Inilah Aku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 16 June 2018

Inilah aku yang hidup hanya sendirian, aku andini putri ababil. Orangtuaku sudah pergi dan sekarang aku tinggal dengan nenekku, nenekku yang tak mampu berjalan, nenekku yang tak mampu untuk bekerja. Ya di sini aku merawatnya dengan kasih sayangku, sekarang aku duduk di kelas 1 sma.

Pertama dari awal aku masuk, aku selalu tertimpa masalah walaupun aku sudah berusaha diam tapi masalah itu timbul dalam hidupku, dan aku sering dimusuhi oleh teman-temanku hanya karena sepatuku yang butut dan seragamku yang kotor dan tak sebagus apa yang dipakai mereka…

Di saat jam sudah menunjukkan waktu pulang aku tak lupa untuk mampir ke musholla sekolahku, di sana aku selalu berdo’a supaya aku bisa bersabar dalam menghadapi segala keadaan dan ocehan temanku, dan aku tak lupa untuk mendo’akan nenekku yang sedang berbaring di kasurnya…

Keesokan harinya aku mendengar temanku yang sedang berbisik kepada temanku yang lain, dia berbisik “teman-teman? Eh liat deh dia cupu banget yah, lihat kerudungnya mungkin gak dicuci yah aku yang ada di depannya muak, dan lihat tuh juga bajunya yang lain putih dia malah putih agak kekuning-kuningan ya kan? Mana ada anak baru kayak itu? Trus sepatunya bolong gitu gak seperti kita ya kan? Mungkin kaos kakinya pun juga bau, bolong ihhhh… Trus trus liat tuh juga tasnya masa make kantong plastik mana ada loh jaman sekarang sekolah, kok bisa ya dia sekolah di sini padahal di sini kan tempat anak-anak terfavorit ya kan teman-teman?”
Dan mereka pun mengiyakannya dan mensorakiku…

Dan hal yang paling buat aku sakit saat guruku datang dan dia mengucapkan kata-kata yang tak seharusnya guru itu katakan padaku “beng, kamu gak pakai parfum ya?”
Aku pun menjawab “iya pak?” dengan wajah sedihku.
Dan teman-temankupun menertawakanku, sungguh sakit hatiku tanpa aku berpamitan pada guruku aku langsung keluar dan membawa kantong plastik yang dijadikan tas olehku.
Dan kebetulan dia adalah wali kelasku

Yaa aku memang tak mampu dan sejujurnya aku sekolah di sana pun mendapat beasiswa, sekarang aku sadar meskipun aku sepintar apapun, jika aku tidak memiliki uang aku tak akan bisa sukses, ya aku berbicara seperti itu karena meskipun aku pintar tapi ocehan teman-temanku yang menyakitkan itu tak pernah berhenti hanya mengakibatkan aku tidak pernah memiliki pikiran untuk fokus pada pelajaranku, karena aku akan selalu memikirkan apa yang dikatakan oleh teman-temanku.

Sampailah aku ke rumahku dan akhirnya aku membuka pintu rumahku yang kecil dan hanya ada satu kamar itu, dan aku langsung memeluk nenekku, aku menangis dan nenekku bertanya “kenapa kamu menangis an?”
Dan aku pun menceritakan semua yang telah aku alami di sekolah, nenekku hanya berkata “jangan pikirkan kamu harus sekolah kamu harus bisa membanggakan orangtuamu di alam sana, biarkan orang berkata apa, harusnya kamu bersyukur karena kamu bisa mendapakatkan beasiswa tak seperti teman-temanmu, sebenarnya kamu yang merupakan orang terfavorit, tapi mereka masih dibutakan dengan kekayaannya”
Sebenarnya aku berpikir untuk menyusul kedua orangtuaku tapi aku masih memikirkan nenekku yang masih membutuhkan aku…

Satu minggu aku tidak masuk sekolah dan dari satu minggu itu aku pergi ke rumah-rumah tetanggaku untuk mencari pekerjaan, tapi satu pun aku tak menemukannya, akhirnya aku terasa lelah dan aku pun tak sadarkan diri di jalan, entah mengapa saat aku siuman aku sudah ada di rumah sakit, dan saat itu pula ada seorang lelaki dan perempuan, mereka adalah seorang suami istri, dan aku pun langsung bangun dan berusaha untuk keluar tapi suami istri tersebut melarangku dan aku pun berkata “aku tak sanggup membayar rumah sakit ini pak bu”
Istrinya pun berkata “kami yang akan membayarnya nak..”
Akhirnya kami berkenalan dan mereka berencana untuk mengadopsiku karena mereka tidak memiliki dan tidak dikaruniai seorang anak.

Ya akhirnya aku ikut dengan mereka, di sana aku sangat senang tapi saat mereka menanyakan sekolahku, ya akhirnya aku menceritakan semuanya meskipun semua itu perih dan menyakitkan aku tetap bercerita hingga mereka menangis begitupun denganku…

2 minggu aku ada di rumah mewah dan megah itu, tapi saat aku mau tidur siang aku mengingat nenekku, aku langsung memberitahu mereka kalau aku tinggal bersama nenekku, akhirnya mereka memutuskan untuk pergi ke rumah nenekku, dan saat aku membuka pintu nenekku sudah terbaring lemah, dan dengan bibirnya yang putih.
Dan bapak adopsiku berkata bahwa nenekku sudah tiada, aku pun menjerit menangis karena tanpa tersadar aku sudah menyia-nyiakan orang yang aku sayang, setelah pemakaman nenekku, guru bk ku datang dan dia menanyakan kenapa dalam waktu 1 bulan ini aku tidak masuk sekolah dan aku pun menceritakannya, dan guru bk ku pun memutuskan aku harus sekolah lagi dan untuk teman-temanku akan dia paggil ke bk, karena pelecehan nama baik begitu pula dengan guru yang mengajarku pada waktu itu sekaligus wali kelasku.

Awal aku masuk mereka langsung terkejut karena aku yang dulu sudah berubah, aku yang biasanya memakai kerudung yang bau dan berkerut, sekarang aku memakai kerudung yang sudah disetrika dan sudah harum sewangi bunga, dan bajuku yang agak kekuningan sekarang pun aku memakai baju yang putih bahkan lebih putih dari mereka begitu pula dengan sepatu dan kaos kakiku pun merupakan barang yang paling termahal dan tas yang aku pakai sekarang pun juga paling termahal dan bermerek.

Hari-hariku berjalan dengan lancar, aku pun sekarang memiliki teman tak seperti biasa, aku yang biasanya tertimpa masalah-masalah dan aku yang biasanya diocah sekarang sudah tidak lagi…
Tapi sekarang aku berubah bukan hanya penampilan tapi hati dan sifatku berubah menjadi sombong bahkan aku yang biasanya pada jam pulang pergi ke musholla tidak lagi, ya itulah aku sekarang dengan keadaanku yang sangat mewah.

Kesedihan yang dulu membanjiri hidupku sekarang berubah bahkan semua laki-laki mengejarku karena kecantikanku dan teman-temanku yang biasa mengocehiku, mereka sudah mulai sok akrab denganku, tanpa mereka sadari bahwa mereka dulunya sangat menyakitkan hatiku dan selalu buat aku terluka, dan tanpa mereka mengucapkan maaf kepadaku.

Ya itu karena kekayaan yang aku miliki sekarang, tapi hari ini aku menemukan hal baru satu orang lelaki dia sangat tidak tertarik denganku sama sekali. Padahal seluruh teman-teman kelasku gak laki gak perempuan semuanya sok akrab deganku begitu pula dengan teman-temanku yang lain. Tapi untuk dia tidak. Bahkan aku pun menghinanya penampilannya yang seperti penampilanku saat pertama aku masuk ke sekolah ini, aku menghinanya seperti apa yang merek hina kepadaku, karena aku sangat mengingatnya dia yang dulu juga ikut-ikutan menghinaku dan mencelaku.

Beberapa hari kemudian beasiswaku ditarik karena kenakalanku dan kesombonganku, dan aku pun sekarang tak memikirkannya karena aku sudah memiliki uang yang banyak, bahkan sekolahan ini bisa aku beli, dengan sombongnya aku, aku bahagia. Ya inilah aku yang sekarang.

Dan lelaki yang aku hina, dia yang mendapat beasiswa, dan aku yang sombong ini selalu menghinanya, 3 hari aku tidak melihatnya sekolah, ya aku biasa aja, 1 minggu dia takk memunculkan mukanya aku cari tahu tentang dia, dan saat perjalanan pulangku, aku melihatnya berjalan di trotoar, dia mengamen, sungguh hatiku hancur.
Dan aku pun memutuskan untuk mengikutinya, dan masyaallah, rumahnya lebih tidak memungkinkan, tak seperti rumahku yang dulu malah rumahnya sangat sempit, aku pun menangis, tanpa dia sadari aku melihat wanita tua yang sedang berbaring di tempat tidur, dan dia pun menangis aku semakin terluka hingga akhirnya aku masuk dan aku berkata
“kenapa kamu tidak sekolah?”
Dan dia berkata “apa kamu mau menghinaku? Hinalah aku sesuka hatimu sekarang,”
Dan dia pun menangis, aku tak tahan dan aku meminta sopirku untuk membawa wanita tua itu ke dalam mobil dan aku pun menyuruhnya untuk membawa wanita itu ke rumah sakit karena aku tidak mau apa yang aku alami dialami oleh orang lain meskipun dia dulunya menghinaku, entah mengapa sifat sombongku hilang ketika aku melihat wanita tua itu.

Dan dia pun berkata “kenapa kamu menolongku, aku dulu sering menghinamu bukaan? Kenapa sekarang kamu baik padaku?”
Dan aku hanya menariknya dan membawanya ke rumah sakit tempat wanita itu di rawat, dengan menyusul sopirku menggunakan taxi, dan lelaki itu pun meminta maaf padaku atas apa yang dia lakukan dulu kepadaku, dia mengikuti kata-kata yang dikatakan temannya dan juga ikut menyorakiku, dan dia bercerita kalau dulunya dia memang orang punya tapi sejak neneknya bangkrut dia pun tinggal di rumah kecil dan neneknya pun penyakitan, akhirnya aku meminta bapak dan ibuku untuk membiayai semua biaya rumah sakitnya dan bapak ibuku juga memberikannya sebuah rumah yang layak untuknya, sejak itulah aku menyadari bahwa sikapku selama ini salah, akhirnya aku memutuskan untuk berpenampilan sewajarnya dan belajar menjadi orang yang sukses seperti apa yang dikatakan oleh nenekku.

Dan aku pun bersekolah seperti apa yang seharusnya dilakukan oleh seorang murid dengan sewajarnya…

Cerpen Karangan: Farhatus Sholihah
Blog / Facebook: Farhatus Sholihah
SMKN 3 Pamekasan

Cerpen Inilah Aku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Dia Jahat

Oleh:
Aku terbelalak kaget melihat pipi mama penuh dengan air mata. Aku bergegas menghampirinya, “Mah, kenapa nangis?” Tanyaku dengan intonasi nada pelan. Mama tidak berkata apa-apa. Sungguh aku tidak tega

Ini Hidup Gue

Oleh:
Andra memarkirkan mobilnya di depan sebuah rumah yang terletak di sebuah desa kecil di daerah Bogor rumah yang cukup besar dibandingkan rumah lainnya, malam ini waktu menunjukkan pukul 10.00

Cinta Diam Diam

Oleh:
Hp yang dari tadi aku gunakan kini kuletakkan untuk meregangkan jari kesepuluh ku, mataku pun beranjak lelah. Saat aku mulai mengatupkan mataku, aku mendengar beberapa orang yang sedang berbincang

Penuh Sesak

Oleh:
Pagi yang cerah menyambutku dengan ceria. Jam sudah menujukan pukul setengah 7 pagi, dan tepatnya waktu dimana aku sudah siap dengan seragam putih biruku. “Pagi, Bunda!” sapaku dengan senyum

Semua Karenamu

Oleh:
Semua hari-hari yang kulalui kini terasa sangat berbeda dari masa kanak-kanakku dulu. Sekarang aku telah beranjak remaja. Aku tinggal dengan keluarga yang lumayan kental akan agama Islam. Ya… sejak

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *