cinta Rafa

Oleh:
Cerita yang telah lama terpendam , Kisah persahabatan dan cinta antara Tia dengan Rafa. Ditengah kota Fentaly yang panas disertai hiruk pikuk kendaraan bermotor yang tidak kenal lelah ternyata

Hikmah di Balik Musibah

Oleh:
Sabtu, 20 Juli 2013 seperti biasanya aku bangun pagi karena akan berangkat bekerja. Tapi hari itu lain dari biasanya, aku lebih bersemangat untuk bangun pagi. Rasanya ingin cepat-cepat sampai

Mom, I’ve Never Miss You More

Oleh:
Aku kadang benci memiliki seorang Ibu, yang seharusnya aku hormati. Tapi kadang aku munafik, aku jelas menyayanginya. Ibu. Aku benci menyebutnya begitu. Ibu itu seharusnya sempurna di kedua sudut

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 responses to “Ini Bukan Salahku!”

  1. marliana says:

    bgus banget cerpnny
    …msti pmbuatny pinter2 .. tahniahh…

  2. Muna Nuraini says:

    singkat tetapi padat! bagus

Leave a Reply