Jantungku Masih Hidup

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Keluarga
Lolos moderasi pada: 4 October 2017

Hembusan angin tiada terasa hari ini, suara merdu sang burung pun tiada terdengar, semua itu terlihat sunyi dan sepi, nampak di atas bukit itu gadis bersyal biru masih terus memandang setangkai mawar putih yang ada di gegenggamnya, dia menjaga mawar itu bagaikan tiada satu tangkai pun mawar putih di dunia ini, dialah meylinda chandriya.

“mey, ayo pulang besuk kita kembali lagi ke sini kalau kamu masih rindu sama ayah” kata Tofa
“abang, mey pengen peluk abang boleh mey rindu sama abang” jawab meylinda

Entah apa yang selalu ada di pikiran gadis kecil itu, ia selalu menginginkan abangnya di dekatnya, sosok kakak yang ideallah yang saat ini dibutuhkan oleh gadis kecil berpenyakit kronis itu.

“Tofa sayang, hari ini kamu ada jadwal kuliah pagi, mendingan aku saja yamg menjaga Meylan” ucap kekasih Tofa yakni Crissa
“Cris, kamu tau hidupku hanya akan berarti ketika kamu dan meylinda ada di dekatku, kau dan dia adalah permata termahal di dunia ini” jawab Tofa

Waktu terus berjalan begitu pula dengan berjalannya segenap virus yang ada di tubuh Mey, perlahan semua organ tubuhnya terserang penyakit ganas itu, namun tiada satupun anggota keluarga yang ada untuknya dan menemaninya.

Pagi yang cerah itu tiba-tiba menjadi mendung sehinggga mampu menambah lara yang saat ini dirasa oleh Tofa.
“abang, mey baik-baik saja, mey bakalan kuat kok, abang jangan sedih mey pasti hidup kok” kata Mey sambil mengusap darah yang keluar dari hidungnya.
Tofa tidak bisa berbicara apapun ia hanya mencium Meylinda dengan penuh kasih sayang.

Dalam suatu istilah kehidupan itu bagaikan roda, namun kali ini roda telah berputar ke arah bawah membawa berbagai luka.
Crissa yang saat ini berada di samping Mey, menjaga Mey dan senantiasa mencintai Mey dengan sepenuh hati.

“kak Cris, mey minta kakak jaga abang mey ya, abang mey yang selalu menjaga mey dan mencintai mey, abang juga yang selalu memberikan mey kasih sayang.”
“Iya mey sayang, kak cris akan selalu menjaga abang kami Tofa”

Tepat tanggal 5 februari 2016 adalah hari dimana ulang tahun Crissa, namun di sana tiada nampak wajah tampan Tofa, semua orang justru berolok-olok akan ketudak hadiran Tofa.
“kalau aku punya pacar seperti tofa sudah kuputusin beberapa tahun yang lalu” itu salah satu ocehan para tamu dalam acara Crissa birtday’s party.
Namun di sisi lain Tofa telah menatap Meylinda dari jendela kamar inap di rumah sakit, ia menolehkan ke arah bungkusan yang ada di tangannya, sebuah gaun indah ada di dalamnya, ia ingin sekali memberikannya kepada kekasih hatinya, namun semua itu sirna.

Cinta itu pasti ada dan selalu ada namun tiada pasti kapan datangnya begitu pula dengan cinta yang telah tumbuh di hati Crissa perlahan tidak terlihat, tertutupi demgan sikap jutek semua itu berawal sejak ulang tajunnya beberapa waktu silam.

“Criss, aku minta maaf aku tidak bisa hadir kemarin”
“kamu tau seberapa pentingnya hari itu buat aku?”
“iya Criss, aku tau maaf Criss maaf”
Seolah sudah tidak ada kata maaf bagi Tofa, disela sela perdebatan mereka terdwngar suara Mey

“abaang, kepala mey sakit”
Secara refleks Tofa langsung menemani adik tercintanya, ia rela untuk kehilangan kekasih hatinya.
“begini Tofa, penyakit Mey bisa sembuh asal ada transfusi jantung”
“Tapi dokter, kenapa itu bisa terjadi, maksud saya bukankah penyakit mey sudah kritis?”
“itu semua keajaiban tuhan, apa kamu bisa transfusi jantung untuk mey?”
Tofa membeku seketika iya bingung harus bagaimana mencari transfusi jantung untuk Mey.

Satu bulan telah berlalu kini kabar tentamg Crissa pun tiada terdengar. Namun hal yang mengejutkan adalah justru sudah ada yang telah transfusi jantung untuk Mey.
“dok, siapa yang telah memberikan jantungnya untuk mey?”
“saya tidak bisa menjelaskan semuanya, cukup ini surat yang dititipkan sebelum dia meninggal dunia”
“jadi dia telah meninggal dok?”

Sampai 2 minggu lamanya kesehatan Meylinda perlahan pulih, dan detik itu pula Tofa berani membuka surat itu.
“Dear Tofa, cinta yang tumbuh itu kini telah sirna, cinta yang kita pupuk kini telah layu, ketika ketidak beradaan aku di sisimu, kuharap kamu tau bahwa aku akan selalu mencintaimu sampai akhir kematianku. Tentang kemarahanku saat itu semua hanya skenario atas permintaan mey, agar kamu melupakan mey, tapi aku sadar kami sangat mencintai mey, jagalah mey dengan baik karena disanalah jantungku hidup, aku selalu mencintaimu Tofa,” begitulah surat itu berbinyi
Seketika hujan turun sebagai isyarat akan luka, Tofa tidak bisa menerima semua ini, ia tersiksa, karena harus kehilangan kekasih hatinya.

“Crissa, aku akan selalu mencintaimu selalu mengenanmu dan menjaga jantungmu”. kata Tofa sambil memeluk erat Meylinda.

Cerpen Karangan: Lisa Frikugeana
Facebook: lisa frikugeana
Aku adalah lisa frikugeana, sekarang aku kelas xii di SMK N 1 BULUKERTO, aku sangat tertarik di dunia sastra terutama puisi dan cerpen.
selamat membaca karya ku.
Terimakasih

Cerpen Jantungku Masih Hidup merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta 3 Hari

Oleh:
“Jomblo? gak level yaaa” begitulah kata-kata anak jaman sekarang. itu sangat sangat gak bener. Menurut gue, jomblo itu indah. Jomblo itu sangatlah menyenangkan, disaat semua sibuk pacaran, jomblo bisa

Misteri Sebuah Perasaan

Oleh:
Matahari yang mulai tampak di belahan timur bumi, ditengah dingin yang menusuk kulit. Membuat hati tak bisa mengelak untuk menyapa dunia. Hari yang penuh dengan aktivitas, hari yang selalu

Cinta Yang Tak Kesampaian

Oleh:
Agustus 2010 awal pertamanya aku menginjakkan kakiku di bangku SMA yang menjadi pilihanku. Em.. perkenalkan terlebih dahulu nama aku tiya satya, cukup senang aku waktu itu karena masa-masa aku

Tempat Yang Sama

Oleh:
Tempat yang sama, kursi yang sama, dan meja yang sama, tapi dengan orang yang berbeda. Duduk di pojok ruangan tidak buruk. Dari meja ini aku bisa menatap banyak hal

Terima Kasih Abang

Oleh:
“Woy, mau ke mana lo. Buru-buru amat” Yang menyapaku ini Destia Ayuna Putri, teman sepermainanku dulu waktu masih duduk di bangku sekolah. “Biasalah ngantar makanan ke rumah Kakak” Ujarku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 responses to “Jantungku Masih Hidup”

  1. Dinbel says:

    Hmmmmms, sedih bangets deh ceritanyaaaa, jadi pingin nangis bacanya. Sukses slalu ya untuk pengarang & di tunggu cerita selanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *