Jaga Mahkota Mu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 11 February 2016

Kepulan asap rok*k menyesakkan hidung-hidung orang yang berada di ruangan itu, kecuali si perok*k, malah seakan ia menikmati.
“Bukankah Ayah Ibumu buta huruf? tapi pernah kau berpikir kenapa kau bisa menjadi sarjana kalau bukan karena orang seperti mereka?”
“Tapi Paman..” Sebelum sempat ia selesaikan omongannya, segera disela oleh Sulaiman.
“Kau tahu berapa kali Ayahmu akan meregang nyawa di masa konflik dulu?”
“Tidak, kau tidak tahu, karena memenuhi kebutuhan sekolahmu, orangtua itu rela mencari pisang ke hutan yang sedang dikepung oleh tentara nasional,”
“Ibumu, nyonya beralis putih yang selalu kau cela, rela tak membeli baju baru untuk dirinya, demi membeli peralatan sekolah anak sepertimu, apa kau tahu itu?”
Sulaiman berhenti berorasi, Rauf diam seribu bahasa, sesekali ia seka matanya yang sudah dipenuhi air mata, kata-kata Sulaiman menyentuh hatinya.

“Tapi, apa yang harus ku lakukan Paman? Aku sangat mencintai Marni, anak pak lurah,”
“Apakah karena cinta buta itu kau harus hancurkan hati suci yang telah menyelamatkanmu dari hinaan keluarga kekasihmu itu?” kata Sulaiman.
“Apa maksud Paman? aku hanya mencintai Marni Paman,”
“Duhai keponakanku, keluarga itu selalu menghina Ayah dan Ibumu dengan kata-kata lelaki dan wanita durjana pengharap belas kasihan dari orang kaya,”
Rauf terkejut, seolah terkena guntur di siang hari.

“Tidak mungkin paman, lantas apa yang menyebabkan mereka menghina Ayah dan Ibuku?”
“Itu semua karena dirimu, hidup mereka tak berkecukupan karena konflik bersenjata yang menimpa kita, sering sekali Ayahmu tak bisa ke kebun mencari nafkah buat kau dan Ibumu, sehingga terpaksa ia harus berhutang ke sana ke mari untuk mengisi perutmu. Lantas sekarang, apakah kau tidak mau berkorban demi mereka yang telah menyelamatkanmu?”
“Hidupmu tak sama dengan mereka, keluarga yang dulu menghina Ibu dan Ayahmu kini ingin kau jadikan besan mereka?”
“Tidak mungkin Rauf, minta maaflah pada Ibu dan Ayah atas kata-katamu yang menyakiti mereka.”

Rauf hanya menyeka air matanya, merasa bersalah dengan orangtuanya yang melarangnya menikahi Marni. “Rauf, ikuti kata Ayah dan Ibumu! wanita hanya memilih seorang yang mapan, tapi Ayah dan Ibumu tak pernah pilih kasih,”
“Sudah Paman, cukup! jangan membuatku semakin bersalah, aku turuti semua yang Paman katakan, ingin sekali ku remas mereka Ibu dan Ayahku,”
“Tidak perlu Rauf, kau tidak usah melakukan itu, cukup tinggalkan wanita itu dan minta maaf pada orangtuamu, itu sudah cukup mengembalikan harga diri mereka.” Orasi Sulaiman mengubah pikiran dan kelakuan Rauf, saat itu ia kembali ke rumah orangtuanya untuk meminta maaf dan berjanji tidak berhubungan dengan keluarga yang pernah menghina orangtuanya.

Cerpen Karangan: Wildan El Fadhil
Facebook: Wildan El-Fadhil
Nama Wildan El Fadhil

Cerpen Jaga Mahkota Mu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Midnight Clown (Part 2)

Oleh:
Mengapa aku tidak bisa melihat masa lalu dan masa depanku sendiri, lantas buat apa Tuhan memberikanku suatu kelebihan, jika aku tidak bisa menolong diriku sendiri, pikiranku pun masih terbang

Zig Zag

Oleh:
Pernahkah kalian merasakan subuah getaran perasaan yang tak tau apa artinya? Pernahkah kalian bertanya tentang itu semua? Bukan perasaan cinta. Perasaan yang menggambarkan kasih sayangmu terhadap orang yang kamu

Titik Terang Dari Makan Siang

Oleh:
Sudah 67 hari Momo berstatus pengangguran. Selama itu pula teka-teki ke mana Momo akan berlabuh tetap jadi misteri. “Momo mau jadi apa kamu. Kerjaan gak jelas, mau sampai kapan

Perjuangan Ayahku

Oleh:
Perjuangan seorang ayah baru disadari Abeng sejak dirinya duduk di bangku Sekolah Menengah Atas. Saat itu dirinya baru menjelang melihat pergulatan ayahnya mencari penghidupan sebagai Pegawai Negeri. Sementara temannya

Gara Gara Fajar Alamsyah

Oleh:
Namaku Eline, kakakku bernama Enite, semenjak kakakku kenal Fajar Alamsyah dia menjadi LUPA DIRI!! buku aku yang siapin, PR kak Enite aku yang kerjain sampai-sampai dia minta uang jajanku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *