Jangan Sakiti Hatinya

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 26 December 2018

Suara tangisan bayi terdengar di sebuah Rumah sakit.
Wanita yang ditinggal suaminya itu menangis melihat putri tunggalnya yang sekejap tadi lahir dengan sehat dan sempurna.

Sanak saudara bertepuk tangan meriah melihat bayi itu dalam pelukan ibunya.

“Akan kuberi nama “Chynara” ”

15 tahun kemudian…
“Hiks, enggak! Mom nggak pernah mengerti perasaan Chynara! Mom nggak berhak punya Chynara. Mom menghancurkan harapan Chynara! Mom nggak sayang Chynara!” isak Chynara. Lagi lagi mereka berdebat soal sekolah Chynara yang menurut Chynara tidak level untuknya.
“Chynara, Mom itu sangat say-”
“Ah, mom bohong! Chynara mau pergi! Chynara mau pergiii!!” Chynara melepaskan genggaman tangan mom yang memegang tangannya.
“Chynara! CHYNARA! Mom mohon jangan pergi, mom pasti akan berjuang menyekolahkanmu di sekolah yang kau mau. Berapapun harganya!! CHYNARAAA!” mom berlari mengejar Chynara yang menaiki sepeda.

Lama kelamaan mom lelah mengejar Chynara yang entah ada di mana. Mom sangat sedih. Kini dia kehilangan putri kesayangannya. Mom terduduk di trotoar.

Chynara …

Setelah cukup lelah menggenjot sepeda, Chynara beristirahat di sebuah musholla yang cukup sepi. Chynara bersender di dinding musholla.
Chynara meneguk air mineral yang ia bawa dari rumah.

Tiba tiba, datang laki laki kumal duduk di sampingnya, Chynara menoleh.
“Kamu siapa?” tanya Chynara heran, lelaki itu sebaya dengannya, “aku Chynara,”
Lelaki itu menoleh, “Aku Ahmad,” jawabnya.

Setelah mengobrol cukup panjang, akhirnya Chynara tahu, mengapa Ahmad bisa ada di sini. Ibu tersayangnya meninggal, dia kesepian di rumah, dan akhirnya memutuskan untuk pergi.

“Kamu sendiri kenapa ada di sini?” tanya Ahmad datar.
“Aku … Kabur, ibuku membenciku,” jawab Chynara menunduk.

“Chynara, aku yakin, tidak ada ibu yang membenci anaknya sendiri. Kalaupun ia membencimu, itu pasti karena salahmu sendiri,”
“Karena, setiap anaklah yang menyakiti hatinya, jangan sakiti hati ibumu sendiri. Jangan kecewakan ibumu,” Ahmad menepuk pundak Chynara, lama kelamaan Ahmad mulai menangis mengenang ibunya.

Chynara mengajak Ahmad tinggal di rumahnya. Dan bahagianya, Chynara sudah bisa berbakti pada mom…

Cerpen Karangan: Nada Khairunnisa
Blog: www.catatanadiya.blogspot.com
Hai, namaku Nada Khairunnisa, bisa dipanggil Nada. Bagi yang mau komunikasi, bisa lihat blog-ku catatanadiya.blogspot.com

Cerpen Jangan Sakiti Hatinya merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Emak (Part 2)

Oleh:
“Rehan, jenazah Emak sudah siap dibawa ke masjid untuk disalati,” Suara Ustad Rahman menyadarkan aku dari lamunan. “Iya ustad. Mari kita bawa ke masjid” Jawabku. Matahari sudah condong ke

10 Juta

Oleh:
Di bawah teriknya paparan matahari, di antara hamparan sawah yang menguning, dan pepohonan yang menari ditiup sang bayu, Adam mengayuh sepedanya dengan gembira bersama kedua temannya. Ia memang suka

Aku Rindu Ayah

Oleh:
Matahari mulai terbit, di pagi hari yang cerah ini, aku sudah mempersiapkan diri untuk pergi ke sekolah. Oh ya! Namaku Rika Oktaviani, tapi aku sering dipanggil Rika oleh teman-temanku.

Si Kembar Go To Paris

Oleh:
“kak, kira kira bisa gak ya kita ke paris?” ucap jaky “bisa kalau ada uangnya” jawab jake. “yahhh aku coba aja gratis” sambung jaky “jaky zaman sekarang itu gak

Meraih Kesuksesan

Oleh:
Dika adalah murid yang cerdas, dan pintar. Walau cerdas dan pintar ia tidak sombong terhadap prestasi yang pernah ia capai. Lain dengan Kika, dia adalah anak yang pandai dan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *