Investasi Yang Menyakiti Hati Ayahku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Keluarga, Cerpen Pengalaman Pribadi
Lolos moderasi pada: 12 August 2017

Pada suatu hari, saat itu aku masih kelas 3 sd umurku masih sekitar 8 tahun, saat itu aku berada di rumah dengan ibuku dan adikku yang berumur sekitar 3 bulan, dan ayahku berada di pabrik untuk bekerja, pada sore itu ayahku sudah pulang kerja dan tiba tiba ada seseorang yang mengetuk pintu rumahku, ternyata itu hanya tetanggaku yang ingin menawarkan investasi yang berupa uang, saat itu ayahku dijelaskan apa saja yang harus dipersiapkan untuk menjalankan investasi itu, pada waktu itu pun ayahku percaya dengan orang itu dan akhirnya ayahku dan ibuku sepakat untuk menyisihkan gajinya untuk investasi itu, dan aku pun diajak ke kota untuk membeli laptop.

Pada saat itulah tetanggaku dan saudaranya itu selalu datang ke rumahku untuk mengecek investasi dari ayahku, pada saat itu aku belum mengerti apa-apa tentang semua itu dan aku bertanya pada ibu dan ayahku.
“Bu… Buat apa sih itu” kataku
“Ini buat nabung” kata ibuku
Kemudian aku tidak bertanya apa-apa lagi atas semua itu.

Suatu ketika ada suatu rangkaian acara tentang investasi itu di sebuah restaurant di kota mojokerto, waktu itu aku sakit, aku hanya mengikuti perkataan ibuku, aku hanya terdiam duduk di sebuah kursi bersama adik dan ibuku, setelah selesai acara badanku mulai panas dan besoknya pun aku tidak sekolah.

Suatu seketika ayahku pergi menemui tetanggaku itu di rumah saudaranya, ternyata tidak ada, setelah beberapa hari kemudian ayahku mendengar kabar bahwa ternyata investasi itu palsu atau investasi bodong ayahku pun tidak berdaya kehilangan uang sebanyak itu Rp 60.000.000, yang terbuang sia-sia. Ternyata allah S.W.T punya kehendak lain.

Ayah dan ibuku keluar dari pabrik tempat mereka bekerja dan melanjutkan bekerja di rumah dengan bertani, dan ibuku bekerja di suatu kantor kecamatan di situlah ibuku mendapat kesuksesan meskipun gajinya tidak seberapa, begitupun dengan ayahku saat itulah ayahku sadar bahwa rejeki ada yang mengatur.

Pada suatu ketika saat itu aku mau pergi ke rumah nenekku yang tidak jauh dari rumahku, aku melihat ada orang itu yang telah menipu ayahku rasanya aku ingi menonjok orang itu dan memeinta mengembalikan uaang ayahku yang terbuang sia sia karena mereka. Dalam hatiku sudahlah buat apa aku mempunyai dendam dengan orang lain lagi pula ayah dan ibuku sudah mengiklaskannya.

Pada akhirnya orang itu lama lama mejadi miskin dan tidak punya apa-apa lagi, mereka sepasang suami istri tidak punya pekerjaan, setiap mereka mendirikan usaha mereka selalu gagal, mungkin ini adalah kehendak allah kepada mereka sekarang mereka tidak punya pekerjaan, hanya merajut asa di desa tempat aku tinggal, mereka hanya kerja serabutan jika ada. Pada saat itulah aku menyadari bahwa jika kita berbuat sesuatu kepada seseorang dan itu menyakiti hati orang itu allah pasti akan membalasnya.

Cerpen Karangan: Gita Rohma Utami Asyafiiyah
Facebook: Gita Rohma Utami
Email: gitarohma1604[-at-]gmail.com
Hai namaku gita aku berasal dari SMP NEGERI 1 PURI kelas VIII – B hobiku adalah olahraga yaitu volli sebenarnya aku tidak suka menulis hanya iseng saja umurku masih 13 tahun dan aku tinggal di desa pohkecik kec. Dlanggu Kab. Mojokerto. Jika ingin berteman facebook : Gita Rohma Utami

Cerpen Investasi Yang Menyakiti Hati Ayahku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Gempa Sawit

Oleh:
“kring kring kring” Seperti biasa, Ghina pergi ke pasar menaiki sepeda kesayangannya. Jarak rumah Ghina yang berada di Desa Sawit ke pasar terdekat yaitu Pasar Pengging adalah sekitar kurang

Sepucuk Surat Buat Ayah

Oleh:
Rabu 26 Juli 2017, kutuliskan sepucuk kisah yang begitu bermakna. Merupakan sandiwara dalam akhir sayonara kehidupan Terhadap kasih sayang yang tidak akan pudar sepanjang masa. Ayah di balik tirai

Permen Ajaib

Oleh:
MY STORY (WHEN I WAS 4 YEARS OLD) Tidak banyak yang kuingat di masa-masa kecil dulu, tapi yang pasti aku tinggal bersama embah putriku karena kedua orang tuaku pergi

Biola Hitam

Oleh:
Nisa menyusuri trotoar menuju halte bus. Terik matahari menyoroti wajah Nisa yang putih bening. Nisa melihat sepanjang tempat duduk di halte, penuh tidak memungkinkan untuk duduk, dengan terpaksa dia

Luki Mencuri Jambu

Oleh:
Hari itu hari minggu. Langit mendung dan hujan mulai turun. Semakin lama, hujan turun semakin deras. Luki yang sedari tadi hendak pergi bersama teman-temannya terlihat kesal. Ia memajukan bibir

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *