Jangan Menyerah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Keluarga, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 7 July 2017

Walau dunia tak seindah surga tapi inilah duniaku, tak tau harus senang atau sedih, semua yang kualami adalah pelajaran berharga sepanjang hidup. Manusia tak bisa memilih dari rahim siapa dia lahir dan bagaimana rupa yang diinginkan. Tapi jalan terbaik adalah bersyukur atas apa yang telah tuhan berikan pada kita.

Namaku jessi, aku terlahir dari keluarga sederhana, cintaku pada kedua orangtua membuatku selalu menuruti apa yang diinginkan mereka walau terkadang keinginanku harus menjadi korbannya. Sejak memasuki sekolah dasar ibu sudah membiasakan kami hidup mandiri tanpa mereka, jarak yang jauh kadang menjadi harapan kami bertemu mereka. Mereka pergi bukan karena tidak mau ataupun malas mengurus kami, tapi mereka pergi untuk masa depan kami, mereka tak mau kalau hidup kami kelak sama seperti mereka, bergantung pada getah karet yang tak sebanding harganya dengan keringat mereka. Setelah sekian lama ditinggal ibu dan ayah sekarang sudah kembali.

Aku anak bungsu dari 3 saudara, dan satu-satunya anak perempuan di keluarga ini. Di sekolah aku selalu mendapat peringkat 3 dari SD hingga SMA, padahal aku selalu berusaha tapi tetap saja masih di posisi itu, sedangkan kakak-kakakku selalu mendapat peringkat pertama bahkan kakakku yang nomor dua selalu mendapat peringkat umum, dan saat ini dia telah menjadi manajer di salah satu perusahaan tempat ia bekerja. Hobiku menulis, setiap pulang sekolah aku selalu menulis cerpen tentang apa yang aku alami di sekolah, bahkan ada banyak cerpen di rak buku yang sudah kususun rapi. Hingga pada suatu waktu saat jam pelajaran bahasa indonesia bu devi menugaskan kami membuat cerpen yang bertema sekolah, tentu tanpa perlu berfikir lama dalam waktu 10 menit aku sudah menyelesaikan cerpenku yang berjudul BERJUTA KISAH MASA SEKOLAH.

Sekilas penampilanku memang layaknya orang mampu, karena semua baju, sepatu, tas, hp yang aku pakai adalah pemberian dari adik kandung ayah yang kusebut paman dan profesinya sebagai dosen sekaligus pengacara. Meski pamanku seorang dosen di salah satu universitas swasta bengkulu, tapi tak pernah sekalipun aku bertanya padanya mengenai hal kesehatan. Dulu waktu libur semester pertama, aku pernah menjaga rumahnya seorang diri dalam waktu 2 minggu, karena paman sekeluarga pergi berlibur ke luar negeri. menurutku pamanku yang satu ini orangnya sangat baik, tulus dan penyayang, alasanku menyebut dia sebagai orang yang tulus karena semua biaya kuliah, kamar kost serta uang ini itu kakakku yang pertama, pamanlah yang membayarnya dan itu semua ia lakukannya secara diam-diam karena ia tahu ayahku seorang buruh tani yang penghasilannya tak menentu sementara kebutuhan juga belum tercukupi.

Januari kemarin kakakku yang kedua baru saja lulus kuliah dan seluruh orangtua diundang untuk menghadiri acara wisuda, karena kakakku kuliah di jakarta jadi ibu harus naik pesawat agar bisa sampai di sana dalam waktu yang tidak terlalu lama. waktu itu aku ingat sekali ibu pernah cerita, waktu mengajak nenek naik pesawat, di dalam pesawat nenek malah berteriak histeris minta turun karena ketakutan dan akhirnya ia pingsan di pesawat. setelah acara wisuda selesai kakak mengajak ibu dan nenek jalan-jalan keliling kota. saat mereka tiba di mall dan menaiki eskalator kaki nenek nyaris tertarik eskalator, untung saja kakak cepat menarik nenek. Saat ibu sudah pulang ke rumah aku hanya bisa melihat photo-photo mereka selama berada di kota metropolitan. ya tuhan kapan aku bisa ke sini. di antara kakak, ibu dan ayah akulah orang yang belum pernah ke luar kota apalagi ke jakarta bentuknya saja aku tidah tahu. Cita-citaku sejak kecil ingin mengelilingi dunia, tapi hingga sekarang belum kesampaian juga. terkadang saat sendiri aku sering menyalahkan keadaan yang tak pernah berpihak kepadaku. andai saja keadaan ekonomi ayah tidak serba kekurangan pasti aku sudah bisa mengelilingi dunia kapan saja aku mau. tapi ya sudahlah mungkin ini memang jalan takdirku.

Di sekolah hari ini akan dilaksanakan ulangan kenaikan kelas, karena semalam aku tidur sangat larut akhirnya bangun kesiangan dan sialnya aku terlambat bahkan hampir saja aku disuruh pulang dan yang paling menyebalkan hari ini aku salah jadwal sia-sia menghafal rumus kimia semalam suntuk, malah hari ini ulangan fisika. Aku memang tidak pandai di bidang matematika, kimia apalagi fisika. Itu sebabnya peringkatku tak pernah naik tapi karena aku pandai bahasa indonesia khususnya menulis cerpen dan juga penjaskes jadi peringkatku tak pernah menurun dari posisi 3. malam ini aku mulai menghafal rumus matematika karena besok jadwal ulngan matematika, tapi sambil internetan tentunya. Pas lagi asik internetan ada iklan yang tanpa sengaja aku baca dan iklannya ternyata lomba menulis cerpen dengan tema PESONA INDONESIA. iseng-iseng aku tulis cerpen yang judulnya BEAUTIFULL OF INDONESIA dan aku kirim ke alamat email yang ada di iklan tersebut. Singkat cerita selesai sholat subuh aku buka hp untuk lihat jam, tiba-tiba ada email masuk dari alamat yang aku kirimkan cerpen semalam. ternyata cerpenku ada di nominasi kedua wah spontan aku langsung lompat-lompat di atas kasur, ketika aku baca lagi ternyata hadiahnya makan malam bersama presiden seminggu lagi serta diberi uang saku senilai 2 juta. Rasanya aku ingin teriak mendapat kabar ini, siapa sih yang nggak mau makan malam bersama presiden, apalagi makanannya gratis.

Hari ini aku akan berangkat ke jakarta untuk menghadiri makan malam bersama presiden. dengan rasa bangga naik pesawat bersama ibu yang menemaniku. makan malam pun tiba, di sana sebelum makan aku bersalaman dengan orang nomor satu di indoesaia, wah rasanya ini seperti mimipi. selesai bersalaman kami semua (pemenang lomba menulis cerpen) langsung diajak makan, tapi harus mengantri, saat sibuk mengantri sepatuku jebol, rasanya aku ingin nangis menanggung malu karena semua orang melihatku. setelah makan malam selesai kulihat semua sibuk berphoto bersama presiden, sedangkan aku dan ibu hanya bisa melihat saja. saat pulang aku dan ibu berjalan kaki menuju kost kakak yang tak jauh dari tempat kami makan malam, tiba tiba ada jambret. habislah sudah uang hadiah menulis cerpenku. selama tiga hari kami menunggu kakak gajian karena hanya gaji dialah yang bisa membawa kami pulang ke bengkulu. Akhirnya setelah menunggu tiga hari kini aku sudah ada di kota kelahiranku.

Sore ini aku duduk di halaman bersama keponakanku yang masih berumur 11 bulan, sambil mengawasinya aku masih kepikiran dengan peristiwa jebolnya sepatuku waktu itu, tapi lamunanku berakhir saat melihat keponakanku memaksa kucing bermain ciluup baaa sambil berteriak, akupun tertawa terbahak-bahak menyaksikannya, dan seketika itu rasa kecewaku hilang. Sebulan kemudian guru bahasa indonesia menyuruhku untuk mengikuti lomba menulis cerpen, tanpa diduga aku mendapat juara pertama dengan cerpen yang berjudul KESEMPATAN KE DUA, hadiahnya berupa uang saku 1 juta dan piagam penghargaan. Tapi saat perjalanan pulang aku mendapat kabar bahwa ayah kecelakaan saat ikut memuat sawit. dan dia koma di rumah sakit selama seminggu. Karena di rumah tidak ada uang simpanan jadi ibu meminjam uangku untuk membayar biaya selama ayah berada di rumah sakit tapi uangnya tidak cukup, terpaksa ibu harus menghubungi paman, dan memberi tahu ayah koma di rumah sakit, akhirnya paman yang melunasi biaya rumah sakit. Ditengah kondisi ayah yang koma aku membuat blog di internet, lalu sambil menangis aku mencoba untuk menulis sebuah cerita yang judulnya UNTUK AYAH dan kisahnya aku ambil dari kehidupan nyata perjuangan ayahku selama ini. Pagi ini ayah akan pulang karena sudah sadar dari tadi malam, betapa sedih hatiku saat membopohnya dan memegang kulitnya kini tak sekencang dulu, legam terbakar matahari dan nafasnya pun kini mulai tersendat. Kupandangi wajah ayah dan ibu saat tidur, wajah mereka terlihat lelah menghadapi hidup ini, aku tak sanggup menahan air mataku, dan pergi ke kamar menulis cerpen tentang kasih ibu dan ayah di blog yang sudah kubuat seminggu yang lalu.

Sudah 6 bulan aku belum bayar spp, dan hari ini aku mendapat surat peringatan yang ke 3 kalinya, aku bingung harus bagaimana, jikalau aku mengatakan pada ibu pastilah dia akan berusaha mencarinya tapi aku sungguh tidak tega sekali melihat dia kesana-kemari mencari uang untukku dan jika aku minta uang kepada kakak pastilah sehari kedepan uang makannya akan habis untuk membayar sppku selama 6 bulan yang jumlahnya tidak sedikit. Akhirnya aku memutuskan untuk berhenti sekolah, karena dengan cara ini aku bisa mengurangi beban orangtuaku dan bekerjaan agar sedikit-sedikit bisa membantu orangtuaku mencukupi biaya hidup sehari-hari tapi aku lakukan itu secara diam-diam. Dari rumah aku mengenakan seragam rapi layaknya anak sekolah, tapi setelah sampai simpang yang lumayan jauh dari rumahku, aku mengganti baju di rumah temanku dan di sanalah aku bekerja sebagai pembantu. Tapi lama-kelamaan ibu tahu dari orang-orang kalau aku sudah tidak sekolah selama 1 minggu. sampai di rumah ibu memarahiku, aku bisa lihat dari matanya yang menyatakaan ia sangat kecewa dengan keputusanku. dan selama 3 hari ibu sama sekali tidak mau bicara padaku, akhirnya aku minta maaf pada ibu, aku peluk dia sambil menangis. Hari ini ibu datang ke sekolah dan memohon ke kepala sekolah agar mau menerimaku kembali menjadi siswanya dan ibu melunasi semua spp ku selama setahun kedepan. Entahlah dapat dari mana ibu uang sebanyak itu, setelah aku selidiki ternyata ibu menggadaikan surat tanah yang kami tempati saat ini.

Aku sangat sedih, hanya karena aku kedua orangtuaku rela menggadaikan tanah yang selama ini mereka dapatkan dari hasil jerih payah mereka selama bertahun-tahun. Ayah ibu kalian benar-benar malaikat yang dikirimkan tuhan untuk selalu menjagaku. Sekarang aku sekolah dengan bersungguh-sungguh dalam pelajaran, setiap hari aku selalu menghafal dan mempelajari yang tidak ku mengerti. Hingga pada saat kelulusan nilai mata pelajaran bahasa indonesiaku tertinggi se indonesia yaitu 98,75. Akhirnya aku dapat beasiswa sampai S2 di salah satu universitas terbaik indonesia dan aku mengambil jurusan bahasa indonesia. Hari ini aku libur kuliah dan iseng-iseng nulis cerita lalu aku uploud ke blog yang telah lama dibuat, dan alangkah terkejutnya aku saat melihat semua cerita ataupun cerpen yang telah dibuat sudah dibaca oleh jutaan orang, dan aku mendapatkan penghasilan dari blog yang aku buat, karena sudah dibaca 42 juta orang pengguna internet. Uang yang aku dapatkan jumlahnya sangat besar, dan uang itu aku kumpulkan setiap bulannya, hingga saat selesai wisuda S2 aku gunakan menebus surat tanah yang ibu gadaikan serta pergi umroh bersama ibu dan ayah. Terakhir aku mengajak keluarga keliling dunia selama 2 tahun, saat pulang ke indonesia ayah menghembuskan nafas terakhir dengan senyum bahagia yang terukhir di wajahnya. Walau sedih tapi aku sudah merelakannya karena aku masih sempat membahagiakannya sebelum dia menghembuskan nafas terakhir.

Selesai

Tuhan takkan pernah tidur untuk kalian yang selalu berjuamng melawan rasa sakit, rasa malas dan putus asa. berjuanglah selagi kamu mampu sebelum kamu menyesal tidak pernah mencoba untuk berjuang sepanjang hidupmu. walaupun dalam kekurangan tapi kamu harus mengubah itu semua menjadi sebuah kelebihan. buat otang yang selalu menyayangimu bangga terhadapmu. by supitri yanti

Cerpen Karangan: Supitri Yanti
Facebook: Supitri Yanti
supitri yanti
lahir 20 januari 1999
hobi menulis
status pelajar

Cerpen Jangan Menyerah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Gerhana Matahari Total

Oleh:
Sekitar satu minggu lagi akan terjadi gerhana matahari total, dan banyak provinsi di indonesia menjadi lintasan gerhana matahari termasuk provinsi sumsel di kota palembang tak jauh dari kediaman rumah

Anniversary 12 Month (1 Year)

Oleh:
Aku adalah seorang Pria berumur 14 tahun yang memiliki seorang mantan berinisial SAM yang berumur 12 tahun. Kami mulai berpacaran pada tanggal 12 Januari 2013. Dia memiliki sikap dan

Masih Ada Kesempatan

Oleh:
“Eh Dul kamu pernah nggak ngerasain, kamu suka sama cewek dan lagi deketin dia, eh nggak taunya dia udah punya cowok?” “Belum sih In. Pasti sakit ya?” “Rasanya hambar

Adikku Yang Baru

Oleh:
Aku tidak menyangka adikku akan meninggalkanku secepat ini, aku tidak akan melihatnya selama-lamanya, pagi ini acara pemakamannya, keluargaku berkumpul untuk mengantarkannya ke peristirahatan terakhir. “Sudahlah, Kamu harus tetap tegar,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *