Jadi Kakak Itu Ternyata Susah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 13 January 2016

“Rhino! Kerjakan PR-mu cepat!” Bentak Delia pada Rhino, adiknya.
“Malas ah! Lagi pula, dikumpulkannya sehabis ulangan semester!” Bantah Rhino.
“Rhino! PR sebelum ulangan itu harus dikerjakan untuk latihan di rumah!” Bentak Delia lagi. Rhino hanya menanggapi ucapan Kakaknya dengan senyum kecut. Rhino mengambil remote tv lalu menyalakannya.

“Rhino!” Pekik Delia jengkel. Delia segera merebut remote tv dari tangan Rhino.
“Kak Delia! Kenapa remote-nya diambil? Film kartunnya sudah mau mulai!” Teriak Rhino.
“Pokoknya gak bakal Kakak kasih remote-nya sampai kamu mengerjakan PR!” Kata Delia santai sambil beranjak ke kamar.
“Nanti remote-nya kakak sembunyikan ah..” Ucap Delia dengan nada menggoda.

“Oh..ya lupa!” Gumam Delia. Cklek.. suara tv dimatikan.
“Mama! Aku gak boleh nonton tv! Hwaa.. Mama!” Tangis Rhino sambil menghampiri Mama yang tengah terbaring di atas ranjang kasurnya karena demam.
“Dasar pengadu!” Ejek Delia pada Rhino. Cklek.. pintu kamar Delia terkunci. Ia menaruh remote tv-nya di atas mejanya. Delia kemudian mengambil buku diary dan pulpen miliknya. Dia menulis diary yang isinya seperti ini:

“Dear diary yang paling aku sayangi..
Kenapa ya, Setiap aku suruh Rhino mengerjakan PR, dia selalu menolak? Padahal aku kan sudah mulai dengan cara lembut sampai teriak-teriak. Masa dia tetap gak peduli sih? Rhino juga selalu mengadu ke Mama. Huh.. aku kesaaal sama dia. Coba kalau ada Papa, pasti sudah dibujuk atau dihukum tuh! hi..hi..hi. Eh.. apa aku tanya saja ya ke Milly, sahabatku yang paling ku sayang? Dia juga kan punya adik laki-laki. Oke deh! Aku akan tanya ke Milly. Thanks ya diary.. sudah mau mendengar isi hatiku. Bye..bye.. diaryku tersayang!!! Adelia Ollan Anandita.”

Esoknya, Delia terbangun pagi-pagi lalu melakukan kegiatan seperti hari-hari sebelumnya. Bangun pagi, mandi, berpakaian, salat shubuh, sarapan, memakai sepatu, lalu berangkat sekolah. Sesampainya di sekolah, Delia langsung duduk diam lalu membaca buku yang ia pinjam di perpustakaan. Beberapa menit kemudian, terdengar suara tas ditaruh di atas kursi di sebelahnya. Delia melirik ke samping mejanya.

“Milly! Selamat pagi!” Sapa Delia. Milly tersenyum manis.
“Pagi juga!” balasnya. Rambutnya yang diikat di samping kepala bergoyang sedikit. Di dalam hati Delia, dia mengakui Milly sangat cantik. Bahkan menurutnya, Milly lebih cantik dari artis cilik yang ada di tv. Kriiing.. bel masuk membuat Delia tersentak kaget. Seorang guru melangkah masuk ke dalam kelas. “Pelajaran matematika..” Gumam Delia kesal. Pelajaran pun dimulai. Delia mengambil buku pelajaran dengan kesal.

Kriiing.. bel pulang berbunyi. Kebetulan hari itu ada rapat guru. Siswa kelas I-VI dipulangkan lebih awal. “Milly, kita pulang bersama yuk!” Ajak Delia. Milly hanya menganggukkan kepala. Memang, rumah Milly dan rumah Delia berdekatan. Hanya berbeda beberapa rumah. Di tengah jalan saat pulang, Delia bertanya pada Milly.
“Milly, Adikmu, Dino mudah disuruh ya?” Tanya Delia. Milly mengangguk.
“Dino itu mudah sekali diatur. Aku suruh dia mengerjakan PR, dia langsung mengerjakan. Enggak ditunda-tunda. Apalagi enggak mengerjakan.” Jawab Milly.

“Dino sangat berbeda dengan Rhino ya! Kalau Rhino, begitu aku suruh langsung mengadu ke Mama.” Ucap Delia.
“Eh.. sebentar lagi sampai nih! Bye.. Delia!” Seru Milly sambil berlari menuju rumahnya tanpa memedulikan ucapan Delia. “Milly tunggu! Nanti sore jangan lupa main! Jam 4 sore ya!” Teriak Delia pada Milly.
“Ya!” Jawab Milly setengah berteriak. Delia pun berjalan menuju rumahnya.

Pukul 4 sore, Delia menunggu Milly di taman bermain sambil memakan es krim yang dibelinya.
“Hai Delia!” Sapa Milly ramah.
“Oh.. hai juga!” Balas Delia sambil mengusap sisa-sisa es krim di mulutnya.
“Sudah lama menunggu ya?” Tanya Milly sambil tersenyum polos.
“Belum.” Jawab Delia singkat.

“Oh.. ya! Aku punya saran untuk menghadapi Adikmu yang rewel dan manja. Semoga berhasil.” Ucap Milly tiba-tiba. Mendengar hal itu, Delia langsung bersemangat.
“Apa saranmu?” Tanya Delia bersemangat. Milly langsung memberikan sarannya pada Delia.
“Dino juga dulu malas mengerjakan PR. Setelah aku terapkan cara ini dia menjadi berubah drastis.” Ucap Milly lagi. “Baiklah, akan ku coba.” Kata Delia bersemangat.

“Hai Milly! Hai Delia! Kalian mau ikutan bermain basket tidak? Kami kekurangan 2 orang.” Tawar Amy. Delia dan Milly saling menatap. Mereka lalu setuju untuk mengikuti permainan yang ditawarkan Amy. “Oke! Kelompoknya ada 2. Tim biru dan tim hijau. Yang anggotanya kurang di tim hijau. Kalian masuk ke tim hijau.” Jelas Amy.

Ternyata tim biru diketuai oleh Nelly dan anggotanya adalah Rassy, Kelly, Nida, dan Elli. Sedangkan tim hijau diketuai oleh Amy dan anggotanya Milly, Delia, Anna, dan Shally. Wasitnya adalah Della. Mereka bermain sampai hampir Maghrib. Setelah bermain, mereka pulang ke rumah masing-masing. Esoknya, setelah pulang sekolah, Delia menerapkan cara Milly dalam menghadapi adiknya. Setelah beberapa lama menerapkan cara tersebut, Rhino berubah drastis. Mama sangat senang Rhino berubah. Delia menulis kembali pada diary miliknya. Tetapi kali ini lebih baik dari sebelumnya. Isinya seperti ini:

“Dear diary yang selalu mendengarkan isi hatiku..
Aku senang sekali Rhino berubah. Bahkan, berubah drastis. Meski sangat susah merubah prilakunya, akhirnya tercapai juga. Bahkan, sekarang aku tidak perlu menerapkan cara yang diberikan oleh Milly. Mama juga sembuh dari penyakitnya. Milly makin berharga bagiku. Dia memang cantik, cerdas, dan ramah. Dia selalu mengajari pelajaran yang bagiku sulit. Itulah sahabatku. Besok adalah hari pembagian rapot. Semoga aku dan Milly mendapat 3 besar. Amin. Adelia Ollan Anandita.”

Hari pembagian rapot tiba. Delia mendapat peringkat kedua. Sedangkan Milly mendapat peringkat pertama.
“Milly.. terima kasih telah mengajariku berbagai pelajaran yang sulit.” Bisik Delia kepada Milly.
“Sama-sama.” Jawabnya singkat.

The End

Cerpen Karangan: Shafa Nabilah
Nama: Shafa Nabilah
Kelas: 5 SD
Hobi: Membaca, Main game, dan membuat Naruto Fanfic
Kartun kesukaan: Naruto shippuden, Doraemon
Ini cerpen pertamaku yang ku kirimkan. Jadi, mohon maaf bila ada kekurangan.

Cerpen Jadi Kakak Itu Ternyata Susah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sayangi Aku Ibu

Oleh:
Hari kelulusan sekolah waktunya telah tiba dengan suasana yang bercampur suka dan duka. Hari terakhir mereka berkumpul bersama dan akan membawa kenangan masing-masing. “Selamat ya” Ucap Sella kepada Yusuf.

Kisah Klasik Putih Abu-Abu

Oleh:
Udara Pagi terasa sejuk. Matahari yang baru muncul pun terasa hangat saat membelai kulit. Jam baru menunjukkan pukul 06.00 pagi. Tetapi para pelajar SMA yang terletak di wilayah Bekasi

Someday Will Be

Oleh:
Ini adalah sekelumit cerita tentang sebuah mimpi, cinta dan persahabatan. Semua tersurat dari tangan tangan 2 sekawan, dion dan zahira. Dua anak manusia berbeda gen ini, memiliki sejuta mimpi,

Pelangi

Oleh:
“Yah, karena kejadian itu, aku hilang ingatan dan hanya mengingat Anggia, Mama dan Papa.” Aku bisa melihat jelas jika di jaketnya terukir nama ‘Aldebaran’ yang indah dengan benang. Satu

It’s You?

Oleh:
“Contoh Kak Harry! Dia anak rajin dan selalu jadi juara kelas! Kamu? Nilai nggak pernah jauh dari D-E-F. Mau jadi apa sih kamu?” Olokan mama kembali terngiang dalam benakku.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *