Inilah Kehidupan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 14 December 2013

Malam itu indah, semua bintang bertaburan di langit.. ditemani oleh bulan, bulan yang selalu Bersinar di malam hari.. viola duduk di balkon kamarnya. dia mandangi langit di atas yang indah, melihat bulan yang dikelilingi bintang-bintang bersinar dan berkelap kelip, tapi di mata viola terlihat hanya 1 tujuan di atas sana… dia melihat 1 bintang yang menurutnya paling bersinar dibanding bintang-bintang yang lain, entah baginya ia sangat suka dengan bintang yang 1 itu. Bintang yang baginya seperti Viona, viona adalah kembarannya viola hanya beda beberapa detik. viola menganggap bahwa bintang yang saat ini ia pandang adalah Viona karena viona sama seperti bintang itu, dia sangat baik, dia kebanggaan keluarganya dia adalah gadis yang berumur 15 tahun yang sangat periang “vion.. mungkin sekarang kamu diatas sana.. dan sekarang tiada yang bisa menggantikan mu, jujur vion, aku ingin menjadi seperti dirimu.. kamu adalah perempuan yang sangat pandai vion. Kamu dapat membuat ayah ibu bangga kepadamu vion, begitu pula aku. aku sangat senang menjadi kembaranmu, kamu inspirasiku vi… sekarang kamu ninggalin kita semua disini sendiri tanpamu… vion kembaranku.. ajari aku. agar aku bisa sepertimu.. aku kangen sama kamu.. viona..” ucapan viola di dalam hati dan ia sempat meneteskan air mata. mengingat-ingat saat dulu ia selalu bersama kembarannya.

Dulu 13 agustus 2012 viona menginjak umurnya yang ke 14 tahun sama dengan viola. tapi lagi-lagi viola yang selalu di anggurkan sedangkan viona yang selalu dibangga banggakan oleh ayah dan ibunya. karena dia sering sekali mengikuti lomba melukis dan lagi lagi dialah pemenangnya. Viona memang pandai dia ranking 1 di sekolahnya. semuanya berdatangan ke rumah viola dan viona, tapi kebanyakan semua bergerumbul di viona sedangkan viola, ia hanya terdiam dan melihat sahabat-sahabat kembarannya itu mengucapkan selamat ulang tahun, happy birthday dan berbincang-bincang. hingga 1 bulan kemudian viona mulai sering mimisan, jatuh pingsan, dan sulit bergerak, viola mulai khawatir dengan keadaan kembarannya itu.. saat kejadian-kejadian itu sering dialami oleh viona ayah dan ibu nya jarang di rumah, ayah dan ibunya disibukkan oleh pekerjaannya yang berada di luar kota. dan viola pun sering melihat kembarannya mengalami kejadian itu sampai akhirnya viola mulai khawatir dengan keadaan viona dan menyuruhnya untuk periksa ke dokter dan ditemani viola. Tapi viona menolak ia memilih untuk ke dokter sendiri.

Selang beberapa hari, viona sering ngedrop setelah periksa ke dokter “vionn… kamu kenapa sih sebenernya? jangan bikin aku khawatir dong..” kata viola dengan mengerutkan dahi nya “emmh, gak papa kok lala.. kata dokter aku sehat.. aku hanya kecapekan aja.. kok la. bener deh lihat aku bisa senyum.. aku bisa duduk kan?” Kata viona meyakinkan viola untuk mempercayainya, dan menutupi kebenaran. karena sebenernya viona sakit parah dari apa yang difikikan viola “iya. Sih… tapi kan…” ucapan viola terpotong “udah ah viola musti gitu, aku gak papa vio.. aku sehat kok! Ah aku pengen istirahat kamu keluar ya vii…” Kata viona memotong pembicaraan viola dan menyuruh viola keluar dari kamarnya. viola pun mengalah, dia dengan 1000 pertanyaan yang ada dalam benaknya untuk memwawancarai viona tapi, dia telah diusir dari kamar nya karena viona ingin istirahat.

(POV. Orang pertama = viona)
Maafin aku viola.. aku udah bohong samma kamu.. aku tau ini semua gak ada gunanya untuk kamu ketahui, aku sadar aku udah merebut semua yang kamu miliki, kamu sebagai kakak ku yang selalu menjagaku, walau itu dari jauh vioo maafin aku.. aku telah hidup di dunia ini hanya untuk meresahkanmu.. tenang aja vio aku akan secepat mungkin pergi kok dari dunia ini… aku salah, vio mungkin suatu saat nanti kamu akan baca buku diary yang kutulis ini… semua akan tahu kalau aku mengidap penyakit Leukimia, dan telah stadium lanjut. aku takut hadapi semua ini.

Diaryku.. jika ini yang terbaik aku tak akan pernah bilang kalau aku mengidap penyakit ini ke semua orang agar semua orang gak khawatir dengan ku.. ayah, ibu, viola, sahabat-sahabatku, dan orang yang ku sayang Steffan. mungkin aku telah merebut steffan dari viola.. karena kurasa semua sikap nya ke steffan itu berbeda dia lebih memperhatikan steffan dibanding laki-laki lainnya, maaafin aku vio… aku enggak berhak hidup di dunia ini.. Aku hanya pantas kau jadikan angin, jika angin itu sangat kencang.. aku hanya bisa membuat semua kacau.. dan berantakan..

kututup diaryku dan ku berbaring di kasurku, karena hari telah berlarut malam..

POV (orang ketiga/autor)
Paginya mereka berdua harus pergi ke sekolah, tapi mereka harus jalan kaki untuk menuju sekolah karena mobil yang biasa buat antar mereka berdua dibawa oleh orang tua mereka. Jalan di pagi hari bagi mereka adalah semangat untuk menjalankann aktifitas hari ini, karena mereka berdua sama sama semangat dan periang, viola yang setiap hari, setiap waktu menanyakan kembali keadaan kembaraannya itu, sekaligus di pagi ini pula “kamu gak papa? Ayo dong vioon, cerita.. aku selalu ngerasain hal yang sangat sakit.. bila kau pendam rasa sakit itu vi, kumohon kita twins.. aku berhak tahu apa yang kamu rasain sekarang..” ujar viola ke pada viona dengan sangat ingin mengetahui faktanya “aku harus berapa kali bilang vio, aku sehat!. aku bisa sendiri.. aku kuat, liat aja aku bisa kan dari rumah sampai beberapa meter lagi sampai di sekolah…” bantah viona seakan itu terjadi fakta.

VOP Viona “Ya tuhan.. aku minta maaf, aku hanya ingin viola gak tau tentang semua ini.. aku takut dia khawatir kepadaku..” ucap viona didalam hatinya. viola hanya tertegun heran dengan sikap viona yang selalu setiap ia menanyakan keadaan viona, selalu viona jawab dengan jawaban sama.

Pagi ini mereka upacara, viona terlihat sangat pucat viola selaluu memperhatikan viona dengan wajah yang sangat khawatir, hingga 30 menit upacara hampir selesai, tiba-tiba viona pingsan semua murid memindahkan pandangannya ke arah viona. viola sangat kaget dengan kejadian itu tanpa sebab viona pingsan, steffan langsung membawa viona ke UKS, upacara tetap dilanjutkan tapi ada beberapa guru yang tak ikut melanjutkan upacara untuk menjaga viona, sedangkan viola kembarannya viona pasti tak mungkin membiarkan twinsnya itu sendiri di UKS. dia menemani viona di UKS, awalnya steffan ingin menemani viona di UKS sampai sadar tapi bu christy tak membolehkannya dan menyuruh steffan mengikuti upacara. Apa boleh buat steffan tak mungkin membantah Bu guru, apa lagi Bu Christy guru yang terkenal baik sabar dan salah satu tempat curhat anak-anak lainnya.

Viona pernah cerita ke Bu christy dia bercerita kalau dia sudah ngecewain kembarannya sendiri, dia egois dia sudah gak pernah mentingin viola, padahal viola sangat baik sama vion. dan viona pun juga sempat bercerita kalau dia menghidap penyakit Leukimia atau kanker darah stadium lanjut, Bu christy juga menyarankan agar penyakit ini secepatnya diberitahukan kepada keluarganya, tapi viona tetap tak mau sampai akhirnya ia tadi pingsan terpaksa Bu Christy mengabari orang tuanya dan bilang kepada orang tuanya, tapi saat itu orang tuanya berada di luar kota dan setelah orang utanya tahu, mereka langsung terbang ke Jakarta. hari itu viola pun tahu dan setelah beberapa menit, dan upacara selesai. viona sadar tiba-tiba ia mimisan, dan sangat banyak darah yang keluar dari hidung viona, wajahnya sangat pucat “aku di… aduh!!” ucap viona megang kepalanya ia sangat pusing “vion… kamu kenapa? kamu baik baik kan? Kamu sejak kapan menghidap penyakit ini.. kamu kuat vion, aku sangat pusing vion.. kamu pusing ya? Vion kamu kuat! Hadapin sama-sama vio ya,” ujar viola ia ikut merasakan apa yang viona rasakan. begitu sakitnya. “vion. Kamu yang kuat! Aku selalu ada disini buat kamu vi. Kumohonn kamu kuatt vi, kamu kena apa? Sakit aapa?” Tanya steffan di samping kanan viona. “maafin aku.. viola, steff.. dea, Sheila, aku uda boh…” ucapann viona terpatah-patah dan kata terakhir terpotong lalu ia pingsan semua gak kuat lihat viona seperti itu, dan saat itu viola juga menceritakan kepada sahabat-sahabatnya.

Sekolah pun saat mengetahui keadaan viona semakin parah viona dibawa ke rumah sakit, dan kebetulan disitu ia sering cek keadaannya viola, steffan, dea, Sheila, ada di rumah sakit menuggu Viona untuk sadar.. tak lama papa mama viola datang, dengan wajah yang sangat susah, sedih, bingung. “vio, viona dimana? dia baik-baik kan? Jawab vi.. ?” Tanya mama nya “ehm.. emm. Viona kena leukemia ma, dan dia sekarang di UGD” ujar viola dengan wajah merasa bersalah tak bisa menjaga adiknya dengan baik saat orang tuanya tak lagi di rumah, “vio kamu gimana sih?! Mama kan udah bilang jaga adikmu! baik baik. kok bisa dia kena leukemia? kamu sebagai kakak yang GAK BEJUS JAGA ADIKMU!” kata mama yang membuat viola langsung shock dan diam tertegun memandang mamanya “ma, aku tau, ini semua salahku.. maafin aku! Aku memang bodoh! Tuhan gak adil, harusnya aku.. aku aja yang kena. jangan viona! karena banyak disini yang gak sayang viola.. dan viona, anak mama papa yang dibangga-banggain. bintang kelas banyak yang sayang sama viona! Tuhan gak adil!! maafin aku ma” ucappan viola yang dengan lantang nya di hadapan sahabat-sahabatnya dan orang tuanya “vio kita sayang sama kamu.. mungkin mama hanya shock dan sedikkit bingung dengan apa yang terjadi saat iini kamu gak boleh nyalahin Tuhan, dan bilang kayak gitu” ujar papa dengan lembut. dan mama hanya menangis bingung pilu dengan keadaan viona anak kesayangannya. “enggak! Papa mama, semua nya gak sayang sama aku! Dan itu bener!” bentak viola lalu ia lari ke taman rumah sakit. sendiri berdiam diri, menangis, menyalahkan dirinya sendiri dan bilang tuhan itu gak adil.

“uhuh,.. semua ini salahku, aku yang salah.. tuhann kenapa enggak aku yang kena? Kenapa harus viona? aku gak tega liat mama papa sahabat-sahabatku menangis.. lebih baik aku yang menderita dari pada aku harus melihat orang yang kusayang menangis! Tuhan kumohon selamatkan viona, mereka semua butuh viona. dibanding aku.” kata viola saat di taman sambil menangis, lalu datang laki-laki yang tak asing Steffan! ya dia. duduk di kursi taman di samping viola dan sedari tadi tanpa viola ketahui bahwa steffan berdiri di belakangnya dan mendengarkan ocehannya tadi, steffan datang dengan menyodorkan sapu tangannya ke viola, dengan muka bingung viola langsung berdiri dan melihat siapa yang menyodorkan ternyata laki-laki yang ia sukai selama ini “stef, kok kamu ada disini?” Tanya viola “emh, ambil nih” meraih tangan vio dan menaruh sapu tangannya ke atas telapak tangannya viola yang halus, viola pun menerimanya lalu mengusap air matanya. “iya, dari tadi aku disini, maaf. aku dari tadi dengerin kamu bicara dan nyalahin diri kamu sendiri… itu gak baik.. ini semua udah garis yang ditentukan oleh tuhan, bukan kamu yang salah. disini kita belajar pasrah, semua kehendak tuhan. meskipun kamu mau memukul-mukul tubuhmu sesakit apapun ini gak akan berubah. ya inilah kehidupan. gak bisa kita pungkiri … memang kamu mau ke masa lalu? dimasa-masa viona sehat ceria dan gak lemah seperti ini? atau mau pergii gunain mesin waktu? haha, hanya di kartun itu semua gak ada! kita gak perlu lihat ke belakang. sekarang yang penting kita berjalan maju bukan mundur.. kita semangatin viona agar ia kuat dan bertahan” ujar steffan seakan akan memberi motivasi viola.

Saat itu viola berfikir sejenak lalu ia beranjak pergi dari taman meninggalan steffan menuju ke ruang tunggu. beberapa saat munculah dokter keluar dari UGD ia hanya memandang sekitar dan menggelengkan kepala yang sebagai tanda bahwa viona tak terselamatkan “ya tuhan! Dokter.. selamatkan anak saya dok!” rengek mama viola “maaf bu.. tapi viona telah pergi.. meninggalkan kita semua” saat itu terjadi steffan baru datang ke UGD dan ia mendengar pembicaraan dokter ia sangat shock. viola, mama, papa, sahabat-sahabatnya dan steffann “ya allah.. :’( kenapa kau ambil kembaranku.. kenapa? Harusnya aku, aku aja. aku..” ucap viola dengan merderai air mata lalu steffan memeluk viola ia paling tak tega melihat wanita menangis. “vionn! Kamu cewek yang kuat! Kok ninggalin kita semua? Disini? Kenapa vi… aku sayang sama kamu vi,” kata Stefan lalu memeluk viona. mereka semua sangat sedih dan mennangis. tak menyangka kita meninggal tak peduli umur. semua dapat meninggal kapan saja sesuai kehendak tuhan. Siangnya viona langsung dimakamkan semua para sahabatnya SD, SMP berdatangan serta keluarga-keluarganya yang sangat terpukul adalah viola. karena ia masih belum dapat menjaga kembarannya dengan baik sampai seperti ini tapi itu hanya pikiran viola. mama dan papanya yang belum bisa menerima kenyataan.

Setelah mengingat peristiwa itu viola yang memandangi bintang di atas hingga meneteskan air mata. ia pun sekarang merasa kesepian setelah 1 bulan lebih ditinggal oleh kembarannya. tapi ia berusaha untuk bisa kuat dan menggantikan viona sebagai bintang keluarga sekaligus bintang sekolah.

THE END

Cerpen Karangan: Ineke Yulia Margareta
Facebook: Margaretha Yulia
Hay namaku Ineke Yulia Margareta, cita-citaku pingin jadi dokter ini menulis hanya sekedar hobbykuu 😀 . oh yaa ini twitterku @inekeyuliam

Cerpen Inilah Kehidupan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


No

Oleh:
Tampak dari kejauhan seorang laki-laki berjalan menggotong seikat eceng gondok. Tampak terlalu berat untuk laki-laki bertubuh kecil itu. Tingginya hanya kurang lebih 160 cm. dengan kaki dan lengan yang

Migegil

Oleh:
Waktu menunjukkan pukul 05.00, sudah menjadi kebiasaanku untuk bangun tidur lalu membantu pekerjaan rumah, kemudian mandi, sarapan dan berangkat sekolah. Kemudian aku bangkit dari tempat tidur sambil menutup mulutku

Jingga Merona

Oleh:
Titik-titik hitam membentuk sebuah siluet. Beriring dengan tenggelamnya sang surya di ufuk barat. Lembayung senja mulai terukir indah di cakrawala. Melukiskan kenangan tiada tara. Ombak lautan berdeburan menghantam batu

Toleransi

Oleh:
Seorang wanita bernama Ria, marah-marah pada adiknya yang bernama Anna. Kemarahan ini diakibatkan karena Anna meneguk segelas es teh di siang hari pada bulan puasa. Ria marah, lantaran walaupun

Seiring Waktu Berlalu

Oleh:
Seiring waktu berlalu Aku akan terus mencintaimu Seiring waktu berlalu Kau adalah sinar di tiap pagi Temani aku selamanya Sampai kulihat rambut indahmu memutih Temani aku sampai akhirat Sampai

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *