Inlah Hidupku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 18 February 2017

“Inaaa bangun lagi, cuci bajunya setelah itu ke pasar” seru ibu. Jeritan ibu pagi ini sungguh menggelegar. Seperti petir menyambar diriku. Tapi tunggu, apakah ini?. Ya, ini adalah perlakuan ibu kepada anaknya. Tidak! Tak mungkin perlakuan ibu seperti ini. Tapi, inilah kenyataan hidup. Mengapa aku bertahan? Ya, inilah hidupku. Setelah ayahku pergi kerja keluar kota, ibu sering memarahi dan menyuruhku mengerjakan perkerjaan rumah yang seharusnya dikerjakan oleh ibu.

“Inaaaa kamu dengar tidak yang ibu suruh ke kamu, kenapa kamu melamun cepat kerjakan perintah ibuu!” Bentak ibu ke aku. Aku langsung mengerjakan yang ibu perintahkan kepadaku. Ini tidak seharusnya terjadi. Aku, gadis berusia 10 tahun sudah mengerjakan semua pekerjaan berat ini. Tapi aku kuat, karena aku ingat adik mungilku ini.

Kadangkala aku sedih melihat gadis seusiaku berangkat sekolah, sedangkan aku hanya mencuci pakaian di sungai. Hidupku sungguh menderita. Sedih lagi melihat adikku, adikku hanya berpakaian sebuah popok dengan singlet putih yang sudah usang.

Tuhan tolonglah hidupku, aku ingin keluargaku yang dulu. Apakah ini yang namanya cobaan? Tuhan aku sudah tidak sanggup lagi melihat penderitaan ini. Hentikanlah cobaan ini. Jika memang ini cobaanmu, tambahkanlah agar aku kelak bisa lebih berusaha. Aku hanya ingin kau menyadarkan ibuku untuk sayang kepada adikku. Aku sangat sedih melihat adikku. Andaikan waktu bisa diulang, aku akan memperbaiki masa-masa yang sulit menjadi indah.

The end

Cerpen Karangan: Ghistavera Izvantia
Facebook: Ghistaveraizvantia
Hai, namaku ghistavera izvantia. Bisa dipanggil tia. Follow ya ig ku ghstvtia12. Semoga cerpenku menyenangkan 🙂

Cerpen Inlah Hidupku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kepergian Sahabatku

Oleh:
Di pagi hari yang cerah. Aku dan sahabat ku berjalan bersama kesekolah. Di setiap perjalanan kami selalu tertawa dan bercanda. Hari-hari ku pun ku jalani bersama nya. Di setiap

Mawar di Ujung Senja

Oleh:
Bumi berotasi, berevolusi, begitupun hidup sebuah kupu-kupu berotasi dari ulat renta, buruk rupa, menjadi makhluk Tuhan paling diteladani keteguhannya. Siluet jingga menebarkan senyumnya untukku, “Selamat malam” gumamku tersenyum pula

Kau Tidak Boleh Mencintaiku, Ya!

Oleh:
“Cinta itu misterius, tak ada yang tau bagaimana cinta itu datang” “Hey, boleh ya gue duduk disini” kata dia sambil senyum. Pengen bilang enggak boleh tapi enggak enak, setengah

Apa Yang Terjadi?

Oleh:
Tertidur. Itulah yang sedang dilakukanku tetapi, siapa aku? Di mana aku sekarang? Dan siapa dia? Apa yang terjadi denganku? Dan benda apa ini? “Bertahanlah!” Apa yang ia maksud ‘Bertahanlah!’?

Halusinasi

Oleh:
Sebagian besar orang bilang aku adalah anak yang aneh, Aku duduk di tempat paling belakang karena dipindahin sama wali kelasku. Dulunya duduk agak ke depan atau bisa dibilang tengah-tengah,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *