Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Senyum Terakhir Kalinya Dari Bunda

Hai teman, namaku Ririn Diratna, panggilanku Ririn. Aku adalah anak tunggal. Ayah dan bundaku telah lama cerai. Aku di ambil hak asuh oleh bunda. Bagiku, bunda dan ayah sama-sama baik, namun karena hak asuhnya ada di tangan...

Di Tebing Itu Aku Mengerti

Hmmm, burung-burung berkicau merdu. Pohon kelapa nyiur melambai. Angin sore berhembus lembut. Matahari tinggal tiga per empat saja. Yang seperempat sudah terlelap di peraduannya. Menambah syahdu suasana senja. Bunga melati...

Untuk Ayah

Sepintas Kareen melewati rumah itu. Matanya berbinar ketika sesosok bidadari cantik tepat di depan rumah tersebut. Di ingat sosok bundanya yang telah pergi 3 tahun lalu. “Bunda.. sayangnya itu hanya khayalanku.” Batinnya....

Mrs. Perfect

Sempurna, itulah sebuah kata yang tepat untuk menggambarkan diriku ini. Setiap orang pasti mendambakan hidup seperti aku ini. Aku, seorang anak kecil yang lugu berumur 7 tahun. Hidupku sangatlah berwarna. Aku dilahirkan di...

Sesalku Tak Lagi Berarti

Matahari nampak sudah enggan menampakkan sinarnya, langit mulai gelap kehilangan cahaya, suara petir pun mulai menderu, mendung hitam tampaknya sudah tak sabar lagi mengguyur bumi, menyirami bunga-bunga yang telah layu, beginilah...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

2 Responses to Ini Bukan Salahku!

  1. marliana 29 November, 2013 at 12:54 pm | | Reply

    bgus banget cerpnny
    …msti pmbuatny pinter2 .. tahniahh…

  2. Muna Nuraini 6 September, 2014 at 8:00 pm | | Reply

    singkat tetapi padat! bagus

Leave a Reply